Peluncuran penyegaran Grecale, GranCabrio, dan GranTurismo memberi sinyal kuat bahwa Maserati belum ingin meninggalkan mesin bensin dalam waktu dekat. Ketiganya masih mengandalkan 3.0L V6 Nettuno, mesin yang pertama kali diperkenalkan saat MC20 debut pada 2020.
Langkah itu juga menegaskan posisi Nettuno sebagai jantung penting dalam lini masa depan Maserati. Pabrikan berlogo trisula tersebut menyebut powertrain ini akan memainkan peran besar di jajaran produknya.
Cristiano Fiorio, Chief Marketing Officer Maserati, mengatakan pihaknya akan menjaga agar mesin itu tetap relevan bagi konsumen dalam beberapa tahun mendatang. Salah satu caranya adalah membawa teknologi hibrida ke Nettuno.
“Kami melihat masa depan hybrid untuk Nettuno, karena ini adalah jenis kinerja lain yang dapat kami peroleh. Ini juga memberikan nilai tambah bagi pelanggan di masa depan,” kata Fiorio dikutip dari Motor1.
Hybrid, tetapi bukan PHEV
Maserati menegaskan jalur elektrifikasi Nettuno tidak akan mengikuti skema plug-in hybrid. Perusahaan justru menyiapkan opsi hybrid konvensional, termasuk teknologi tegangan rendah 48V dan opsi tegangan tinggi dalam portofolionya.
Fiorio menjelaskan bahwa Maserati tidak mengejar PHEV. Sikap itu membedakan pendekatan Maserati dari beberapa merek mewah lain yang lebih agresif masuk ke plug-in hybrid.
Pilihan tersebut juga sejalan dengan posisi lini Folgore sebagai jajaran listrik murni Maserati. Artinya, pelanggan yang menginginkan karakter elektrifikasi penuh sudah memiliki jalur lain tanpa harus mengubah identitas Nettuno.
Jaga karakter mesin khas Maserati
Sampai saat ini, belum ada model bermesin Nettuno hybrid yang diumumkan. Meski begitu, arah yang dipilih memberi sinyal bahwa mesin V6 khas Maserati masih akan bertahan lebih lama dari yang diperkirakan.
Di sisi lain, Maserati sebenarnya sudah punya model mild-hybrid di Grecale. Namun, sistem itu memakai mesin 2.0 4-silinder turbo TBI-M, bukan Nettuno, dan basis mesinnya juga digunakan pada beberapa model Stellantis seperti Alfa Romeo Giulia, Jeep Compass, dan Jeep Wrangler.
Karena itu, kehadiran Nettuno hybrid akan membawa nilai berbeda. Mesin ini bisa memperkuat eksklusivitas Maserati sebagai pengembang mobil mewah yang masih mempertahankan karakter teknisnya sendiri.
Titik balik di tengah tekanan pasar
Arah ke hybrid juga muncul di saat pasar mobil listrik belum bergerak sekuat harapan banyak pabrikan. Stellantis disebut membatalkan investasi untuk pengembangan versi EV dari MC20, Quattroporte, dan Levante karena lemahnya permintaan mobil berbaterai.
Dalam konteks bisnis, langkah ini menjadi penting bagi Maserati. Merek tersebut hanya menjual sekitar 7.900 unit pada fiskal 2025, jauh di bawah 11.300 unit pada 2024 dan 26.600 unit pada 2023.
Dengan angka penjualan yang menurun tajam, hybrid pada Nettuno bisa menjadi titik balik yang menentukan. Maserati kini tampak mencoba menjaga tradisi mesin V6 khasnya sambil tetap memberi ruang bagi elektrifikasi yang lebih realistis bagi pasar premium.
Source: www.bincangbincangmobil.com






