Pertamax Tembus Rp17.000 di Sejumlah Wilayah, Selisih dengan Pertalite Makin Terasa

Harga BBM Pertamina per 17 Juni 2026 masih menjadi sorotan karena sejumlah produk nonsubsidi mengalami penyesuaian harga sejak 10 Juni. Di wilayah Jawa, Pertamax Green 95 tercatat dijual Rp17.000 per liter, sementara Pertamax berada di Rp16.250 per liter.

Perbedaan harga antardaerah juga terlihat jelas pada lini BBM lain. Kondisi itu membuat jarak harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi tetap lebar, terutama bagi pengendara yang rutin memakai bahan bakar dengan spesifikasi lebih tinggi.

Harga yang berlaku di Jawa

Di wilayah Jawa, Pertalite tetap dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter. Sementara itu, Pertamax Pertashop berada di Rp16.150 per liter, Pertamax Turbo Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.

Pertamax Green 95 menjadi salah satu produk dengan banderol tertinggi di wilayah ini. Produk tersebut tercatat tersedia di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur dengan harga Rp17.000 per liter.

Selisih harga antarwilayah masih lebar

Harga Pertamax di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi juga berbeda dari Jawa. Di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, Pertamax dipatok Rp17.000 per liter, sedangkan di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, serta Sulawesi, harganya tercatat Rp16.650 per liter.

Di wilayah yang sama, Pertamax Turbo umumnya berada di Rp21.200 atau Rp21.650 per liter. Dexlite dijual antara Rp23.500 hingga Rp24.000 per liter, sedangkan Pertamina Dex berada di kisaran Rp25.350 sampai Rp25.900 per liter.

Area khusus mendapat harga berbeda

Sejumlah kawasan Free Trade Zone juga memiliki struktur harga yang tidak sama dengan wilayah reguler. Di FTZ Sabang, Pertamax tercatat Rp15.250 per liter dan Dexlite Rp21.550 per liter, sedangkan di FTZ Batam Pertamax berada di Rp15.500 per liter dan Dexlite Rp21.850 per liter.

Perbedaan serupa juga muncul di wilayah Maluku dan Papua. Di Maluku dan Maluku Utara, Pertamax dijual Rp16.650 per liter dengan Pertamax Pertashop Rp16.550 per liter, sementara Pertamax Turbo tidak tersedia pada daftar tersebut.

Bahan bakar diesel ikut terdampak

Pada lini diesel, Dexlite dan Pertamina Dex tetap menjadi pilihan untuk kendaraan bermesin diesel modern. Keduanya menawarkan angka cetane lebih tinggi dibanding Biosolar, sehingga menjadi opsi bagi pengguna yang membutuhkan kualitas pembakaran lebih baik.

Di Nusa Tenggara Timur, muncul pula Biosolar Non-Subsidi dengan harga Rp22.900 per liter. Namun Biosolar Subsidi tetap berada di Rp6.800 per liter, sama seperti wilayah lain yang tercantum.

Kisaran harga nasional yang perlu dicermati

Secara umum, daftar harga menunjukkan bahwa BBM nonsubsidi memiliki rentang yang jauh lebih tinggi dibanding produk subsidi. Pertalite tetap bertahan di Rp10.000 per liter di seluruh wilayah yang tercantum, sementara beberapa produk premium seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex menunjukkan perbedaan harga yang bergantung pada lokasi distribusi.

Perbedaan itu dipengaruhi biaya distribusi, kondisi geografis, dan status kawasan tertentu seperti FTZ. Karena itu, pengendara yang ingin menekan biaya operasional perlu menyesuaikan pilihan BBM dengan spesifikasi kendaraan dan kebutuhan harian.

Source: moladin.com

Terkait