Dua regulator utama di China memanggil dan memberi peringatan kepada sejumlah produsen mobil yang diduga terlibat dalam persaingan tidak rasional. Langkah ini menambah tekanan terhadap perang harga yang sudah berlangsung lama di industri otomotif terbesar dunia itu.
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi atau MIIT bersama Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar atau SAMR menegaskan bahwa perusahaan harus mematuhi hukum dan aturan, termasuk Price Law dan ketentuan yang melarang dumping di bawah biaya produksi. Keduanya juga meminta produsen memperkuat kepatuhan harga dan kontrol kualitas produk demi melindungi hak serta kepentingan konsumen.
Tekanan terhadap perang harga
Dalam pernyataannya, kedua regulator menyebut langkah ini bertujuan menjaga tatanan pasar yang berisi produk berkualitas dengan harga wajar dan persaingan yang sehat. Namun, pernyataan itu tidak menyebut nama perusahaan mana saja yang dipanggil.
Panggilan ini muncul saat pasar mobil China sedang mengalami penyesuaian yang dalam. China Passenger Car Association atau CPCA menyebut perang harga di industri tersebut masih berlanjut.
CPCA juga menilai ekspektasi konsumen terhadap pemangkasan harga lanjutan dan model baru masih kuat. Kondisi itu menahan permintaan ritel, sementara dealer mengambil sikap hati-hati terhadap penjualan masa depan.
Permintaan ritel melemah
Dealer disebut mulai mengurangi pembelian agar tidak menumpuk stok. Akibatnya, penjualan ritel mobil penumpang China pada Mei hanya mencapai 1,51 juta unit, turun 22,1% dibandingkan tahun sebelumnya.
Di segmen kendaraan energi baru atau NEV, penjualan ritel tercatat 950.000 unit pada Mei. Angka itu turun 7,5% dari setahun sebelumnya dan menjadi penurunan tahunan bulan kelima berturut-turut.
Di saat yang sama, dominasi NEV di pasar domestik justru makin kuat. Penetrasi ritel NEV di China mencapai rekor 62,9% pada Mei, lalu naik lagi menjadi 66,7% pada pekan pertama Juni.
Pasar berubah, ekspor naik
Tekanan di pasar domestik juga dipengaruhi oleh penjualan mobil berbahan bakar bensin yang menyusut lebih cepat di tengah harga bahan bakar yang tinggi. Pergeseran itu membuat NEV mengambil porsi yang lebih besar dalam pasar mobil penumpang China.
Di luar negeri, produsen NEV China justru menemukan ruang pertumbuhan yang makin besar. Pada Mei, China mengekspor 424.000 NEV, naik 112,6% dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka itu menyumbang 54% dari total ekspor mobil penumpang China, proporsi tertinggi yang pernah tercatat. Tren ini menunjukkan bahwa ketika pasar domestik masih diguncang perang harga dan permintaan yang lemah, ekspor menjadi salah satu penopang utama bagi produsen NEV China.
Regulator kini menekan produsen agar tidak memperburuk situasi dengan praktik harga yang agresif dan merusak. Fokus utama pemerintah adalah menjaga kualitas, kepatuhan harga, dan persaingan yang tetap sehat di tengah pasar yang sedang rapuh.
