Pindad Akui MV3 Garuda Limosine Sempat Bocor, Respons Cepat Usai Keluhan Prabowo

PT Pindad merespons keluhan Presiden Prabowo Subianto soal MV3 Garuda Limosine dengan menegaskan bahwa sejumlah kendala teknis yang muncul terjadi pada masa awal penggunaan kendaraan. Perusahaan juga menyebut tim teknisnya sudah melakukan pemeriksaan dan perbaikan menyeluruh agar mobil kembali beroperasi optimal sesuai standar.

Respons itu muncul setelah Prabowo blak-blakan menceritakan pengalaman tidak nyaman saat memakai kendaraan dinas buatan Pindad tersebut. Ia mengaku mobil yang biasa dipakai untuk tidur itu sempat bocor saat hujan deras dan juga menimbulkan guncangan keras ketika melintasi jalur pegunungan.

Keluhan langsung dari Presiden

Prabowo menyampaikan pengalaman itu saat menghadiri pembukaan Munas ke-XVIII HIPMI di Hotel Novotel, Lampung. Dalam kesempatan itu, ia menceritakan bahwa dirinya bangun dari tidur di dalam mobil karena terdengar suara “tek-tek” saat hujan turun deras, lalu mendapati kendaraan tersebut bocor.

Setelah kejadian itu, Prabowo langsung mengirim mobil tersebut kembali ke bengkel Pindad untuk diperbaiki. Ia juga mengaku sempat terkejut oleh guncangan yang terasa keras ketika kendaraan melintasi medan pegunungan.

Jawaban Pindad soal masa awal penggunaan

Pindad menyatakan kebocoran pada MV3 Garuda Limosine terjadi pada fase awal penggunaan kendaraan. Setelah menerima masukan dan evaluasi, tim teknis perusahaan bergerak cepat melakukan pemeriksaan dan perbaikan menyeluruh.

Perusahaan menegaskan langkah itu dilakukan agar kendaraan bisa kembali dipakai secara optimal. Pindad juga menyampaikan bahwa perbaikan dilakukan dengan tepat dan cepat sesuai standar yang ditetapkan.

Konfigurasi kendaraan dan kebutuhan tambahan

Pindad menjelaskan MV3 Garuda Limosine yang digunakan Presiden dikembangkan dengan konfigurasi full armour tanpa fitur sunroof. Namun, tiga hari menjelang pelantikan Presiden, muncul kebutuhan untuk menambahkan sunroof agar Presiden RI bisa menyapa masyarakat secara langsung dalam berbagai kegiatan kenegaraan.

Penambahan itu menunjukkan adanya penyesuaian pada kendaraan sesuai kebutuhan operasional di lapangan. Pindad menyebut masukan seperti ini menjadi bahan berharga untuk penyempurnaan dan inovasi produk di masa depan.

Sikap Prabowo terhadap produk lokal

Meski sempat mengalami kendala teknis, Prabowo menegaskan komitmennya tetap memakai Maung sebagai mobil operasional kepresidenan. Ia menyatakan keputusan itu diambil atas dasar nasionalisme dan kebanggaan terhadap produk lokal.

“Demi nasionalisme saya tetap pakai mobil ini,” ujar Prabowo. Pernyataan itu memperlihatkan dukungannya terhadap pengembangan kendaraan buatan dalam negeri meski masih memerlukan penyempurnaan teknis.

Pentingnya evaluasi untuk produk nasional

Kasus MV3 Garuda Limosine memperlihatkan bahwa kendaraan dinas berlapis perlindungan tinggi tetap membutuhkan penyempurnaan dari pengguna langsung. Dalam hal ini, masukan dari Presiden dan pengguna lain disebut Pindad sebagai bagian penting untuk meningkatkan kualitas produk ke depan.

Pindad menempatkan pengalaman tersebut sebagai umpan balik untuk inovasi berikutnya. Perusahaan berharap evaluasi itu bisa membantu pengembangan kendaraan nasional yang lebih matang, andal, dan sesuai kebutuhan operasional negara.

Source: www.liputan6.com

Terkait