Chery Hitung Biaya Listrik Mobilnya, Q Paling Hemat Cuma Rp181 per Km

Di tengah kebutuhan mobilitas harian yang terus menekan pengeluaran, Chery mencoba menonjolkan sisi paling praktis dari mobil listriknya: biaya energi yang disebut jauh lebih ringan. Dalam simulasi internalnya, Chery menempatkan Chery Q sebagai model paling hemat, disusul Chery E5 dan Chery J6T.

Perhitungan itu menjadi menarik karena menyasar para komuter di kawasan penyangga Jakarta seperti Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bogor. Dengan rutinitas pulang-pergi yang umumnya berada di kisaran 40 hingga 60 kilometer per hari, efisiensi energi langsung terasa dalam biaya operasional harian.

Berdasarkan simulasi menggunakan tarif listrik rumah tangga, Chery Q diklaim memiliki biaya energi sekitar Rp181 per kilometer. Chery E5 berada di sekitar Rp205 per kilometer, sementara Chery J6T disebut lebih tinggi karena karakter kendaraan yang berbeda.

Jika dihitung untuk perjalanan 40 kilometer, Chery Q membutuhkan biaya energi sekitar Rp7.240 per hari. Untuk jarak 60 kilometer, biayanya naik menjadi sekitar Rp10.860 per hari.

Pada model Chery E5, biaya energi harian diperkirakan berada di rentang Rp8.200 hingga Rp12.300 untuk pola perjalanan yang sama. Adapun Chery J6T diperkirakan memerlukan biaya energi sekitar Rp11.360 hingga Rp17.040 per hari.

Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit Indonesia, mengatakan bahwa masyarakat kini semakin bijak mengatur pengeluaran rutin. Ia menegaskan bahwa mobilitas tetap penting, tetapi efisiensi biaya operasional juga menjadi hal yang tak kalah krusial.

Ia menyebut lini kendaraan listrik Chery hadir sebagai solusi berbasis “zero fuel” dengan biaya penggunaan yang terjangkau dan nilai kompetitif. Chery juga menggarisbawahi bahwa angka-angka tersebut berasal dari simulasi internal sehingga hasil aktual dapat berbeda tergantung gaya berkendara, kondisi jalan, dan tarif listrik masing-masing pengguna.

Simulasi bulanan dan perbedaan karakter model

Chery juga menghitung penggunaan rata-rata 1.200 kilometer per bulan untuk melihat gambaran biaya energi yang lebih luas. Dari pendekatan itu, perusahaan ingin menunjukkan bahwa biaya mobil listrik lebih stabil dan mudah diprediksi dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional.

Meski sama-sama listrik, ketiga model itu tidak ditujukan untuk kebutuhan yang identik. Chery Q diarahkan untuk pengguna perkotaan yang mengutamakan efisiensi dan mobilitas praktis.

Sementara itu, Chery E5 disiapkan bagi konsumen yang membutuhkan ruang lebih luas dan jarak tempuh lebih panjang. Di sisi lain, Chery J6T hadir sebagai SUV listrik dengan fleksibilitas tinggi untuk berbagai kondisi penggunaan.

Dengan skema seperti itu, Chery berupaya menunjukkan bahwa elektrifikasi sudah bukan sekadar wacana masa depan. Bagi calon pengguna, yang paling langsung terasa justru ada pada biaya harian yang lebih mudah diprediksi saat kendaraan dipakai untuk aktivitas rutin.

Di luar soal biaya energi, Chery Q juga disebut memiliki banderol awal yang diperkirakan mulai dari Rp200 jutaan. Jika harga itu benar-benar masuk pasar, model tersebut berpotensi menarik perhatian karena akan langsung bersaing dengan segmen LCGC di Indonesia.

Source: carvaganza.com

Terkait