GAC Indonesia menunda peluncuran dua model barunya, GAC E9 dan GAC Emzoom, yang sebelumnya disiapkan meluncur di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS). Keputusan ini muncul di tengah kondisi ekonomi yang belum kondusif dan efek kenaikan harga BBM non-subsidi.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa GAC Indonesia memilih menahan ekspansi ketimbang memaksakan peluncuran di saat pasar masih bergejolak. Perusahaan di bawah naungan Indomobil Group itu menilai waktu yang tepat belum datang, terutama untuk model yang masih bergantung pada bahan bakar fosil.
Alasan utama penundaan
CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, mengatakan penundaan diambil setelah perusahaan melihat pasar masih dibayangi ketidakpastian ekonomi. Ia menyebut Emzoom sebagai kendaraan berteknologi ICE 1.500 cc turbo yang saat ini belum cocok diluncurkan.
Andry juga menyinggung situasi setelah harga Pertamax naik. Menurut dia, kondisi itu membuat perusahaan menilai belum tepat menghadirkan kendaraan baru berbasis bahan bakar fosil ke pasar nasional.
Ia menambahkan bahwa gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai tempat ikut memperkuat pertimbangan tersebut. Dalam situasi seperti itu, GAC Indonesia memilih bersikap lebih hati-hati agar peluncuran tidak berbenturan dengan kondisi pasar yang belum stabil.
Dampak kurs dan harga jual
Selain kenaikan BBM, fluktuasi nilai tukar juga menjadi faktor penting dalam keputusan ini. Andry menyebut penguatan dolar Amerika Serikat dan yuan terhadap rupiah berpotensi membuat harga jual kendaraan menjadi kurang kompetitif.
Kondisi kurs yang naik dapat membuat produk baru tidak lagi ekonomis jika langsung dipasarkan sekarang. Karena itu, perusahaan menilai penundaan lebih masuk akal dibanding memaksakan harga yang berisiko kurang menarik bagi konsumen.
Mengapa GAC E9 ikut tertunda
Penundaan GAC Emzoom masih dianggap sejalan dengan karakter mesinnya yang memakai teknologi ICE. Namun, keputusan menunda GAC E9 juga menarik perhatian karena model ini mengusung teknologi plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV.
GAC E9 memang punya kemampuan berkendara secara elektrik, tetapi tetap memerlukan bahan bakar bensin untuk mendukung mesin konvensionalnya. Dengan alasan itu, GAC Indonesia menunda seluruh model yang masih memiliki ketergantungan terhadap BBM.
Belum ada jadwal baru
GAC Indonesia belum menetapkan waktu baru untuk meluncurkan E9 maupun Emzoom. Perusahaan akan terus memantau perkembangan harga BBM, stabilitas nilai tukar rupiah, dan kondisi ekonomi nasional sebelum mengambil keputusan berikutnya.
Andry mengatakan peluncuran akan dilakukan setelah kondisi pasar otomotif kembali normal. Ia juga menegaskan bahwa penundaan ini bukan berarti kehilangan momentum, karena model tersebut masih bisa diluncurkan ketika situasi dianggap lebih aman dan lebih menguntungkan.
Bagi GAC Indonesia, strategi ini dipilih untuk menjaga daya saing produk dan peluang menghadirkan harga yang lebih kompetitif. Di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian biaya, perusahaan tampaknya memilih menunggu ketimbang mengambil risiko di pasar yang belum pulih.
Source: www.liputan6.com






