Jaecoo J5 EV Tembus 13 Ribu Unit, Ungguli Jauh Atto 1 di Pasar Mobil Listrik

Jaecoo J5 EV sedang menikmati momentum besar di pasar mobil listrik Indonesia. Hingga bulan lalu, model SUV listrik ini sudah terjual 13.949 unit dan membuat Jaecoo unggul jauh meski baru mengandalkan satu model saja.

Pencapaian itu menempatkan J5 EV sebagai BEV terlaris selama lima bulan. Di saat yang sama, pasar mobil listrik secara keseluruhan juga tumbuh kuat dengan total 57.087 unit terjual dan pangsa 15,9 persen dari pasar roda empat di Indonesia.

J5 EV jadi andalan tunggal Jaecoo

Jaecoo belum punya banyak senjata di segmen listrik, tetapi J5 EV langsung mendapat sambutan positif. Model ini disebut sebagai satu-satunya mobil listrik Jaecoo di Indonesia, namun penjualannya tetap bisa melaju konsisten dan menembus lebih dari 1.000 unit per bulan.

Salah satu daya tarik utamanya adalah harga yang dinilai terjangkau untuk ukuran SUV listrik. Selain itu, mobil ini juga dibekali fitur canggih dan modern yang membuatnya cepat dilirik konsumen setelah meluncur.

Jauh meninggalkan rival terdekat

Posisi J5 EV di puncak daftar penjualan terlihat sangat kuat karena selisihnya lebar dari pesaing terdekat. BYD Atto 1 berada di urutan berikutnya dengan 7.867 unit, sedangkan BYD M6 mencatat 5.017 unit.

Perbandingan ini menunjukkan J5 EV tidak sekadar memimpin, tetapi juga memisahkan diri dari grup penantang. Bahkan dalam lima bulan, total penjualannya sudah mendekati 14 ribu unit, jauh di atas beberapa model populer lain.

Pasar mobil listrik tetap tumbuh meski ada tantangan

Kinerja J5 EV datang di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu dan penundaan penerapan insentif mobil listrik hingga bulan ini. Situasi itu membuat sebagian konsumen menahan pembelian mobil ramah lingkungan, sehingga penjualan di segmen ini sempat tertekan.

Meski begitu, pasar mobil listrik masih mencatat pertumbuhan yang solid. Secara keseluruhan, penjualan hingga bulan lalu mencapai 57.087 unit dan memberi kontribusi 15,9 persen terhadap pasar roda empat nasional.

BYD Atto 1 sempat terpukul transisi produksi lokal

Salah satu alasan J5 EV bisa melesat jauh adalah turunnya penjualan BYD Atto 1. Mobil itu disebut terdampak transisi ke produksi lokal setelah persiapan pabrik selesai, yang membuat distribusinya menurun drastis dibanding sebelumnya.

Pada Mei 2026, Atto 1 hanya mencatat 28 unit, hasil terendah dalam beberapa bulan terakhir. Padahal, sepanjang tahun lalu jumlahnya sempat melebihi 20 ribu unit dan sempat membuatnya berpeluang besar untuk bersaing di papan atas.

Model lain ikut meramaikan daftar BEV terlaris

Di belakang dua nama besar itu, Geely EX2 menorehkan 4.964 unit dan menjadi capaian terbaik merek tersebut. Sementara itu, EX5 sebagai BEV pertama Geely baru terjual 1.239 unit, terpaut jauh dari EX2.

Wuling Darion EV juga masuk daftar dengan 2.765 unit, disusul GAC Aion V sebanyak 1.420 unit dan UT sebanyak 1.335 unit. Di kelas lebih premium, Denza D9 menjadi satu-satunya mobil listrik mewah dalam daftar, dengan 2.359 unit dan status sebagai MPV premium listrik terlaris di Indonesia.

Di tengah persaingan yang makin ramai, Jaecoo J5 EV tetap tampil paling menonjol. Dengan penjualan yang sudah menembus 13 ribu unit dan posisi teratas yang cukup jauh dari rival, model ini kini menjadi tolok ukur baru di segmen mobil listrik terjangkau berbodi SUV.

Source: ridertua.com

Terkait