Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Harga Bekasnya Kini Mulai Rp48 Juta

Toyota Avanza lawas masih jadi buruan di pasar mobil bekas, terutama bagi pembeli yang mencari mobil keluarga berkapasitas tujuh penumpang dengan biaya masuk yang semakin terjangkau. Di pasar saat ini, harga bekasnya bahkan sudah dimulai dari kisaran Rp48 juta, bergantung pada generasi, fitur, dan teknologi yang dibawa.

Meski dikenal tangguh, Avanza bekas bukan berarti bebas masalah. Pakar otomotif Koh Lung Lung dari Dokter Mobil mengingatkan ada sejumlah penyakit umum yang perlu dicermati sebelum transaksi, mulai dari mesin mengelitik, overheat, AC tidak dingin, hingga gangguan pada sistem pengapian.

Popularitas Avanza di pasar mobil bekas tidak lepas dari reputasinya sebagai mobil yang bandel dan fleksibel untuk kebutuhan harian. Kombinasi kabin yang lega, daya angkut tujuh penumpang, serta nama besar Toyota membuat model ini tetap kuat daya tariknya di berbagai rentang harga.

Bagi calon pembeli mobil keluarga pertama atau kendaraan operasional, kondisi teknis unit bekas menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Pemeriksaan menyeluruh penting dilakukan agar harga murah tidak berubah menjadi biaya perbaikan besar setelah mobil dibawa pulang.

Penyakit yang Paling Sering Muncul

Salah satu keluhan yang sering muncul pada Avanza lawas adalah mesin mengelitik. Menurut Koh Lung Lung, kondisi ini umumnya dipicu penggunaan bahan bakar berkualitas rendah yang memicu penumpukan deposit di ruang bakar.

Masalah lain yang juga perlu diwaspadai adalah overheat, terutama pada unit yang usianya sudah lebih dari tiga tahun. Penyebab yang kerap muncul adalah kerak yang menyumbat radiator atau komponen motor fan yang sudah mati.

Keluhan AC kurang dingin juga cukup sering ditemukan pada Avanza bekas. Sumber masalah ini umumnya berasal dari magnetic clutch yang masa pakainya sudah habis.

Di sektor pengapian, Koh Lung Lung juga mencatat potensi getaran pada mesin. Gejala ini biasanya berkaitan dengan koil atau busi yang sudah mati.

Gangguan lain bisa terasa saat pengereman. Rem yang bergetar ketika diinjak dapat menandakan piringan rem sudah tidak rata dan perlu perhatian lebih lanjut.

Khusus pada varian Veloz, ada kasus kipas radiator tetap menyala walau kunci sudah dicabut. Kondisi ini disebut bisa mengarah pada kerusakan sensor temperatur cairan pendingin atau ECT.

Tetap Tangguh Jika Perawatan Benar

Di balik daftar penyakit tadi, Koh Lung Lung menilai Avanza tetap termasuk mobil yang sangat bisa diandalkan jika dirawat dengan tepat. Ia menyebut model generasi awal dibuat sangat kuat dan tetap nyaman dipakai selama pemilik menjaga perawatannya dengan benar.

Pandangan itu ikut menjelaskan kenapa Avanza masih bertahan sebagai salah satu nama paling kuat di pasar mobil bekas. Reputasi mesin yang awet membuat banyak pembeli tetap berani melirik unit berumur, selama kondisi dasarnya masih sehat.

Karena itu, pembeli tidak cukup hanya melihat tampilan luar atau odometer. Riwayat servis dan kondisi komponen vital seperti radiator serta sistem pengapian justru menjadi titik pemeriksaan yang lebih menentukan.

Harga Bekas dari Generasi ke Generasi

Dari sisi harga, Avanza generasi pertama menjadi pilihan paling ekonomis. Unit produksi 2003 hingga 2010 dipasarkan di kisaran Rp48 juta sampai Rp92 juta.

Generasi ini masih memakai sistem penggerak roda belakang atau RWD. Karakter ini disukai banyak pengguna karena dianggap cocok untuk tanjakan dan beban berat.

Pilihan berikutnya adalah generasi kedua yang diproduksi pada 2011 hingga 2021. Di pasar bekas, harganya berada di rentang Rp77 juta sampai Rp197 juta.

Generasi kedua menarik bagi pembeli yang ingin tampilan lebih modern dan fitur keselamatan yang lebih lengkap. Pada model facelift, Avanza juga sudah dibekali teknologi Dual VVT-i untuk efisiensi bahan bakar yang lebih baik.

Bagi pembeli dengan anggaran lebih besar, tersedia generasi ketiga yang diproduksi mulai 2021. Harga bekasnya berada di kisaran Rp147 juta hingga Rp245 juta.

Generasi ini membawa perubahan besar karena sudah memakai penggerak roda depan atau FWD. Platform DNGA yang digunakan juga disebut memberi rasa stabilitas yang lebih baik.

Rentang harga yang lebar membuat Avanza bisa masuk ke banyak segmen pembeli. Namun semakin murah harga sebuah unit, semakin penting pula pengecekan komponen rawan seperti radiator, pengapian, rem, dan sistem pendingin kabin.

Ketersediaan suku cadang yang melimpah ikut menjadi alasan mengapa Avanza tetap menarik meski usianya tidak muda lagi. Dengan pemeriksaan yang teliti dan perawatan yang tepat, model ini masih menjadi salah satu opsi paling rasional di bursa mobil bekas.

Source: www.suara.com

Terkait