Staria Hybrid dan EV Muncul di Data Indonesia, Hyundai Malah Bilang Masih Studi Pasar

Jejak Hyundai Staria Hybrid dan varian listrik murninya mulai terlihat di Indonesia. Nama kedua model itu tercantum dalam data Peraturan Menteri Dalam Negeri, memicu perhatian karena menandakan Hyundai tengah menyiapkan opsi elektrifikasi baru di segmen MPV besar.

Namun, kemunculan nama di dokumen resmi belum berarti peluncuran akan segera terjadi. Hyundai Motors Indonesia menegaskan pendaftaran produk ke institusi terkait merupakan hal yang lazim dilakukan, termasuk untuk kebutuhan studi pasar sebelum memutuskan pemasaran.

Data yang dikutip dari katadata.com menunjukkan Hyundai Staria Hybrid telah masuk dalam Permendagri No. 11 Tahun 2026. Dalam dokumen itu, tercantum dua model, yakni Staria Signature 1.6T HEV (4X2) AT dan Staria 1.6T HEV (4X2) AT.

Menariknya, pada lembar yang sama juga muncul nama Staria VIP EV. Kehadiran nama ini mengindikasikan bahwa Hyundai tidak hanya memantau peluang untuk versi hybrid, tetapi juga membuka kemungkinan membawa Staria listrik murni ke pasar Indonesia.

Untuk nilai dasar kendaraan, Staria Signature 1.6T HEV tercatat memiliki Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebesar Rp 535 juta. Lalu Staria VIP 1.6T HEV tercantum Rp 456 juta, sementara Staria VIP EV tercatat Rp 615 juta.

Hyundai masih menunggu hasil studi pasar

Head of Public Relation PT Hyundai Motors Indonesia, Rouli Sijabat, menyatakan pendaftaran produk ke institusi terkait di Indonesia merupakan hal yang wajar dilakukan oleh produsen. Menurut dia, langkah itu dilakukan untuk berbagai kepentingan, salah satunya studi pasar.

Rouli juga menegaskan bahwa keberadaan nama produk di dokumen administratif belum otomatis berarti mobil tersebut akan dijual. Keputusan pemasaran, menurut Hyundai, sangat bergantung pada hasil studi dan kesesuaian dengan kebutuhan pasar di Indonesia.

Pernyataan itu memberi konteks penting di tengah antusiasme terhadap model baru elektrifikasi. Apalagi, Staria sendiri sudah dikenal sebagai MPV premium berukuran besar yang memiliki lini produk cukup lengkap di pasar global.

Di situs resmi Hyundai Indonesia, nama Staria memang sudah terpampang. Hal itu membuat kemunculan varian hybrid dan EV di dokumen pemerintah makin menarik untuk dicermati, meski statusnya masih sebatas terpantau dan belum diumumkan resmi untuk penjualan.

Bekal teknis Staria Hybrid

Secara global, Hyundai Staria Hybrid pertama kali meluncur di Korea Selatan dan beberapa pasar lain pada 2024. Varian ini mengusung mesin bensin empat silinder Smartstream 1,6 liter turbocharged yang juga digunakan pada Santa Fe HEV.

Mesin bensin itu dipadukan dengan motor listrik sebagai bagian dari sistem hybrid. Seluruh tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis enam percepatan.

Berdasarkan data Hyundai Global, mesin bensinnya menghasilkan tenaga 178 hp dengan torsi maksimum 265 Nm. Sementara motor listriknya menghasilkan 72 daya kuda dengan torsi maksimum 304 Nm.

Output gabungan sistem ini mencapai 242 daya kuda dengan torsi maksimum 367 Nm. Angka itu menjadikan Staria Hybrid sebagai varian paling bertenaga di keluarga Staria.

Efisiensi bahan bakarnya juga menjadi salah satu nilai jual penting. Konsumsi BBM-nya disebut berada di angka 7,7 liter per 100 kilometer atau sekitar 12,9 km per liter.

Staria EV sudah lebih dulu diperkenalkan di luar negeri

Untuk versi listrik murni, Staria Electric mulai diperkenalkan pada awal 2026 di Brussels, Belgia. Model ini kemudian mulai dipasarkan di Eropa dan Korea Selatan pada paruh pertama tahun ini.

Staria EV dibekali baterai 84 kWh. Tenaganya mencapai 216 PS atau 160 kW dengan torsi 350 Nm, dan seluruh daya disalurkan ke roda depan atau FWD.

Jarak tempuh maksimalnya disebut mencapai 400 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Spesifikasi itu menempatkan Staria EV sebagai opsi mobil keluarga besar yang menonjolkan kepraktisan sekaligus emisi nol dari sisi penggunaan.

Hyundai juga membekali model ini dengan pengisian cepat DC. Dalam kondisi ideal, pengisian dari 10 persen hingga 80 persen dapat dilakukan dalam waktu sekitar 20 menit.

Kehadiran nama Staria Hybrid dan Staria VIP EV di dokumen resmi menunjukkan Hyundai setidaknya sedang memetakan peluang pasar Indonesia untuk MPV elektrifikasi berukuran besar. Untuk saat ini, arah akhirnya masih menunggu hasil studi pasar dan keputusan bisnis Hyundai di dalam negeri.

Source: otodriver.com

Terkait