BMW M3 Listrik Muncul Perdana, Tenaganya Disebut Bisa Tembus 1.000 Bhp

BMW mulai membuka arah baru untuk M3 listrik lewat M Concept Neue Klasse, sebuah konsep agresif yang memberi petunjuk kuat tentang mobil listrik M pertama. Model ini diposisikan bukan sekadar i3 yang dibuat lebih galak, melainkan sedan performa dengan rancangan teknis dan desain khusus.

Konsep itu diperkenalkan di ajang Le Mans 24 Hours dan menjadi penanda evolusi divisi performa BMW M. Menurut Autocar, M3 generasi baru akan berbasis sedan i3 dan memakai platform Gen6, dengan pilihan mesin enam silinder segaris serta tenaga listrik.

Desain yang dibuat lebih tegas

BMW M ingin bahasa desain generasi baru terlihat lebih berbeda dari model reguler dibanding generasi saat ini. Kepala desain BMW M Oliver Heilmer mengatakan arah desain tersebut dibuat lebih tegas dan bertenaga.

Ia juga menegaskan filosofi lama masih dipertahankan. “Di BMW M, bentuk selalu mengikuti fungsi,” kata Heilmer, dan setiap detail harus melayani performa.

Wujud konsep ini memang dibangun untuk menarik perhatian. Ada kap mesin berbentuk V, lubang udara besar untuk sistem penggerak listrik bertenaga tinggi, gril shark nose atau “hidung hiu”, serta spion khusus M.

BMW juga menambahkan fender belakang yang lebar dan elemen aerodinamika dari serat alami. Bagian depan memakai bumper bergaya trimaran, sementara di belakang ada sayap ducktail untuk membantu gaya tekan ke bawah dan efisiensi aerodinamika.

Ciri lain yang menonjol adalah lampu depan kuning. Elemen ini terinspirasi dari dunia balap, termasuk mobil balap M Hybrid V8 LMDh di World Endurance Championship, dan BMW menyebut warna tersebut akan menjadi ciri khas mobil M mendatang.

Kabin dibuat fokus ke pengemudi

Nuansa balap tidak berhenti di bagian luar. Interior dibuat sederhana dan berorientasi pada pengemudi, dengan empat jok bucket yang memeluk tubuh lebih kuat.

Jok itu dibalut kulit merino khas M dan dilengkapi sabuk merah. Pendekatan ini memperkuat posisi konsep tersebut sebagai mobil performa, bukan sekadar sedan listrik mewah.

Sistem listrik disiapkan untuk performa tinggi

Untuk versi listrik, BMW M menyiapkan sistem empat motor, masing-masing satu motor untuk tiap roda. Susunan ini memungkinkan tenaga diatur sangat presisi ke setiap roda.

Pengendalian sistem itu ditugaskan kepada unit baru bernama Heart of Joy. Sistem ini mengatur pembagian torsi dari depan ke belakang dan kiri ke kanan, sekaligus memaksimalkan energi yang dipulihkan saat mobil melambat.

Arsitektur pengisian yang dipakai adalah 800V, sama seperti i3 dan iX3 standar. Sistem tegangan tinggi ini dirancang untuk memungkinkan pengisian lebih cepat.

BMW juga menggunakan baterai lebih dari 100 kWh dengan sel silinder baru BMW. Kombinasi ini menjadi fondasi teknis untuk mengejar performa tinggi sekaligus menjaga efisiensi pengisian dan pemakaian daya.

Tenaga mendekati 1.000 bhp

BMW belum mengumumkan angka resmi untuk performa M3 listrik. Namun, informasi yang dihimpun Autocar menyebut tenaga mobil ini bisa mencapai sekitar 1.000 bhp.

Angka tersebut kira-kira dua kali lipat dari M3 enam silinder saat ini. Meski begitu, BMW M menegaskan mobil listrik performa mereka tidak hanya dirancang untuk akselerasi lurus.

Bos penjualan BMW M Sylvia Neubauer mengatakan kepada Autocar bahwa prioritasnya tetap menjaga DNA M. Menurutnya, mobil harus hidup, mudah dikendalikan, dan mampu memberi rasa percaya antara pengemudi, mobil, dan jalan.

Arah itu menunjukkan bahwa BMW M tidak sedang sekadar mengejar angka tenaga besar. Pabrikan asal Jerman itu ingin membawa karakter khas M ke era listrik tanpa kehilangan fokus pada kendali, respons, dan koneksi dengan pengemudi.

Source: voi.id

Terkait