BAIC BJ30 Prime Hybrid 2026 Dibanderol Segini, SUV Boxy Mewah Ini Siap Usik Rival

Author: Qoo Media

BAIC BJ30 Prime Hybrid tahun 2026 kini masuk sorotan di tengah persaingan SUV hybrid yang makin ramai di Indonesia. Model ini diposisikan sebagai salah satu gebrakan menarik dari BAIC dengan pendekatan yang berbeda dari banyak rival di kelasnya.

Daya tarik utamanya bukan hanya pada statusnya sebagai SUV hybrid, tetapi juga pada karakter produk yang menggabungkan tampilan tangguh dengan teknologi elektrifikasi. BAIC membekali BJ30 Prime HEV dengan Smart Hybrid System terbaru yang diklaim menghadirkan performa lebih responsif, halus, bertenaga, sekaligus efisien dibanding SUV bermesin bensin konvensional.

Kehadiran BJ30 Prime HEV menonjol karena tidak mengikuti pakem desain SUV hybrid yang umumnya membulat dan futuristis. BAIC justru membawa bahasa desain yang lebih tegas dengan nuansa kendaraan petualang, namun tetap dijaga agar terlihat elegan untuk penggunaan harian.

Tampilan luar yang jadi pembeda

Pada bagian depan, BAIC mengusung konsep “Urban Adventure” yang langsung membentuk identitas mobil ini. Grille depan lima slot berukuran besar dirancang menyatu dengan lampu utama LED dan LED DRL, lalu dipadukan dengan bumper maskulin serta foglamp di kedua sisi.

Karakter boxy menjadi elemen dominan di bagian samping. Garis bahu tinggi membentang dari lampu depan hingga belakang untuk membangun kesan kokoh dan stabil saat dilihat dari profil.

Di sektor kaki-kaki, BJ30 Prime HEV menggunakan velg 19 inci Two-Tone yang dibalut ban ukuran 235/60. BAIC juga menambahkan roof rail yang dirancang menyatu rapi dengan keseluruhan bodi.

Bagian belakang ikut mempertegas identitas semi off-road model ini. Lampu belakang vertikal dengan grafis Double-D memberi kesan unik dan modern, sementara bumper belakang berukuran besar dipadukan skid plate beraksen metalik.

Kabin menonjolkan kesan modern dan rapi

Masuk ke dalam, perhatian langsung tertuju pada dashboard berkonsep horizontal. Material soft-touch yang digunakan membantu membangun kesan nyaman sekaligus lebih premium di area kabin depan.

Tampilan dashboard dibuat clean dan futuristis. Di tengah, terdapat floating head unit berukuran 14,6 inci yang menjadi pusat berbagai fungsi kendaraan, mulai dari hiburan, navigasi, pengaturan kenyamanan, hingga konfigurasi sistem berkendara.

Di balik kemudi, BAIC memasang panel instrumen digital TFT berukuran 10,25 inci. Layar ini menampilkan informasi kendaraan secara real-time, termasuk aliran energi, konsumsi bahan bakar, dan status baterai motor listrik.

Kesan nyaman juga diperkuat oleh penggunaan jok berlapis material kulit perforated. Detail ini membuat suasana kabin terasa lebih mewah sekaligus mendukung kenyamanan untuk perjalanan lebih jauh.

BAIC juga menekankan aspek ruang kabin. BJ30 Prime HEV disebut menawarkan ruang kaki dan ruang kepala yang lega, dilengkapi headrest serta armrest untuk menunjang kenyamanan penumpang.

Pada bagian atap, SUV hybrid ini sudah dilengkapi panoramic sunroof. Fitur tersebut menambah kesan lapang di kabin sekaligus menjadi nilai jual yang sering dicari pada SUV modern.

Sentuhan detail yang memperkuat karakter

Salah satu detail paling unik pada BJ30 Prime HEV ada pada desain tuas transmisi elektroniknya. BAIC memberi bentuk yang disebut mirip dengan pengaturan baling-baling pada pesawat tempur, sehingga menghadirkan identitas yang berbeda dari SUV pada umumnya.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa BAIC tidak hanya mengandalkan teknologi hybrid sebagai nilai utama. Pabrikan juga mencoba membangun pengalaman visual dan ergonomi kabin yang terasa khas agar BJ30 Prime HEV mudah dikenali.

Di pasar yang semakin padat oleh pilihan SUV elektrifikasi, kombinasi desain boxy, kabin modern, dan Smart Hybrid System menjadi titik tekan model ini. Karena itu, BAIC BJ30 Prime Hybrid tahun 2026 hadir bukan sekadar sebagai alternatif baru, tetapi sebagai SUV hybrid dengan karakter yang sengaja dibuat menonjol di antara para pesaingnya.

Terbaru