Memasuki 18 Juni 2026, harga BBM Pertamina belum bergerak dari penyesuaian terakhir di awal bulan. Kondisi ini membuat tarif Pertamax hingga Pertamina Dex masih bertahan, meski perhatian publik tetap tinggi karena sebelumnya Pertamax sudah naik dibanding periode sebelumnya.
Bagi pengguna kendaraan pribadi, stabilnya harga hari ini tetap penting dipantau karena BBM nonsubsidi langsung memengaruhi biaya harian. Di sisi lain, selisih harga antardaerah juga masih terlihat jelas, terutama di wilayah dengan biaya distribusi lebih tinggi atau status kawasan khusus.
Harga acuan di wilayah Jawa
Untuk wilayah Jawa, Pertalite masih dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter. Di segmen bensin nonsubsidi, Pertamax tercatat Rp16.250 per liter, Pertamax Green 95 Rp17.000 per liter, dan Pertamax Turbo Rp20.750 per liter.
Produk diesel nonsubsidi juga tetap tersedia dengan harga lebih tinggi. Dexlite dipasarkan Rp23.000 per liter, sedangkan Pertamina Dex berada di Rp24.800 per liter.
Pilihan BBM untuk bensin dan diesel
Pertamina tetap menempatkan Pertamax Green 95 dan Pertamax Turbo sebagai opsi untuk kendaraan bensin yang membutuhkan oktan lebih tinggi. Keduanya dipakai oleh pengendara yang mengejar performa mesin yang lebih sesuai dengan spesifikasi kendaraan.
Untuk kendaraan diesel, Dexlite dan Pertamina Dex ditujukan bagi mesin diesel modern. Keduanya memiliki angka cetane lebih tinggi dibandingkan Biosolar sehingga proses pembakaran dapat berjalan lebih optimal.
Selisih harga antarwilayah masih lebar
Harga BBM Pertamina tidak seragam di seluruh Indonesia. Biaya distribusi, kondisi geografis, dan status kawasan tertentu seperti Free Trade Zone ikut membentuk perbedaan harga antardaerah.
Di Aceh, Pertamax tercatat Rp16.650 per liter dan Pertamina Dex Rp25.350 per liter. Di FTZ Sabang, Pertamax lebih rendah di Rp15.250 per liter, sementara Dexlite berada di Rp21.550 per liter.
Rincian beberapa wilayah utama
Di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, Pertamax berada di Rp16.250 per liter. Pada wilayah yang sama, Pertamax Turbo Rp20.750 per liter dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.
Bali dan Nusa Tenggara Barat mengikuti pola harga yang sama untuk Pertamax dan Pertamax Turbo. Namun, di Nusa Tenggara Timur ada tambahan Biosolar Non-Subsidi sebesar Rp22.900 per liter selain Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter.
Di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, Pertamax dipatok Rp17.000 per liter. Pada kelompok wilayah ini, Pertamina Dex mencapai Rp25.900 per liter dan menjadi salah satu yang paling tinggi dalam daftar.
Kondisi di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua
Di Kalimantan Barat, Tengah, dan Timur, Pertamax berada di Rp16.650 per liter. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara mencatat Pertamax Rp17.000 per liter dengan Pertamina Dex Rp25.900 per liter.
Seluruh wilayah Sulawesi memakai skema harga yang serupa dengan banyak wilayah lain di luar Jawa, dengan Pertamax Rp16.650 per liter dan Pertamina Dex Rp25.350 per liter. Di Maluku dan Maluku Utara, Pertamax tetap tersedia di Rp16.650 per liter, tetapi Pertamax Turbo tidak dicantumkan.
Di Papua, Pertamax tercatat Rp16.650 per liter dan Dexlite Rp23.500 per liter. Untuk Papua Barat dan Papua Barat Daya, Pertamax Dex tersedia di Rp25.350 per liter, sedangkan di Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah, Pertamax Turbo juga tidak dicantumkan.
Harga BBM nonsubsidi saat ini masih menunjukkan perbedaan yang cukup besar antarproduk maupun antarwilayah. Karena itu, pengendara perlu menyesuaikan pilihan bahan bakar dengan spesifikasi kendaraan dan kebutuhan penggunaan harian agar pengeluaran tetap terkendali.
