Harga BBM Naik, 10 Mobil Ini Masih Aman Pakai Pertalite untuk Tekan Biaya Harian

Author: Qoo Media

Kenaikan harga BBM pada Juni 2026 membuat banyak pemilik mobil kembali menghitung biaya operasional harian. Di tengah kondisi itu, perhatian tertuju pada model-model yang masih aman menggunakan Pertalite agar pengeluaran tetap lebih terkendali.

Namun pilihan BBM tidak bisa ditentukan dari harga semata. Kesesuaian bahan bakar dengan spesifikasi mesin, terutama rasio kompresi, tetap menjadi faktor penting agar pembakaran optimal dan usia mesin tetap terjaga.

Pertamina memberi panduan penggunaan BBM berdasarkan rasio kompresi mesin. Untuk Pertalite dengan RON 90, rentang yang disebut sesuai berada di kisaran 9:1 sampai 10:1.

Sebagai pembanding, Pertamax RON 92 ditujukan untuk rasio kompresi 10:1 sampai 11:1. Lalu Pertamax Green RON 95 untuk 11:1 sampai 12:1, Pertamax Turbo RON 98 untuk 11:1 sampai 13:1, dan Pertamax Racing RON 100 untuk di atas 13:1.

Selain rasio kompresi, kapasitas mesin juga kerap jadi acuan praktis. Kendaraan dengan kapasitas di bawah 1.400 cc umumnya masih dianggap sesuai menggunakan Pertalite, selama kondisi mesin prima dan tetap mengikuti rekomendasi pabrikan.

Dengan dasar itu, segmen LCGC, city car, dan sebagian MPV kompak menjadi pilihan yang paling banyak dilirik. Model-model ini dikenal hemat, perawatannya relatif terjangkau, dan masih relevan untuk kebutuhan mobilitas harian.

Daftar mobil yang masih aman pakai Pertalite

Suzuki Ignis masuk dalam daftar karena memakai mesin 1.2L yang dikenal irit dan cukup bertenaga. Karakter urban SUV serta ground clearance yang tinggi juga membuatnya nyaman dipakai di jalan perkotaan yang tidak selalu mulus.

Toyota Agya dan Daihatsu Ayla tetap menjadi andalan di segmen LCGC. Pilihan mesin 1.0L dan 1.2L membuat keduanya tergolong efisien dan masih cocok menggunakan Pertalite, dengan biaya perawatan yang juga relatif terjangkau.

Daihatsu Sirion menawarkan kabin yang lebih lega dibanding banyak city car lain. Mesin 1.3L yang dibawanya masih tergolong aman untuk Pertalite, sehingga cocok bagi yang menginginkan mobil kecil dengan kenyamanan lebih baik.

Honda Brio Satya juga masih masuk radar konsumen yang mencari mobil hemat. Mesin 1.2L i-VTEC yang responsif dinilai masih memungkinkan menggunakan Pertalite, baik untuk penggunaan dalam kota maupun perjalanan luar kota.

Suzuki S-Presso menjadi opsi lain di kelas mobil mungil. Mesin 1.0L yang dipakai sangat efisien dan cocok untuk penggunaan harian dengan konsumsi bahan bakar yang irit.

Datsun GO dan GO+ masih banyak dicari di pasar mobil bekas meski sudah tidak diproduksi baru. Mesin 1.2L yang sederhana membuat keduanya mudah dirawat dan masih sesuai untuk Pertalite.

Kia Picanto dan Nissan March 1.2L juga layak dipertimbangkan, terutama di pasar mobil bekas. Khusus Nissan March, varian 1.2L lebih disarankan dibanding versi 1.5L untuk penggunaan Pertalite.

Di segmen keluarga, Toyota Calya dan Daihatsu Sigra termasuk pilihan paling masuk akal. Keduanya memakai mesin 1.2L yang hemat bahan bakar dan mudah dalam perawatan, sehingga cocok untuk pemakaian harian.

Daihatsu Gran Max Minibus 1.3L juga masih disebut aman menggunakan Pertalite. Model ini menawarkan kabin luas yang cocok untuk kebutuhan usaha maupun keluarga besar, dengan mesin yang dikenal tangguh dan cukup efisien.

Satu model lain yang juga masuk daftar adalah Datsun Cross. Model ini menambah pilihan bagi konsumen yang mencari kendaraan kompak yang masih relevan menggunakan Pertalite.

Yang perlu diperhatikan pemilik mobil

Daftar tersebut tidak berarti semua mobil bisa otomatis memakai Pertalite tanpa pengecekan. Kondisi mesin tetap harus prima agar proses pembakaran berjalan baik dan tidak menimbulkan masalah dalam penggunaan jangka panjang.

Pemilik mobil juga sebaiknya memperhatikan spesifikasi mesin tiap varian. Hal ini penting karena dalam satu model kadang ada pilihan mesin berbeda, seperti pada Agya-Ayla atau Nissan March, yang membuat kecocokan BBM bisa tidak sama.

Bagi pengguna yang memprioritaskan biaya operasional, mobil bermesin 1.0L hingga 1.3L masih menjadi titik aman yang paling banyak dicari. Kombinasi konsumsi BBM yang irit, biaya perawatan yang ringan, dan kesesuaian dengan Pertalite membuat model-model ini tetap relevan di tengah penyesuaian harga BBM.

Pilihan akhirnya tetap bergantung pada kebutuhan pemakaian, kondisi kendaraan, dan rekomendasi pabrikan. Karena itu, sebelum berpindah jenis BBM, pemilik mobil sebaiknya memastikan lebih dulu rasio kompresi dan spesifikasi mesin agar hemat tanpa mengorbankan kesehatan mesin.

Terbaru