Pengendara yang melintas di sekitar Monas pada Jumat sore hingga malam perlu bersiap menghadapi potensi kepadatan lalu lintas. Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pengalihan arus secara situasional karena ada kegiatan Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi Tahun 2026.
Acara itu akan digelar di Plaza Monumen Nasional sisi selatan, Jakarta Pusat, pada pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Kedatangan peserta dari berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya diperkirakan menambah beban lalu lintas di kawasan pusat kota.
Dishub DKI Jakarta menyatakan rekayasa lalu lintas disiapkan untuk menjaga kelancaran kegiatan tanpa mengganggu mobilitas masyarakat. Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan 88 petugas telah disiagakan untuk mendukung pengaturan di lapangan.
Menurut Budi, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional. Pengaturan difokuskan di Jalan Medan Merdeka Selatan sisi utara.
Kawasan Monas memang termasuk salah satu titik dengan volume kendaraan yang tinggi, terutama pada sore hingga malam hari. Karena itu, perubahan arus di sekitar lokasi acara berpotensi memengaruhi perjalanan warga yang melintas dari barat, utara, maupun menuju timur Jakarta.
Pengaturan ini ditujukan untuk kendaraan dari arah Tanah Abang dan dari arah Kota yang menuju Senen. Dishub menegaskan pelaksanaannya tetap fleksibel dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan.
Jalur yang perlu diwaspadai
Warga yang biasa melintas di koridor Medan Merdeka Selatan diminta mengantisipasi perubahan rute sejak sore. Penyesuaian waktu perjalanan juga disarankan untuk mengurangi risiko terjebak antrean kendaraan di sekitar Monas.
Arus dari Harmoni menuju Bundaran HI diarahkan melalui Jalan Majapahit, Jalan Medan Merdeka Barat, lalu Jalan MH Thamrin. Rute ini menjadi salah satu opsi utama untuk menghindari area yang terdampak pengaturan lalu lintas.
Bagi pengendara dari Harmoni yang hendak menuju Tugu Tani, rute alternatif yang disiapkan melewati Jalan Ir H Juanda, Jalan Pos, Jalan Gedung Kesenian, Jalan Lapangan Banteng Utara, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jalan Taman Pejambon, Jalan Pejambon, Jalan Medan Merdeka Timur, lalu Jalan M.I. Ridwan Rais. Jalur ini mengalihkan kendaraan menjauh dari titik kegiatan di sekitar Monas selatan.
Pengguna jalan dari Harmoni yang menuju Stasiun Gambir dapat melalui Jalan Majapahit, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Kebon Sirih, Jalan MI Ridwan Rais, dan Jalan Medan Merdeka Timur. Rute ini menjadi pilihan bagi kendaraan yang tetap harus masuk ke kawasan sekitar Gambir.
Untuk arus dari Bundaran HI menuju Harmoni, tersedia dua alternatif. Pengendara bisa memilih Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Majapahit atau melalui Jalan MH Thamrin, Jalan Budi Kemuliaan, Jalan Abdul Muis, lalu Jalan Majapahit.
Sementara itu, kendaraan dari Bundaran HI yang ingin menuju Senen disarankan melalui Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Majapahit, Jalan Ir H Juanda, Jalan Pos, Jalan Dr Sutomo, lalu Jalan Gunung Sahari Raya. Jalur ini menghindarkan kendaraan dari area yang diperkirakan padat di sekitar Monas.
Alternatif untuk arah Tanah Abang, Tugu Tani, dan Senen
Dari Tanah Abang menuju Tugu Tani, kendaraan dapat melintas melalui Jalan Jatibaru Raya dan Jalan Kebon Sirih. Rute ini menjadi opsi singkat bagi pengendara dari sisi barat pusat kota.
Untuk arah sebaliknya, dari Tugu Tani menuju Tanah Abang, jalur alternatif yang disiapkan adalah Jalan MI Ridwan Rais, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Medan Merdeka Utara, Jalan Majapahit, lalu Jalan Abdul Muis. Pengalihan ini mengarahkan kendaraan memutar melalui koridor utara kawasan Monas.
Bagi kendaraan dari kawasan Kramat dan Salemba menuju Tanah Abang, rute yang disarankan ialah Jalan Kramat Raya, Jalan Pasar Senen, Jalan Gunung Sahari Raya, Jalan Budi Utomo, Jalan Lapangan Banteng Utara, Jalan Katedral, Jalan Ir H Juanda, lalu Jalan Suryopranoto. Jalur ini cocok untuk pengendara dari wilayah timur yang ingin menghindari kepadatan di inti Jakarta Pusat.
Dishub mengimbau masyarakat yang akan melintas di sekitar Monas pada Jumat sore hingga malam untuk memanfaatkan jalur alternatif tersebut. Warga juga diminta menyesuaikan waktu perjalanan agar mobilitas tetap lancar selama kegiatan berlangsung.
Dengan adanya rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional, kondisi di lapangan bisa berubah mengikuti kepadatan kendaraan. Karena itu, pengguna jalan di sekitar Monas, Harmoni, Bundaran HI, Gambir, Tugu Tani, hingga Senen perlu lebih cermat memilih rute sebelum berangkat.
Source: otomotif.kompas.com






