Mitsubishi kembali memperluas lini mobil listriknya dengan menyiapkan crossover baru untuk pasar Amerika Utara. Model itu bernama Mitsubishi Eclipse Sportback EV dan dijadwalkan meluncur pada paruh kedua 2026.
Yang menarik, wujud mobil listrik terbaru ini bukan hadir dari platform yang benar-benar baru. Mitsubishi Eclipse Sportback EV pada dasarnya merupakan Nissan Leaf generasi ketiga yang mendapat ubahan desain eksterior dan identitas merek berbeda.
Langkah ini menegaskan lanjutan sinergi dalam aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi. Sebelumnya, Mitsubishi juga sudah memperkenalkan Eclipse Cross EV pada September tahun lalu sebagai versi listrik murni hasil rebadge dari Renault Scenic E-Tech.
Nama Eclipse sendiri bukan hal baru bagi Mitsubishi. Beberapa tahun lalu, pabrikan asal Jepang itu menghidupkan kembali nama tersebut lewat SUV crossover Eclipse Cross yang kemudian mendapat penyegaran desain pada 2020.
Kini, nama Eclipse kembali dipakai untuk model baru dengan pendekatan yang lebih sporty. Embel-embel Sportback EV juga menunjukkan posisi model ini sebagai crossover listrik dengan gaya desain yang menonjolkan siluet dinamis.
Wujud eksterior yang dibedakan dari Nissan Leaf
Secara visual, Eclipse Sportback EV dibuat agar tidak sekadar terlihat sebagai Nissan Leaf dengan logo berbeda. Mitsubishi membedakannya lewat sentuhan pada fascia depan dan buritan.
Di bagian depan, bumper menggunakan area bawah yang lebih lebar. Model ini juga memakai aksen trim horizontal yang memberi tampilan lebih tegas.
Lampu siang hari atau DRL menjadi salah satu pembeda paling jelas. Jika Leaf memakai desain trapesium, Eclipse Sportback EV hadir dengan grafis berbentuk huruf “J”.
Logo Mitsubishi ditempatkan di tengah grille. Area grille itu juga dihiasi elemen vertikal yang memperkuat identitas khas merek tersebut.
Perubahan berlanjut di bagian belakang. Eclipse Sportback EV tidak memakai desain lampu belakang yang memanjang hingga pintu bagasi seperti pada Nissan Leaf.
Sebagai gantinya, tulisan Mitsubishi tampil jelas di area tailgate. Bumper belakang juga mengadopsi aksen trim horizontal yang sejalan dengan desain bagian depan.
Meski begitu, garis besar bodinya masih identik dengan Nissan Leaf generasi ketiga. Perbedaan lain hadir pada desain pelek yang dibuat khusus untuk memberi karakter tersendiri.
Interior belum dirilis, tetapi arahnya sudah terbaca
Mitsubishi belum merilis foto resmi kabin Eclipse Sportback EV. Namun, desain interiornya diperkirakan akan banyak mengikuti Nissan Leaf dengan penyesuaian identitas merek Mitsubishi.
Layout dasbor disebut kemungkinan menampilkan layar lebar. Tampilan itu menggabungkan panel instrumen digital dan sistem infotainment dalam satu bidang visual modern.
Dengan basis yang sama, ruang kabin juga diperkirakan tetap lapang. Ini menjadi poin penting karena segmen crossover listrik tidak hanya menuntut efisiensi, tetapi juga kepraktisan untuk penggunaan harian.
Belum ada rincian resmi mengenai material interior, fitur kenyamanan, maupun konfigurasi kursi. Mitsubishi juga masih menahan informasi teknis lengkap untuk diumumkan pada waktu berikutnya.
Platform dan gambaran spesifikasi
Eclipse Sportback EV menggunakan platform CMF-EV yang sama dengan Nissan Leaf terbaru. Karena itu, sistem penggeraknya diperkirakan akan mengikuti paket yang sudah tersedia pada model basisnya.
Sebagai gambaran, Nissan Leaf terbaru hadir dengan pilihan baterai 52 kWh atau 75 kWh. Kedua opsi itu dipadukan dengan motor listrik penggerak roda depan.
Untuk performa, varian awal Nissan Leaf menghasilkan tenaga 177 PS dan torsi 345 Nm. Sementara varian yang lebih bertenaga menyuguhkan 218 PS dan torsi 355 Nm.
Angka tersebut belum dikonfirmasi sebagai spesifikasi final Eclipse Sportback EV. Namun, kesamaan platform memberi petunjuk kuat soal arah performa dan konfigurasi teknis yang akan dipakai Mitsubishi.
Pendekatan ini juga memperlihatkan strategi Mitsubishi dalam mempercepat ekspansi kendaraan listrik. Alih-alih mengembangkan semuanya dari nol, perusahaan memanfaatkan basis produk dari mitra aliansi lalu membangun pembeda pada desain dan branding.
Bagi pasar Amerika Utara, kehadiran Eclipse Sportback EV menjadi model penting karena membawa nama Eclipse ke era elektrifikasi. Di saat yang sama, model ini menunjukkan bagaimana Mitsubishi mencoba menjaga identitas desain sendiri meski berbagi fondasi dengan Nissan Leaf generasi ketiga.
Source: otodriver.com