Pemilik mobil Perodua di Malaysia mendapat kabar baik setelah pabrikan itu menurunkan harga suku cadang dan biaya jasa servis. Secara rata-rata, konsumen disebut bisa menghemat sekitar 10 persen dari tagihan servis.
Langkah ini penting karena menyentuh langsung biaya perawatan berkala yang rutin dikeluarkan pemilik kendaraan. Perodua menyatakan kebijakan tersebut diambil untuk membantu masyarakat lokal di tengah kenaikan biaya hidup.
Presiden dan CEO Perodua Datuk Seri Zainal Abidin Ahmad mengatakan penurunan harga menyasar suku cadang perawatan serta biaya jasa yang digunakan pelanggan. Menurut dia, dampaknya membuat konsumen bisa memperoleh penghematan rata-rata 10 persen dari tagihan servis.
Keringanan ini tidak hanya berlaku pada satu jenis pekerjaan bengkel. Potongan harga mencakup pemeriksaan kendaraan, penggantian suku cadang, hingga biaya jasa yang berkaitan dengan perawatan mobil.
Menyasar seluruh model
Program ini berlaku untuk seluruh model Perodua. Cakupannya juga termasuk mobil listrik terbaru mereka, QV-E.
Artinya, kebijakan tersebut tidak dibatasi hanya untuk mobil bermesin konvensional. Pemilik kendaraan listrik terbaru Perodua juga masuk dalam kampanye penurunan biaya perawatan ini.
Perodua mendorong pemilik mobilnya untuk memanfaatkan potongan harga tersebut. Pabrikan itu menekankan bahwa pelanggan tetap bisa mendapatkan suku cadang asli dengan harga yang lebih rendah.
Bagi konsumen, poin ini menjadi penting karena ongkos servis resmi biasanya tidak hanya ditentukan oleh tarif jasa. Harga komponen perawatan juga berpengaruh besar terhadap total tagihan bengkel.
Alasan di balik pemotongan harga
Perodua menyebut penurunan biaya servis ini sebagai bagian dari upaya memberi nilai lebih kepada pelanggan. Menurut Zainal, perusahaan ingin membantu pengguna kendaraan mereka mengurangi biaya operasional harian.
Ia juga menyatakan perusahaan melakukan perannya untuk mendukung pelanggan di tengah tekanan biaya hidup. Dengan kata lain, kebijakan ini diposisikan bukan sekadar promosi sesaat, tetapi bagian dari langkah yang langsung menyasar pengeluaran konsumen.
Perodua mengaku telah meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menghilangkan berbagai bentuk pemborosan. Hasil dari upaya itu kemudian disalurkan kembali kepada pelanggan dalam bentuk harga yang lebih murah.
Pernyataan itu memberi gambaran bahwa pemangkasan biaya bukan datang dari pengurangan layanan yang disebutkan ke publik. Sebaliknya, perusahaan menekankan efisiensi internal sebagai sumber ruang untuk menurunkan harga sparepart dan jasa.
Pasar yang sangat besar
Perodua juga menilai dampak program ini bisa luas karena basis kendaraan mereka sangat besar. Berdasarkan data internal perusahaan, ada lebih dari 5 juta kendaraan Perodua yang beroperasi di jalan raya.
Dengan populasi kendaraan sebesar itu, penurunan ongkos servis berpotensi dirasakan oleh banyak pemilik mobil di Malaysia. Perusahaan meyakini kampanye ini dapat membantu mereka melayani sebagian besar masyarakat dengan lebih baik.
Besarnya jumlah kendaraan beredar membuat isu biaya servis menjadi sangat relevan. Bagi pabrikan dengan populasi mobil yang tinggi, penyesuaian harga suku cadang dan jasa bisa langsung memengaruhi pengeluaran rumah tangga dalam skala besar.
Beriringan dengan penyesuaian harga QV-E
Kebijakan ini muncul tidak lama setelah Perodua mengumumkan harga baru QV-E yang juga lebih murah. Mobil listrik pertama Perodua itu sebelumnya sudah mendapat potongan harga.
Kedekatan waktu antara dua kebijakan tersebut menunjukkan adanya upaya lebih luas dari perusahaan untuk menekan beban biaya kepemilikan kendaraan. Bukan hanya harga mobil baru yang disesuaikan, tetapi juga biaya setelah mobil digunakan.
Bagi calon pembeli, penurunan biaya servis bisa menjadi pertimbangan tambahan selain harga kendaraan. Sementara bagi pemilik lama, kebijakan ini memberi manfaat yang lebih langsung karena menyentuh kebutuhan perawatan rutin.
Program yang mencakup seluruh model, penggunaan suku cadang asli, serta potongan pada komponen biaya utama bengkel membuat langkah Perodua ini menonjol. Di tengah biaya hidup yang naik, penurunan ongkos servis resmi menjadi kabar yang paling cepat terasa bagi pengguna mobil harian.
