
Sebanyak 67 personel Polres Prabumulih menjalani pembinaan fisik karena memiliki berat badan berlebih. Program ini digelar di halaman Mapolres Prabumulih dan menjadi bagian dari langkah internal untuk menjaga kualitas sumber daya manusia di lingkungan kepolisian.
Kegiatan tersebut tidak berdiri sebagai agenda olahraga biasa. Polres Prabumulih menempatkannya sebagai upaya menjaga kesehatan, meningkatkan kesiapan tugas, dan mendorong personel tetap profesional di tengah tuntutan kerja yang semakin kompleks.
Pembinaan itu dipimpin langsung oleh Wakapolres Prabumulih, Kompol Chindy Helyadi SIK MH. Ia menegaskan bahwa kondisi fisik yang prima menjadi kebutuhan penting bagi anggota Polri karena tugas di lapangan menuntut daya tahan tubuh, mobilitas tinggi, dan kesiapan menghadapi berbagai situasi.
Menurut Chindy, pembinaan bagi personel overweight merupakan bagian dari strategi pembinaan SDM Polri. Ia menyebut program ini dirancang agar anggota tetap sehat, disiplin, profesional, dan siap menghadapi tantangan tugas kepolisian di lapangan.
Chindy juga menilai kesehatan dan kebugaran fisik adalah modal utama setiap anggota Polri. Dengan tubuh yang lebih bugar, personel diharapkan lebih siap menjalankan tugas pengamanan, pelayanan publik, penegakan hukum, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan anggota polisi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual dan profesionalisme kerja. Kondisi fisik yang sehat dan terjaga juga memegang peran penting dalam mendukung kinerja sehari-hari.
Pembinaan Berjalan Terukur
Dalam pelaksanaannya, para personel mengikuti berbagai aktivitas fisik yang dirancang untuk meningkatkan kebugaran. Rangkaian kegiatan itu juga ditujukan membantu penurunan berat badan secara sehat dan bertahap.
Program tersebut sekaligus diarahkan untuk membangun kesadaran anggota agar lebih memperhatikan pola makan, olahraga rutin, dan gaya hidup sehat. Polres Prabumulih ingin kebiasaan itu tumbuh sebagai budaya kerja, bukan sekadar program sesaat.
Kabag SDM Polres Prabumulih, AKBP Tamimi SH MH, menjelaskan bahwa pembinaan terhadap personel dengan kelebihan berat badan akan dijalankan secara berkelanjutan dan terukur. Menurut dia, langkah ini menjadi bagian dari prioritas pembinaan sumber daya manusia di tubuh Polri.
Tamimi menegaskan bahwa program itu bukan hanya kegiatan olahraga. Ia melihatnya sebagai bentuk perhatian institusi terhadap kesehatan personel agar mereka tetap produktif, percaya diri, dan siap melaksanakan tugas kepolisian.
Dampak ke Pelayanan Publik
Tamimi juga mengaitkan kesehatan personel dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, anggota yang sehat dan bugar akan lebih mudah bekerja maksimal, lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan lebih siap menghadapi tekanan pekerjaan.
Melalui pembinaan ini, Polres Prabumulih berharap semangat kerja, kedisiplinan, dan produktivitas personel ikut meningkat. Program tersebut juga diharapkan membentuk budaya hidup sehat di lingkungan kerja kepolisian.
Langkah ini disebut sejalan dengan upaya mewujudkan Polri Presisi. Polri Presisi tidak hanya menuntut unggul dalam pelayanan dan penegakan hukum, tetapi juga menempatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, profesional, modern, dan terpercaya sebagai bagian penting dari organisasi.









