Haedar Puji Dakwah Komunitas Muhammadiyah Jateng, Dorong Islam Inklusif yang Solutif

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, memberi apresiasi atas inovasi dakwah yang dikembangkan Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. Ia menilai dakwah Muhammadiyah perlu terus bergerak menjadi lebih inklusif, memberdayakan, dan solutif bagi persoalan masyarakat.

Sikap itu disampaikan saat Haedar menerima silaturahmi jajaran LDK PWM Jawa Tengah di Yogyakarta, Sabtu (20/6/2026). Dalam pertemuan itu, pengurus LDK memaparkan sejumlah program yang menyasar kelompok akar rumput dan komunitas yang selama ini belum banyak tersentuh layanan dakwah konvensional.

Dakwah diminta menyesuaikan perubahan sosial

Haedar menegaskan, dinamika global dan perkembangan teknologi menuntut pendakwah mengubah pola pikir lama. Ia menilai dakwah Muhammadiyah harus hadir sebagai gerakan yang menggembirakan, mencerahkan, menenangkan, dan memberi harapan kepada masyarakat.

Menurut dia, perubahan sosial yang berlangsung cepat membuat Muhammadiyah perlu menghadirkan model dakwah yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Dakwah, kata Haedar, tidak cukup berhenti pada penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga harus memberi jawaban atas persoalan sosial yang dihadapi umat.

Program LDK Jawa Tengah menyasar komunitas akar rumput

LDK PWM Jawa Tengah melaporkan sejumlah program yang sudah dijalankan. Di antaranya pendampingan mualaf di wilayah pedalaman, pembinaan mantan narapidana terorisme atau eks napiter, serta penguatan dakwah melalui komunitas BikersMu sebagai wadah pecinta otomotif Muhammadiyah.

Lembaga itu juga mengembangkan dakwah kultural melalui pendekatan seni dan budaya. Salah satu bentuknya adalah pertunjukan wayang kulit di sejumlah daerah untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Haedar menilai pendekatan tersebut menunjukkan kreativitas sekaligus keberanian Muhammadiyah dalam mengembangkan dakwah yang membumi. Menurut dia, cara itu membuat dakwah tetap relevan dengan konteks sosial masyarakat yang terus berubah.

Dorongan memperluas layanan sosial

Haedar juga menekankan bahwa masyarakat membutuhkan dakwah yang tidak hanya normatif, tetapi juga memberi pendampingan dan pemberdayaan secara langsung. Karena itu, para pendakwah didorong memperluas cakupan pelayanan sosial di luar ceramah keagamaan.

Bidang yang disebut perlu diperkuat antara lain bantuan hukum, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan kapasitas komunitas. Ia menegaskan dakwah harus hadir di tengah kehidupan masyarakat dengan membawa solusi.

Haedar berharap praktik baik LDK PWM Jawa Tengah bisa menjadi inspirasi bagi lembaga dakwah komunitas Muhammadiyah di daerah lain. Dengan pendekatan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada pemberdayaan, dakwah Muhammadiyah diharapkan semakin mampu menghadirkan Islam Berkemajuan yang membawa kemaslahatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Source: tvmu.tv

Terkait