Alpine semakin serius menyiapkan A110 listrik, dan panggung Goodwood Festival of Speed akan menjadi tempat kemunculan perdananya. Yang tampil bukan versi produksi final, melainkan kendaraan uji yang memberi gambaran awal arah sportscar listrik baru tersebut.
Kehadiran prototipe ini menjadi sorotan karena Alpine biasanya tidak membawa mobil uji ke acara sebesar Goodwood. Langkah itu memberi sinyal bahwa pengembangan A110 listrik sudah masuk fase akhir sebelum peluncuran penuh yang diperkirakan berlangsung tahun depan.
Bodi masih ditutup rapat, desain final belum dibuka
Tampilan mobil uji itu belum sepenuhnya jelas. Alpine sejauh ini hanya memberi sedikit petunjuk soal bentuk akhir A110 listrik, sehingga besar kemungkinan prototipe yang dibawa ke Goodwood masih memakai bodi yang mirip A110 bermesin bensin.
Di sesi khusus Alpine, prototipe ini akan tampil bersama beberapa varian A110 bermesin bensin yang masih dijual. Strategi itu menegaskan posisi A110 listrik sebagai penerus lini sportscar yang sudah lebih dulu dikenal lewat mesin pembakaran.
Platform baru dengan fokus bobot ringan
A110 listrik akan menggunakan Alpine Performance Platform atau APP. Platform ini dikembangkan dengan fokus pada bobot ringan, konstruksi aluminium, dan sistem kelistrikan 800 volt.
Bagian paling menarik justru ada di struktur baterainya. Alpine tidak memakai satu baterai besar seperti banyak mobil listrik performa tinggi, melainkan dua paket baterai terpisah.
Dua paket itu ditempatkan di atas gandar depan dan belakang. Susunan tersebut menghasilkan distribusi bobot 40:60, sedikit lebih berat ke belakang dibanding A110 bensin yang berada di 44:56.
Baterai terpisah untuk menjaga karakter mobil
CEO Alpine Philippe Krief sebelumnya menjelaskan bahwa desain baterai terpisah dipilih agar posisi mobil tetap rendah seperti A110 saat ini. Alpine juga menargetkan jarak tempuh lebih dari 340 mil atau sekitar 547 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Krief menyebut A110 listrik juga dirancang mampu melahap tiga putaran Nürburgring Nordschleife tanpa penurunan performa baterai akibat panas. Posisi baterai belakang ditempatkan kurang lebih di area yang sekarang ditempati mesin bensin A110.
Menurut Krief, susunan itu juga membuka peluang bila suatu saat platform ini perlu diubah menjadi mobil bermesin pembakaran internal. Namun ia menegaskan bahwa kompromi apa pun tidak boleh merusak karakter A110 sebagai mobil listrik.
“Kalau jawabannya membuat mobil listrik menjadi lebih buruk, kami tidak akan melakukannya,” kata Krief.
Bobot naik, tapi ada teknologi penolong
Dalam wawancara dengan Autocar, Krief juga mengatakan bobot kosong A110 listrik akan setara dengan sportscar bermesin bensin masa kini. Angkanya diperkirakan sekitar 1.500 kilogram.
Itu jauh lebih berat dibanding A110 saat ini yang sekitar 1.100 kilogram. Meski begitu, Alpine sebelumnya menyebut teknologi torque vectoring bisa membantu mobil listrik terasa lincah seperti mobil bermesin pembakaran.
Torque vectoring adalah sistem yang mengatur pembagian tenaga ke roda agar mobil lebih gesit saat menikung. Dengan pendekatan itu, Alpine tampaknya ingin menjaga sensasi ringan dan lincah yang selama ini menjadi identitas A110.
Sistem penggerak belum diumumkan
Alpine belum mengungkap sistem penggerak A110 listrik. Namun Renault 5 Turbo 3E yang juga memakai APP bisa memberi petunjuk awal karena memakai dua motor listrik di roda belakang dengan tenaga gabungan 533 hp.
Hot hatch tersebut juga mampu melaju dari 0 sampai 100 kilometer per jam dalam 3,5 detik. Walau belum tentu identik, konfigurasi itu memberi gambaran arah performa yang mungkin diambil Alpine pada model sportscar listrik barunya.
Dengan kemunculan di Goodwood, Alpine tampaknya mulai membuka fase paling penting dari proyek A110 listrik. Publik kini hanya menunggu detail teknis berikutnya sebelum mobil ini diperkenalkan secara penuh tahun depan.
Source: voi.id






