Mazda Pilih Layar Besar, Tombol Fisik Dianggap Justru Mengganggu Fokus Pengemudi

Mazda mengambil posisi yang cukup berani di tengah perdebatan soal interior mobil modern. Alih-alih mempertahankan tombol fisik, pabrikan asal Jepang itu justru menilai kontrol lewat layar sentuh bisa lebih aman dan lebih ramah bagi pengemudi.

Pernyataan itu menarik perhatian karena selama ini banyak produsen Jepang dan Korea dikenal masih mengandalkan tombol konvensional. Di sisi lain, pabrikan Tiongkok lebih agresif mendorong layar sentuh sebagai bagian dari modernisasi kabin.

Tombol fisik dinilai justru memecah fokus

Mazda menyebut antarmuka yang mereka kembangkan dirancang untuk meminimalkan gangguan saat berkendara. Alasan itu disebut lahir dari umpan balik pelanggan sekaligus pertimbangan soal keselamatan penggunaan.

Program Manager Mazda CX-5, Koichiro Yamaguchi, bahkan menegaskan bahwa layar berukuran besar dinilai lebih aman dibanding kontrol konvensional. Menurutnya, tombol fisik untuk AC umumnya ditempatkan di bagian bawah dasbor sehingga pengemudi harus menunduk untuk mengoperasikannya.

Ia juga menyoroti banyaknya sakelar yang serupa saat pengemudi mencoba mengubah pengaturan. Kondisi itu membuat pengemudi harus melihat dan memilih tombol yang tepat, sehingga perhatian ke jalan berkurang.

“Ketika kami harus memasang tombol fisik untuk AC, itu akan diletakkan pada bagian bawah. Kemudian, pengemudi harus melihat ke bawah dan ada 15 sakelar yang tampak serupa. Artinya, pengemudi harus melihat dan memilih tombol dengan benar. Jadi, lebih baik memiliki kontrol ini di layar,” kata Yamaguchi dikutip Drive.

CX-5 jadi contoh perubahan arah

Pendekatan ini terlihat jelas pada transformasi interior Mazda CX-5 generasi baru. Kabinnya kini lebih memusatkan pengaturan pada layar, bukan pada deretan tombol fisik seperti yang lazim ditemukan pada banyak mobil Jepang lain.

Langkah tersebut terasa berbeda karena Mazda selama ini identik dengan pendekatan yang lebih konservatif pada antarmuka kabin. Perubahan itu memberi sinyal bahwa Mazda siap mengambil jalur desain yang tidak selalu sejalan dengan kebiasaan industri asal negaranya.

Mazda6e dan CX-6e juga sudah lebih dulu menampilkan interior minimalis dengan dominasi layar besar. Kedua model itu memang memakai basis hasil kerja sama dengan pabrikan Tiongkok, Changan.

Masih ada ruang untuk tombol fisik

Meski begitu, Mazda tidak menutup pintu sepenuhnya bagi tombol konvensional. Pabrikan tetap membuka kemungkinan penggunaan pengaturan fisik di masa mendatang jika ada masukan kuat dari pelanggan.

Sikap ini menunjukkan Mazda memilih pendekatan yang lebih fleksibel ketimbang sekadar mengikuti tren desain interior. Keputusan akhirnya tampak bertumpu pada satu hal utama: bagaimana pengemudi bisa mengoperasikan fitur kabin tanpa kehilangan fokus di jalan.

Source: www.bincangbincangmobil.com

Terkait