Cuaca panas membuat kabin mobil bisa berubah menjadi ruang berbahaya dalam hitungan menit. Di kondisi seperti ini, bukan hanya makanan yang perlu diwaspadai, tetapi juga obat-obatan, baterai, elektronik, hingga botol air minum.
Banyak benda sehari-hari tampak sepele saat ditinggal sebentar di dalam mobil. Namun, panas ekstrem dapat merusak isi barang itu, menurunkan fungsinya, atau bahkan memicu bahaya seperti kebakaran dan ledakan.
Aerosol bisa meledak saat terpapar panas
Kaleng aerosol termasuk barang yang paling berisiko ditinggal di mobil panas. Produk seperti semprotan deodoran, hairspray, dan cat semprot bisa mengalami kenaikan tekanan saat suhu naik, sesuai prinsip Ideal Gas Law.
Pada label, banyak kaleng aerosol memberi peringatan agar tidak disimpan di tempat yang melebihi 120 derajat. Masalahnya, suhu di dalam mobil panas bisa melampaui 130 derajat, sehingga risiko kaleng meledak menjadi nyata.
Obat-obatan dapat kehilangan efektivitas
Obat, termasuk yang dijual bebas, juga tidak aman disimpan di mobil panas. Aspirin dapat terurai, obat berbasis hormon bisa melemah, cairan obat bisa mengering, dan kapsul gel bisa meleleh atau menjadi lengket.
Risikonya lebih serius pada obat yang dibutuhkan dalam kondisi darurat. Nitroglycerin bisa menjadi tidak aktif, insulin sensitif terhadap perubahan suhu ke dua arah, dan epinephrine dalam EpiPen terbukti cepat terdegradasi di panas menurut penelitian Medical University of Lodz.
Elektronik mudah rusak dan kehilangan fungsi
Ponsel, laptop, dan tablet sering tertinggal saat pemiliknya masuk ke toko atau meninggalkannya di dudukan mobil. Selain rawan dicuri, perangkat ini juga bisa bermasalah jika dibiarkan di kabin yang panas.
Apple menyebut iPhone dan iPad idealnya digunakan pada suhu 32 hingga 95 derajat, sementara Samsung juga merekomendasikan rentang serupa untuk perangkat Galaxy. Saat terlalu panas, perangkat bisa menampilkan peringatan, memperlambat pengisian daya, meredupkan layar, melemahkan sinyal, atau membekukan sebagian fungsi.
Baterai bisa bocor, rusak, atau terbakar
Baterai dari berbagai jenis juga patut dijauhkan dari mobil yang terpanggang matahari. Energizer menyarankan baterai dibawa di bagasi kabin saat penerbangan karena akses pemadam lebih mudah, dan perusahaan itu juga tidak menyarankan penyimpanan di tempat panas seperti mobil saat musim panas.
Panasonic menyebut baterainya dirancang untuk beroperasi pada suhu 41 hingga 113 derajat. Lithium battery jauh lebih sensitif lagi karena bisa berasap, terbakar, dan memicu kebakaran, termasuk pada vape dan e-cigarette yang membawa kombinasi baterai lithium dan cairan mudah terbakar.
Makanan cepat masuk zona bahaya
Makanan yang mudah basi seharusnya tidak dibiarkan terlalu lama di mobil panas. USDA menyebut makanan tidak boleh berada di luar pendingin lebih dari dua jam, dan jika suhu di atas 90 derajat, batas aman turun menjadi satu jam.
USDA juga menjelaskan bahwa zona bahaya makanan berada di antara 40 dan 140 derajat. CDC menambahkan bahwa bahan seperti daging mentah, kecambah, buah dan sayur yang belum dicuci, melon potong, produk susu dan jus yang tidak dipasteurisasi, serta adonan mentah sangat rentan ditinggalkan di panas.
Minuman beralkohol dan produk berbasis alkohol juga bermasalah
Beer dan wine tidak aman dibiarkan lama di mobil panas, terutama jika terkena sinar matahari langsung. Beer dalam botol hijau atau bening lebih rentan mengalami skunking karena paparan UV, sementara wine bisa rusak rasanya atau bahkan meledak.
Ada pula risiko pada hand sanitizer dan pembersih yang mengandung alkohol. Produk itu membawa cairan mudah terbakar, sehingga bisa menyala jika terkena percikan api atau listrik statis dalam kondisi tertentu.
Botol air plastik tidak selalu aman
Air minum dalam botol plastik sering dianggap aman untuk disimpan sebagai cadangan darurat. Namun, botol PET diketahui mengandung antimony, dan sebuah studi di China yang dipublikasikan di Environmental Pollution menemukan peningkatan antimony pada air yang disimpan pada suhu 158 derajat.
Meski risiko kesehatan dari paparan ini tidak muncul seketika, para peneliti menyimpulkan air kemasan tidak seharusnya disimpan di suhu tinggi. Botol plastik juga bisa memusatkan sinar matahari seperti kaca pembesar dan memicu api pada material yang mudah terbakar di dalam mobil.
