BYD Dolphin PHEV Meluncur, Harganya Nyaris Rp 600 Juta Tapi Cuma Dijual Di Eropa

BYD kembali menambah pilihan mobil elektrifikasi dengan meluncurkan Dolphin PHEV untuk pasar Eropa. Model ini langsung menarik perhatian karena dibanderol 33.550 USD atau sekitar Rp 596,4 jutaan dan membawa teknologi yang serupa dengan BYD M6 DM-i di Indonesia.

Untuk sementara, BYD Dolphin PHEV hanya akan dipasarkan di Eropa. Mobil ini juga akan dirakit secara lokal di Szeged, Hungaria, sebagai bagian dari strategi BYD menyesuaikan produk dengan kebutuhan dan selera konsumen setempat.

Desain masih familiar, tetapi lebih sporti

Secara tampilan, posturnya masih mirip dengan BYD Dolphin yang sudah hadir di Indonesia. Perbedaan paling jelas ada pada desain headlight yang berubah total dan memberi karakter lebih tegas.

Lampu depan itu membuat tampilannya terasa lebih sporti dibandingkan Dolphin EV. Pilihan warna yang ditawarkan juga disebut lebih berani ketimbang nuansa pastel yang dipasarkan di dalam negeri.

Dimensi lebih ringkas dari Dolphin EV

BYD Dolphin PHEV punya ukuran panjang 4.160 mm, lebar 1.825 mm, tinggi 1.575 mm, dan wheelbase 2.610 mm. Jika dibandingkan dengan BYD Dolphin EV, hatchback hybrid ini sedikit lebih kecil pada sisi panjang dan jarak sumbu roda.

Sebagai pembanding, BYD Dolphin EV memiliki dimensi 4.290 mm x 1.770 mm x 1.570 mm dengan wheelbase 2.700 mm. Perbedaan itu membuat Dolphin PHEV tetap membawa bahasa desain yang serupa, tetapi dengan proporsi yang sedikit berbeda.

Kabinnya tetap mengusung nuansa gelap

Masuk ke interior, BYD masih mempertahankan kesan sporti lewat dominasi warna gelap. Aksen oranye pada jok memberi sentuhan kontras yang membuat kabin terlihat lebih hidup.

Pendekatan itu membuat Dolphin PHEV terasa konsisten dengan eksteriornya yang agresif. Namun BYD tetap menjaga tampilan kabin agar tidak terlalu ramai dan masih cocok untuk pasar Eropa.

Mesin bensin dan motor listrik jadi andalan

Di bagian teknis, BYD Dolphin PHEV memakai mesin bensin 1.500 cc yang dipadukan dengan motor elektrik 161 hp. Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga puncak 173 hp untuk varian standar.

Mobil ini menggunakan baterai berkapasitas 7,42 kWh. Dengan paket tersebut, Dolphin PHEV diklaim mampu menempuh jarak listrik murni sejauh 40 kilometer berdasarkan siklus WLTP.

Ada versi dengan baterai lebih besar

Pada tipe tertinggi, BYD juga menawarkan baterai 18,3 kWh. Varian ini memberi daya jelajah listrik yang lebih jauh, yakni 105 kilometer, sekaligus output tenaga yang naik menjadi 209 hp.

Kehadiran dua opsi baterai itu menunjukkan BYD menargetkan kebutuhan penggunaan yang berbeda di pasar Eropa. Satu sisi menawarkan efisiensi untuk mobilitas harian, sementara sisi lain memberi jarak tempuh listrik yang lebih panjang.

Potensi pasar yang lebih luas masih terbuka

Di Indonesia, BYD baru mulai memperkenalkan teknologi PHEV lewat DM-i. Kondisi itu membuat peluang hadirnya model PHEV lain dari BYD di pasar Indonesia masih terbuka.

Meski begitu, untuk saat ini BYD Dolphin PHEV tetap menjadi produk yang diprioritaskan untuk Eropa. Dengan harga resmi yang sudah diumumkan, model ini memperlihatkan langkah BYD memperluas lini kendaraan ramah lingkungan ke segmen yang lebih spesifik.

Source: otomotif.katadata.co.id

Terkait