Suzuki DR-Z4SM dan KTM 390 SMC R sama-sama menyasar penggemar supermoto yang mencari motor ringan, lincah, dan menyenangkan dipakai di jalan raya maupun trek karting. Keduanya juga sama-sama memakai mesin satu silinder di kisaran 400cc, tetapi karakter yang ditawarkan sangat berbeda.
Di satu sisi, Suzuki membawa pendekatan tradisional yang menekankan kesederhanaan, ketahanan, dan rasa berkendara klasik. Di sisi lain, KTM tampil sebagai supermoto modern dengan teknologi lebih lengkap, performa lebih tinggi, dan harga yang justru lebih agresif.
Suzuki DR-Z4SM: DNA klasik yang dibuat lebih modern
DR-Z4SM merupakan evolusi dari keluarga DR-Z yang sudah lama dikenal di dunia motor trail dan supermoto. Mesin 1 silinder 398cc DOHC berpendingin cairan miliknya menghasilkan 37,5 hp pada 8.000 rpm dan torsi 37 Nm pada 6.500 rpm.
Karakter mesin itu lebih menonjolkan torsi yang mudah dipakai sejak putaran bawah hingga menengah. Hasilnya, motor terasa nyaman untuk harian dan tetap menyenangkan saat dibawa menikung di jalan berkelok.
Suzuki juga mempertahankan ciri supermoto yang membuat motor ini terasa lincah. Bodinya ramping, posisi duduknya tinggi, dan ergonominya memberi ruang gerak bebas saat pengendara melakukan manuver.
Ubahan modern tetap hadir lewat lampu LED dan bodywork baru. Namun identitas DR-Z tetap dijaga agar tidak kehilangan kesan sederhana yang menjadi nilai utamanya.
Handling menjadi salah satu daya tarik terbesar DR-Z4SM. Sasis baru, bobot yang relatif ringan, dan suspensi yang dapat diatur membuatnya gesit di kota maupun di jalur berliku.
Fitur modern pada motor ini juga sudah cukup lengkap untuk kelasnya. Suzuki membekalinya dengan ride-by-wire, Suzuki Drive Mode Selector, traction control, ABS, dan beberapa mode berkendara.
Keunggulan lain ada pada reputasi keandalan dan kemudahan perawatan yang selama ini melekat pada Suzuki. DR-Z4SM dipasarkan dengan harga 8.999 USD atau sekitar Rp 160,8 jutaan.
KTM 390 SMC R: lebih bertenaga, lebih tajam, lebih kaya fitur
KTM 390 SMC R hadir dengan mesin LC4c 1 silinder 398,7cc berpendingin cairan. Mesin ini menghasilkan 44,4 hp pada 8.500 rpm dan torsi 39 Nm pada 7.000 rpm.
Secara angka, performanya lebih unggul dari Suzuki, terutama pada putaran menengah hingga atas. Mesin LC4c dikenal responsif dan senang diajak berputar tinggi.
Desain KTM juga jauh lebih agresif. Garis bodinya tajam dan terinspirasi langsung dari keluarga 690 SMC R, meski posisi berkendaranya tetap tegak seperti supermoto pada umumnya.
Handling menjadi nilai jual besar lainnya. Suspensi WP APEX fully adjustable, geometri yang agresif, dan sasis yang ringan membuat motor ini cepat berpindah arah dan terasa hidup saat masuk tikungan.
Berbagai pengujian media juga menunjukkan bahwa motor ini punya keseimbangan yang baik antara performa sporty dan kenyamanan harian. Itu membuatnya menarik bukan hanya untuk hobi, tetapi juga untuk penggunaan sehari-hari.
Dari sisi fitur, KTM membawa paket yang lebih lengkap dibanding Suzuki. Kelengkapannya mencakup panel TFT warna, traction control, Supermoto ABS, konektivitas modern, dan opsi quickshifter.
Harga juga menjadi kartu penting KTM. 390 SMC R dipasarkan di 6.049 USD atau sekitar Rp 108,1 jutaan, jauh lebih rendah dibanding Suzuki.
Dua karakter, dua pendekatan
Jika dilihat dari spesifikasi, keduanya sama-sama memakai velg 17 inci depan-belakang dan bobot 154 kg. Keduanya juga sama-sama hadir dengan suspensi adjustable dan konsep supermoto murni yang menuntut kelincahan.
Perbedaannya justru terasa pada filosofi. Suzuki menawarkan paket yang lebih sederhana, lebih matang, dan lebih menonjolkan rasa supermoto klasik, sementara KTM mengejar performa lebih tinggi dan fitur yang lebih modern.
Tinggi jok juga menjadi pembeda yang cukup terasa. DR-Z4SM berada di 890 mm, sedangkan 390 SMC R ada di 860 mm, sehingga KTM sedikit lebih ramah bagi pengendara yang menginginkan akses lebih mudah ke jok.
Dari kapasitas tangki, Suzuki membawa 8,7 liter dan KTM 9 liter. Selisih ini tidak besar, tetapi tetap menunjukkan bahwa keduanya dirancang untuk segmen yang sangat mirip dengan prioritas yang berbeda.
Pada akhirnya, pilihan bergantung pada selera pengendara. DR-Z4SM cocok bagi yang menginginkan supermoto Jepang tradisional dengan reputasi sederhana dan tahan banting, sedangkan 390 SMC R lebih pas untuk yang mencari tenaga lebih besar, fitur lebih lengkap, dan harga yang lebih masuk akal.
Source: ridertua.com






