ALVA One XP yang dikenal sebagai skuter listrik premium ternyata bisa berubah jauh lebih buas setelah mendapat sentuhan modifikasi di sektor kelistrikan. Hasilnya tidak main-main, kecepatan puncaknya tembus 140 km/jam dan jarak tempuhnya mencapai sekitar 190 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Peningkatan ini menarik perhatian karena ubahan tidak dilakukan pada motor penggerak atau BLDC bawaan. Fokus modifikasi justru diarahkan ke controller, baterai, dan beberapa perangkat pendukung, yang kemudian mengubah karakter performa motor secara signifikan.
Modifikasi tersebut dikerjakan oleh bengkel spesialis kendaraan listrik EV Story di Bekasi. Dari proyek ini terlihat bahwa batas performa motor listrik tidak selalu ditentukan oleh motor penggeraknya saja.
Performa melonjak tanpa ganti motor penggerak
Salah satu titik krusial ada pada controller bawaan pabrik yang dinilai membatasi daya. Pada ALVA One XP ini, komponen tersebut diganti dengan controller Nanjing 72 volt yang mampu mengatur aliran tenaga lebih besar ke motor listrik.
Penggantian controller itu membuat distribusi tenaga menjadi lebih optimal. Dampaknya, akselerasi meningkat tajam dan motor tetap bisa menjaga performa saat diajak melaju jauh atau menghadapi tanjakan.
EV Story menyebut tenaga yang diteruskan ke motor listrik naik lebih dari dua kali lipat dibanding konfigurasi standar. Lonjakan ini menjadi alasan utama mengapa karakter motor berubah dari yang semula dianggap kurang bertenaga menjadi jauh lebih agresif.
Perubahan paling mudah terlihat muncul pada mode berkendara. Motor ini kini memiliki tiga mode dengan batas kecepatan 75 km/jam, 100 km/jam, dan 140 km/jam.
Dalam penggunaan nyata, motor disebut mampu melampaui 120 km/jam dengan respons akselerasi yang tetap terjaga. Angka itu menempatkan ALVA One XP hasil modifikasi ke level performa yang jauh di atas bayangan banyak pengguna motor listrik harian.
Jarak tempuh ikut naik drastis
Peningkatan tidak berhenti di sisi kecepatan. EV Story juga melakukan perubahan besar pada sektor baterai dengan memasang dua baterai lithium-ion 72 volt 50 Ah yang dirangkai paralel.
Susunan itu menghasilkan total kapasitas 100 Ah atau sekitar 7,2 kWh. Kapasitas yang lebih besar ini bukan hanya mendukung tenaga lebih tinggi, tetapi juga memperpanjang daya jelajah motor.
Dalam pengujian penggunaan normal, jarak tempuhnya disebut mencapai sekitar 190 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Capaian itu memberi nilai tambah besar bagi pengguna yang membutuhkan motor listrik untuk mobilitas harian sekaligus perjalanan lebih jauh.
Kombinasi top speed tinggi dan jarak tempuh panjang menjadi poin yang menonjol dari proyek ini. Biasanya peningkatan performa identik dengan konsumsi energi yang lebih besar, tetapi pada kasus ini efisiensi untuk perjalanan jauh tetap dipertahankan.
Sudah dicoba di jalur menanjak
Salah satu sorotan lain datang dari pengujian di medan yang tidak ringan. Unit modifikasi ini disebut pernah dipakai melintasi kawasan pegunungan, termasuk rute menuju Bromo hingga Bali.
Pengalaman itu penting karena salah satu keluhan umum pada motor listrik standar adalah penurunan tenaga saat menghadapi tanjakan panjang. Pada ALVA One XP yang sudah dimodifikasi, penurunan performa drastis itu disebut tidak muncul seperti pada sistem standar.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan sistem kelistrikan memang efektif mengatasi kelemahan yang kerap ditemui pada kendaraan listrik di daerah berbukit. Dengan suplai daya yang lebih besar dan pengaturan tenaga yang lebih optimal, motor bisa mempertahankan dorongan saat dibutuhkan.
Bagi pengguna, hal ini membuat motor tidak lagi terasa hanya cocok untuk jalan datar perkotaan. Kemampuan menjelajah rute menanjak memperluas fungsi kendaraan listrik untuk kebutuhan yang lebih beragam.
Biaya modifikasi dan komponen yang diganti
Untuk mendapatkan paket peningkatan performa itu, pemilik ALVA One XP perlu menyiapkan dana sekitar Rp19 juta. Nilai tersebut mencakup penggantian controller 72 volt, baterai lithium-ion berkapasitas besar, speedometer digital baru, dan charger yang sudah mendukung sistem tegangan lebih tinggi.
Biaya itu memang tidak kecil. Namun, hasil yang didapat juga mencakup tiga hal utama sekaligus, yaitu tenaga yang jauh lebih besar, kecepatan puncak yang melonjak, dan jarak tempuh yang memanjang.
Proyek ini juga menunjukkan bahwa pengembangan motor listrik tidak selalu harus dimulai dari penggantian motor penggerak. Pada ALVA One XP, optimalisasi controller dan baterai justru menjadi kunci transformasi paling besar.
Dari skuter listrik premium yang sebelumnya dinilai kurang meyakinkan di tanjakan, ALVA One XP kini tampil dengan karakter yang sangat berbeda. Dengan top speed hingga 140 km/jam, jarak tempuh sekitar 190 kilometer, dan kemampuan melewati jalur pegunungan, motor ini memperlihatkan besarnya ruang pengembangan performa pada kendaraan listrik.







