Pasar Mobil China Makin Ketat, Nio Prediksi Penjualan Ritel Anjlok 20 Persen

Pasar mobil China sedang memasuki fase yang jauh lebih ketat, dan sinyal perlambatan itu mulai terasa dari proyeksi salah satu pemain utamanya. CEO Nio, Li Bin, memperkirakan penjualan ritel mobil di China tahun ini turun 15 persen hingga 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peringatan itu menjadi penting karena pasar otomotif China sudah tidak lagi bergantung pada gelombang pembeli baru. Kepemilikan mobil penumpang di negara itu telah melampaui 370 juta unit, sehingga persaingan kini bergeser ke perebutan konsumen yang sudah ada.

Tekanan pasar sudah terlihat

Data China Passenger Car Association atau CPCA menunjukkan penjualan mobil di China turun 20 persen menjadi 7,1 juta unit dalam lima bulan hingga 31 Mei. Tekanan itu dipicu beberapa faktor, termasuk perubahan pajak pembelian kendaraan energi baru atau NEV dan tingginya harga minyak dunia.

Pada pekan pertama Juni, penurunan itu bahkan melebar menjadi 23 persen. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pelemahan pasar bukan sekadar gejala jangka pendek, melainkan bagian dari perubahan yang lebih luas di industri otomotif China.

Li menyebut masa pertumbuhan tinggi pasar mobil China mulai berakhir. Menurut dia, produsen kini harus bersaing lebih keras di banyak lini sekaligus, dari desain produk hingga layanan purnajual.

Persaingan juga akan makin berat di teknologi inti, rantai pasok, manufaktur, penjualan, hingga pembangunan merek. Dalam pandangannya, setiap tahap rantai bisnis kini menjadi medan penting untuk memenangkan konsumen.

NEV masih lebih kuat, tapi pasar tetap tertekan

Di tengah pelemahan pasar mobil secara umum, segmen kendaraan energi baru atau NEV masih menunjukkan daya tahan lebih baik. NEV mencakup mobil listrik dan kendaraan elektrifikasi lain, dan di China segmen ini masih lebih kuat dibanding mobil berbahan bakar minyak.

Penjualan NEV turun 15 persen dalam lima bulan pertama menjadi 3,7 juta unit. Namun, karena penurunan mobil bensin lebih dalam, pangsa pasar NEV justru naik menjadi 52 persen.

Pada pekan pertama Juni, pangsa NEV bahkan mendekati 67 persen, yang menjadi rekor tertinggi menurut data CPCA. Angka ini menunjukkan bahwa pergeseran ke kendaraan elektrifikasi masih berlanjut, meski pasar total sedang melambat.

Nio melihat persaingan bergeser ke efisiensi

Li juga menilai produsen mobil tidak lagi cukup hanya mengandalkan perbandingan spesifikasi. Jarak tempuh, tenaga, dan fitur tetap penting, tetapi menurut dia, mobil listrik yang makin mirip satu sama lain membuat pembeda utama bergeser ke kemampuan pengembangan.

Ia menekankan pentingnya sistem pengembangan yang matang dan efisien. Sistem ini mencakup cara perusahaan merancang produk, menguji teknologi, mengatur produksi, dan membawa kendaraan ke pasar.

Yicai Global melaporkan bahwa Li menggambarkan tahun ini sebagai periode paling menantang sejak Nio masuk ke industri otomotif. Meski begitu, penjualan perusahaan masih tumbuh dan kinerja beberapa bulan ke depan tetap menjadi sorotan.

Pengiriman Nio, termasuk merek Onvo dan Firefly, melonjak 69 persen menjadi 150.526 unit pada Januari hingga Mei dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan yang berbasis di Shanghai itu juga menargetkan penjualan 450.000 hingga 490.000 unit tahun ini.

Target tersebut naik 40 persen hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di tengah pasar yang kian padat dan persaingan yang makin keras, capaian target itu akan sangat bergantung pada kemampuan Nio menjaga momentum di segmen NEV dan menghadapi tekanan yang sama dengan para pesaingnya.

Source: voi.id

Terkait