Peluncuran CATARC Southeast Asia Testing and Certification Service Co., Ltd. di Bangkok menandai langkah baru China dalam memperluas pijakan industri otomotifnya di Asia Tenggara. Kehadiran perusahaan ini menonjol karena tidak hanya menyasar bisnis kendaraan, tetapi juga area yang lebih strategis seperti standar, pengujian, sertifikasi, dan pengembangan teknologi otomotif.
Langkah ini menjadi penting di tengah pertumbuhan cepat pasar kendaraan energi baru di Thailand. Saat industri bergerak ke elektrifikasi dan teknologi cerdas, kebutuhan akan sistem pengujian dan sertifikasi yang kuat ikut meningkat.
Perusahaan baru itu diluncurkan pada Senin (22/6) di Bangkok. Acara peluncuran digelar bersamaan dengan konferensi penjajakan bisnis industri otomotif China-Thailand yang dihadiri lebih dari 100 perwakilan pemerintah, asosiasi industri, dan perusahaan dari kedua negara.
CATARC merupakan singkatan dari China Automotive Technology and Research Center Co., Ltd. Lembaga ini dikenal sebagai salah satu institusi penelitian dan teknologi otomotif terkemuka di China.
Kehadiran entitas baru di Thailand menjadi tonggak penting bagi CATARC karena ini adalah anak perusahaan pertamanya di Asia Tenggara. Langkah tersebut menunjukkan bahwa kawasan ini kini menjadi fokus nyata dalam strategi ekspansi internasional lembaga itu.
Wakil direktur utama CATARC, Zhou Hua, menyatakan pendirian perusahaan di Asia Tenggara menandai langkah penting dalam strategi internasionalisasi CATARC. Menurut dia, perusahaan ini akan mendorong penyelarasan standar otomotif di kawasan Asia Tenggara sekaligus meningkatkan layanan konsultasi dan sertifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Thailand jadi titik kunci
Thailand dipilih bukan tanpa alasan. Negara ini merupakan salah satu pusat manufaktur otomotif utama di Asia Tenggara dengan rantai pasokan industri yang sudah mapan.
Posisi Thailand juga makin kuat karena pasar kendaraan energi baru di sana sedang berkembang pesat. Dorongan transisi energi dan kebijakan pemerintah yang mendukung membuat ekosistem industri bergerak cepat ke arah elektrifikasi.
Data Federasi Industri Thailand menunjukkan lebih dari 75.000 kendaraan listrik berbasis baterai didaftarkan di negara itu dalam empat bulan pertama tahun ini. Angka tersebut naik lebih dari 88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan itu membuat Thailand menjadi lokasi yang menarik untuk layanan pengujian dan sertifikasi. Saat volume kendaraan listrik meningkat, kebutuhan akan penyesuaian standar, validasi teknologi, dan kepatuhan regulasi ikut bertambah.
Sekretaris tetap Kementerian Perindustrian Thailand, Nattapol Rangsitpol, menilai pendirian perusahaan CATARC untuk kawasan Asia Tenggara di Thailand akan makin mendorong kerja sama kedua negara. Bidang yang disebut mencakup teknologi pengemudian pintar, standar dan sertifikasi, serta pengembangan yang didorong oleh inovasi.
Efek bagi industri China-Thailand
Peluncuran perusahaan ini juga mencerminkan semakin eratnya hubungan industri otomotif China dan Thailand. Dalam beberapa tahun terakhir, produsen mobil asal China terus memperluas keberadaan mereka di pasar Thailand, termasuk lewat pembangunan fasilitas manufaktur.
Sejumlah produsen mobil China telah mendirikan fasilitas produksi di Thailand dengan total investasi melebihi 90 miliar baht. Nilai itu setara sekitar 2,8 miliar dolar AS.
Investasi tersebut tidak hanya menambah kapasitas industri, tetapi juga memperluas dampak ekonomi ke sektor terkait. Totalnya disebut telah menciptakan lebih dari 120.000 lapangan kerja di berbagai bidang.
Di tengah arus investasi itu, kehadiran perusahaan pengujian dan sertifikasi seperti CATARC Southeast Asia Testing and Certification Service Co., Ltd. dapat memberi dukungan pada sisi teknis dan regulatif industri. Perannya berpotensi mempercepat sinkronisasi antara kebutuhan manufaktur, perkembangan teknologi, dan standar pasar kawasan.
Bagi Thailand, tambahan infrastruktur layanan seperti ini dapat memperkuat posisinya sebagai basis otomotif regional. Bagi perusahaan China, fasilitas tersebut dapat membantu proses adaptasi terhadap kebutuhan lokal dan regional yang terus berkembang.
Fokus pada konsultasi dan sertifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal juga menunjukkan bahwa pendekatan yang dipakai bukan sekadar ekspansi kelembagaan. Model ini menempatkan layanan teknis sebagai jembatan antara standar industri China dan kebutuhan pasar Asia Tenggara.
Karena itu, peluncuran anak usaha pertama CATARC di Asia Tenggara bukan hanya kabar korporasi biasa. Di tengah lonjakan kendaraan listrik dan meningkatnya investasi manufaktur di Thailand, langkah ini memperlihatkan bahwa persaingan industri otomotif kini juga ditentukan oleh siapa yang menguasai standar, pengujian, dan sertifikasi.
