Akses Enggram-Pemuda Sawangan Ditutup Sampai Desember, Ini Jalur Pengalihan Wajib Lewat Muchtar

Author: Qoo Media

Rekayasa lalu lintas mulai diterapkan di kawasan Sawangan, Depok, menyusul dimulainya rekonstruksi Jalan Enggram dan Jalan Pemuda. Kebijakan ini langsung berdampak pada penutupan sementara ruas Enggram–Pemuda untuk kendaraan dari dan menuju arah Bojongsari selama pekerjaan berlangsung.

Langkah itu menjadi perhatian karena ruas tersebut selama ini menjadi salah satu jalur penting pergerakan kendaraan di Sawangan. Di sisi lain, proyek peningkatan kapasitas jalan ini diharapkan bisa menjadi bagian dari upaya mengurai kemacetan kronis di kawasan tersebut.

Akses utama dialihkan ke Jalan Raya Muchtar

Dinas Perhubungan Kota Depok menyiapkan pengalihan arus melalui Jalan Raya Muchtar sebagai koridor utama selama konstruksi berjalan. Skema ini diberlakukan untuk menghindari penumpukan kendaraan di area proyek sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Depok, Ari Manggala, menjelaskan pengendara dari arah Bojongsari yang hendak menuju Simpang Parung Bingung, Jalan Raya Margonda, maupun Meruyung tidak dapat melintasi Jalan Enggram–Jalan Pemuda. Arus kendaraan dari arah tersebut diarahkan melalui Jalan Raya Muchtar.

Pembatasan yang sama juga berlaku untuk arus sebaliknya. Pengendara dari arah Simpang Parung Bingung menuju Bojongsari tidak diperbolehkan menggunakan ruas Jalan Enggram–Jalan Pemuda dan harus mengikuti jalur pengalihan yang sudah disiapkan.

Skema ini menunjukkan bahwa penutupan tidak hanya bersifat sebagian, melainkan memengaruhi akses kendaraan dari dua arah utama. Karena itu, pengguna jalan yang biasa melintas di koridor ini perlu menyesuaikan rute perjalanan lebih awal.

Warga sekitar tetap diberi akses terbatas

Meski akses utama ditutup sementara, mobilitas warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek tetap diakomodasi. Dishub Kota Depok menyiapkan jalur alternatif lokal agar aktivitas harian masyarakat di sekitar area rekonstruksi tidak sepenuhnya terhambat.

Kendaraan dari sekitar area pekerjaan dapat melintas melalui Jalan Jati untuk menuju Jalan Raya Muchtar. Jalur ini menjadi akses pendukung bagi warga lokal di tengah pembatasan pada ruas utama Enggram–Pemuda.

Kebijakan akses terbatas ini penting karena kawasan terdampak bukan hanya dilalui kendaraan penglaju, tetapi juga menjadi lingkungan aktivitas warga setempat. Dengan jalur lokal yang tetap dibuka, pergerakan dasar masyarakat di sekitar proyek masih dapat berlangsung.

Pengawasan diperketat di titik strategis

Untuk menjaga kelancaran pelaksanaan rekayasa lalu lintas, Dishub Kota Depok bekerja bersama kepolisian di lapangan. Pengaturan dilakukan di sejumlah titik strategis yang terdampak pengalihan arus.

Petugas disiagakan untuk membantu mengurai potensi kepadatan, terutama pada jam sibuk. Langkah ini dinilai penting karena perpindahan arus ke Jalan Raya Muchtar berpotensi menambah beban lalu lintas di koridor tersebut.

Dishub juga mengimbau masyarakat mematuhi rambu-rambu sementara yang dipasang selama masa pekerjaan. Pengendara diminta mengikuti arahan petugas agar kemacetan tambahan dapat dicegah dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.

Imbauan itu menjadi bagian penting dari skema manajemen lalu lintas, karena perubahan pola perjalanan sering memicu antrean baru bila tidak diikuti disiplin pengguna jalan. Kepatuhan terhadap rekayasa sementara dinilai menentukan efektivitas pengalihan arus selama proyek berjalan.

Proyek jalan alternatif dan target jangka panjang

Rekayasa lalu lintas ini diterapkan sebagai konsekuensi dari proyek peningkatan kapasitas jalan di kawasan Sawangan. Rekonstruksi Jalan Enggram dan Jalan Pemuda diarahkan untuk mendukung fungsi jalan alternatif di wilayah yang selama ini kerap mengalami kepadatan.

Sawangan memang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan tekanan lalu lintas tinggi. Kemacetan panjang bahkan kerap terlihat di Jalan Raya Sawangan, termasuk antrean kendaraan yang mengular dari sekitar gerbang exit Tol Sawangan.

Dalam konteks itu, proyek pelebaran dan rekonstruksi ruas Enggram–Pemuda diposisikan bukan sekadar pekerjaan fisik biasa. Proyek ini menjadi bagian dari upaya jangka menengah untuk menambah kapasitas jaringan jalan dan memperbaiki distribusi arus kendaraan di kawasan Sawangan.

Masa pekerjaan berlangsung cukup panjang. Ari Manggala menyebut pekerjaan dimulai pada 8 Juni dan dijadwalkan berlangsung hingga 6 Desember 2026.

Dengan durasi tersebut, pengguna jalan yang biasa melintas di Sawangan perlu mengantisipasi perubahan rute untuk beberapa bulan ke depan. Fokus utama selama periode itu tetap pada keselamatan di sekitar area konstruksi dan kelancaran arus kendaraan melalui jalur pengalihan yang telah ditetapkan.

Source: otomotif.kompas.com
Terbaru