Jangan Asal Percaya Penjual, Bedanya Jok Kulit Asli dan Sintetis Bisa Tercium dan Tergaruk

Author: Qoo Media

Mengganti jok mobil dengan kulit asli kerap dipilih pemilik kendaraan yang menginginkan kenyamanan dan kualitas lebih baik. Namun, selisih harga yang lebih mahal juga membuka celah penjual nakal untuk menawarkan bahan sintetis seolah-olah kulit asli.

Karena itu, pembeli perlu memahami ciri paling dasar yang bisa dikenali tanpa alat khusus. Dua tanda yang paling mudah diperiksa adalah respons permukaan saat digaruk ringan dan aroma bahan jok saat dicium.

Galuh Basundhoro, Brand Manager Assistant MBtech, menjelaskan pemeriksaan sederhana bisa dilakukan dengan menggaruk sedikit permukaan bahan memakai kuku. Tujuannya untuk melihat apakah muncul bekas garukan putih di bagian atas lapisan jok.

Menurut Galuh, bekas garukan pada jok kulit asli tidak langsung hilang hanya dengan usapan tangan, kain, atau lap. Sementara pada jok kulit sintetis, bekas putih itu bisa cepat memudar atau langsung hilang setelah diusap.

Cara ini penting karena banyak konsumen hanya menilai dari tampilan luar. Padahal, secara visual, bahan sintetis bisa dibuat menyerupai kulit asli dan berpotensi mengecoh pembeli yang tidak teliti.

Cek dari permukaan bahan

Pengujian lewat garukan ringan menjadi salah satu langkah praktis saat melihat sampel jok. Pemeriksaan ini tidak membutuhkan perlakuan rumit, tetapi tetap perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak bahan.

Fokus utamanya ada pada perubahan warna sementara di permukaan dan bagaimana material bereaksi sesudahnya. Pada kulit asli, bekas tersebut tidak serta-merta lenyap ketika diusap, sedangkan sintetis cenderung lebih cepat kembali seperti semula.

Perbedaan itu dapat menjadi petunjuk awal tentang jenis material yang digunakan. Meski sederhana, langkah ini bisa membantu konsumen menghindari pembayaran mahal untuk bahan yang kualitasnya tidak sesuai klaim.

Aroma juga bisa jadi pembeda

Selain dari sentuhan dan permukaan, ciri lain bisa dikenali lewat bau bahan jok. Arief Hidayat, CEO Wealthy Group, menyebut jok kulit asli memiliki aroma khas kulit yang cukup mudah dikenali.

Sebaliknya, jok kulit sintetis cenderung mengeluarkan bau seperti bahan kimia yang lebih menyengat. Aroma ini menjadi salah satu tanda yang cukup jelas, terutama ketika bahan berada dalam kondisi panas.

Arief menjelaskan kulit sintetis pada dasarnya menggunakan bahan utama Polyvinyl Chloride atau PVC. Bahan ini umum dikenal sebagai material dasar untuk produk plastik seperti pipa.

Karena basisnya plastik dan mengandung unsur kimia, bau menyengat itu bisa muncul saat material terpapar panas. Kondisi kabin mobil yang sering menerima panas membuat ciri ini menjadi lebih mudah dikenali.

Mengapa konsumen perlu waspada

Kulit asli memang dikenal lebih mahal dibanding lapisan sintetis. Perbedaan harga itu sejalan dengan anggapan kualitas yang juga lebih baik, sehingga konsumen perlu lebih waspada saat memilih material jok pengganti.

Risiko tertipu biasanya muncul ketika pembeli hanya menerima klaim penjual tanpa memeriksa bahan secara langsung. Padahal, pemeriksaan sederhana pada permukaan dan aroma bisa memberi gambaran awal tentang keaslian material.

Bagi pemilik mobil yang berencana mengganti jok, langkah paling aman adalah tidak terburu-buru mengambil keputusan. Mintalah sampel bahan untuk dilihat, diraba, digaruk ringan, lalu dicium aromanya sebelum menyetujui pemasangan.

Pengecekan itu menjadi penting terutama saat yang ditawarkan adalah jok dengan klaim kulit asli. Dengan memahami perbedaan dasar antara kulit sintetis dan kulit asli, konsumen punya bekal lebih kuat untuk menilai apakah harga yang dibayar benar-benar sesuai dengan material yang diterima.

Terbaru