Polemik seputar Ferrari Luce kini bergeser dari soal desain ke dugaan praktik penjualan di jaringan dealer. Ferrari membantah keras klaim bahwa ada pelanggan yang dipaksa memesan model listrik murni itu demi menjaga status mereka sebagai klien utama.
Kontroversi Luce sendiri sudah memantik banyak reaksi sejak peluncurannya. Sebagian pihak menilai tampilannya tidak terasa seperti Ferrari, sementara sebagian lain mempertanyakan langkah pabrikan yang masuk ke era EV murni lewat lini terbaru ini.
Di tengah sorotan itu, laporan yang beredar menyebut sejumlah dealer menekan pelanggan agar memesan Luce. Tujuannya disebut untuk mencegah mereka kehilangan posisi sebagai pelanggan penting dalam ekosistem Ferrari yang selama ini identik dengan jumlah terbatas dan eksklusivitas tinggi.
Menanggapi isu tersebut, Chief Marketing Officer Ferrari Enrico Galliera menegaskan bahwa tudingan itu tidak benar. Ia menyebut Luce memang dibuat untuk karakter pelanggan yang berbeda, bukan semata-mata untuk pemilik Ferrari lama.
“Posisi kami sudah jelas sejak awal: Luce dirancang untuk tipe pelanggan yang berbeda, bukan hanya untuk pemilik Ferrari lama, meskipun mereka dipersilakan membelinya,” kata Galliera seperti dikutip Motor1, Minggu, 21 Juni.
Ferrari juga menilai tekanan kepada pelanggan justru bisa merugikan merek sendiri. Pelanggan yang merasa tidak puas dapat membawa citra buruk bagi perusahaan dan menyebarkan opini negatif yang berdampak ke reputasi.
Risiko lain datang dari pasar mobil bekas. Ferrari menyebut pelanggan yang terpaksa membeli Luce mungkin akan menjualnya kembali, dan hal itu bisa menekan nilai jual kembali serta memicu efek berantai di pasar sekunder.
Di sisi permintaan, Ferrari mengklaim minat terhadap Luce datang dari dua kelompok yang relatif seimbang. Permintaan disebut hampir merata antara pelanggan baru dan mereka yang sudah memiliki mobil Ferrari, meski perusahaan tidak merinci persentase pembagiannya.
Pernyataan itu menjadi penting karena Ferrari selama ini dibangun di atas strategi kelangkaan dan selektivitas. Dalam konteks seperti itu, tuduhan bahwa ada tekanan pembelian tentu sensitif karena langsung menyentuh hubungan antara merek, dealer, dan pelanggan setia.
Luce sendiri hadir sebagai simbol pembukaan petualangan terbaru Ferrari. Namun, respons publik menunjukkan bahwa transisi ke era mobil listrik tidak hanya diuji oleh teknologi dan desain, melainkan juga oleh cara merek menjaga eksklusivitas tanpa memunculkan kesan memaksa konsumen.
