Dealer Kurang 11, Penjualan Daihatsu Masih Tahan di Tengah Guncangan Jaringan

Kinerja penjualan Daihatsu tetap bertahan di tengah menyusutnya jaringan dealer, meski perusahaan belum mau berspekulasi soal dampak langsung dari hengkangnya satu grup rekanan besar. Perhatian utama kini tertuju pada catatan Juni, saat efek dari perubahan jaringan mulai terbaca lebih jelas di pasar.

Customer Relation Division Head AI DSO Tri Mulyono mengatakan pihaknya masih memantau perkembangan penjualan setelah grup dealer Asco Automotive yang memegang 11 dealer Daihatsu mundur pada awal Juni. Ia memilih tidak menjawab terlalu spesifik soal kemungkinan dampak negatif dan hanya menegaskan bahwa perkembangan bulan ini akan menjadi indikator penting.

Jaringan tetap luas, distribusi masih kuat

Daihatsu masih menempati posisi kedua merek mobil terlaris di Indonesia. Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, distribusi mobil Daihatsu ke dealer pada Januari-Mei 2026 mencapai 59.420 unit.

Angka itu naik 7,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Di sisi retail, penjualan Daihatsu juga naik 4,9 persen menjadi 59.484 unit pada lima bulan pertama 2026.

Di tengah perubahan jaringan, Daihatsu menegaskan bahwa kapasitas layanannya belum terganggu. Tri menyebut total jaringan mereka masih berada di 250 outlet yang dikelola 23 grup dealer dan tersebar di 34 provinsi.

Menurut Tri, penjualan dan kebutuhan konsumen dari area bekas jaringan Asco masih bisa ditangani dealer Daihatsu terdekat. Ia juga menyebut seluruh wilayah tersebut sudah dipetakan dan dapat di-cover oleh hotline dealer resmi terdekat.

Efek hengkangnya Asco masih dipantau

Asco Automotive sebelumnya memegang 11 dealer Daihatsu, dengan sebaran lima dealer di Jakarta, satu di Bekasi, dan lima lainnya di Jawa Timur. Keputusan grup itu meninggalkan jaringan Daihatsu otomatis memangkas salah satu mitra penjualan yang cukup besar di beberapa wilayah penting.

Namun Daihatsu belum mengungkap apakah akan membuka dealer pengganti di area yang ditinggalkan Asco dalam waktu dekat. Tri hanya memastikan perusahaan masih menilai kebutuhan pasar sebelum mengambil langkah tambahan.

Sikap hati-hati itu sejalan dengan upaya Daihatsu menjaga stabilitas layanan di tengah perubahan jaringan. Perusahaan belum ingin terburu-buru mengumumkan skema baru sebelum melihat bagaimana penjualan bergerak setelah penyesuaian jaringan selesai terbaca.

Fokus beralih ke layanan konsumen

Marketing Director dan Corporate Communication Director Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, mengatakan pihaknya menghormati setiap keputusan yang diambil mitra dealer. Ia menegaskan fokus perusahaan saat ini adalah memastikan kebutuhan konsumen tetap terpenuhi.

Layanan aftersales yang sebelumnya ditangani Asco juga masuk dalam perhatian utama ADM. Dengan jaringan resmi lain yang masih aktif di banyak daerah, perusahaan berusaha menjaga agar pelanggan tetap mendapat akses layanan tanpa hambatan berarti.

Dalam konteks pasar yang masih kompetitif, data penjualan yang tetap tumbuh menjadi penopang penting bagi Daihatsu. Tetapi hilangnya 11 dealer dari satu grup besar membuat arah penjualan pada bulan-bulan berikutnya menjadi variabel yang wajib dicermati lebih dekat.

Source: www.cnnindonesia.com

Terkait