Minat terhadap mobil bekas bergaransi panjang sedang naik, seiring harga mobil baru yang makin tinggi dan membuat banyak konsumen mencari alternatif yang lebih terjangkau. Di pasar saat ini, sejumlah showroom bahkan menawarkan garansi mesin dan transmisi hingga 5 tahun, lengkap dengan emergency roadside assistance 24 jam selama periode yang sama.
Skema seperti ini menjadi faktor penting yang mendorong pembeli berani masuk ke pasar mobil second. Kekhawatiran soal biaya perbaikan tak terduga mulai berkurang ketika kendaraan bekas dijual dengan perlindungan yang biasanya identik dengan mobil baru.
Tren positif itu terlihat di pasar mobil bekas pada 2026. Konsumen kini tak hanya memburu harga murah, tetapi juga kondisi kendaraan, kepastian purna jual, dan kemudahan kepemilikan lewat pilihan pembayaran tunai, uang muka, hingga cicilan bulanan.
Pilihan unit yang diburu juga datang dari berbagai segmen. Mulai dari mobil listrik, SUV kompak, crossover, hingga model keluarga dan SUV ladder frame, semuanya masuk radar pembeli karena menawarkan kombinasi harga kompetitif dan fitur yang masih relevan untuk pemakaian harian.
Mobil listrik bekas mulai dilirik
Salah satu contoh yang menonjol adalah Hyundai Ioniq Prime 2021. Mobil listrik murni ini ditawarkan dengan harga tunai Rp199.000.000, uang muka Rp53.000.000, dan cicilan Rp4,3 jutaan per bulan.
Ioniq Prime 2021 menarik perhatian karena menawarkan jarak tempuh sekitar 400 kilometer. Odometernya tercatat sekitar 72.000 km, sementara pajak tahunannya disebut relatif rendah.
Dengan banderol di bawah Rp200 juta, model ini menjadi salah satu opsi EV bekas yang cukup menonjol di pasar. Daya tarik utamanya bukan hanya harga, tetapi juga potensi biaya operasional yang lebih hemat dibanding mobil berbahan bakar minyak.
SUV dan crossover tetap jadi favorit
Di luar mobil listrik, segmen SUV dan crossover masih menjadi kategori dengan permintaan tertinggi. Konsumen menilai model di kelas ini cocok untuk kebutuhan harian karena posisi duduk lebih tinggi, desain menarik, dan fleksibel dipakai di berbagai kondisi jalan.
Toyota Raize 1.0 Turbo GR Sport 2021 menjadi salah satu contoh yang paling banyak diburu. Unit ini ditawarkan dengan harga tunai Rp183.500.000, uang muka Rp27.000.000, dan cicilan Rp4,2 jutaan.
Raize membawa beberapa nilai jual yang kuat di pasar mobil bekas. Mesin turbo disebut hemat bahan bakar, fitur keselamatannya modern, dan tampilannya tetap sporty untuk pembeli yang mencari SUV kompak berkarakter muda.
Honda WR-V RS 2024 juga masuk dalam daftar yang diminati. Harganya berada di level Rp229.500.000 untuk pembelian tunai, dengan uang muka Rp29.500.000 dan cicilan Rp5,3 jutaan.
Daya tarik WR-V RS datang dari usia kendaraan yang masih muda. Selain itu, ground clearance tinggi menjadi nilai tambah, sementara fitur Honda Sensing tersedia pada beberapa varian.
Mazda CX-5 Elite Facelift 2017 juga disebut dalam daftar SUV bekas favorit. Kehadirannya menunjukkan bahwa minat pasar tidak hanya tertuju pada model kompak, tetapi juga pada SUV yang menawarkan citra lebih premium.
Harga terjangkau jadi pemicu utama
Salah satu pemicu utama kenaikan minat adalah selisih harga yang cukup terasa dibanding mobil baru. Bagi banyak konsumen, membeli mobil bekas berkualitas dianggap lebih rasional karena dana yang dikeluarkan lebih rendah, tetapi kebutuhan mobilitas tetap terpenuhi.
Itu sebabnya rentang harga yang dimulai dari Rp126 jutaan menjadi perhatian besar di pasar. Angka tersebut membuka peluang bagi lebih banyak pembeli untuk masuk ke segmen kendaraan bekas tanpa harus menanggung beban biaya setinggi pembelian mobil baru.
Pilihan pembayaran yang beragam juga ikut memperluas pasar. Sebagian konsumen memilih transaksi tunai, sementara yang lain lebih tertarik pada skema uang muka rendah dan cicilan bulanan yang dianggap lebih ringan.
Program garansi 5 tahun menjadi pembeda yang cukup kuat dalam persaingan showroom mobil bekas. Perlindungan pada mesin dan transmisi memberi rasa aman tambahan, terutama bagi pembeli yang sebelumnya ragu karena takut mendapatkan unit dengan risiko kerusakan mahal.
Layanan emergency roadside assistance 24 jam juga menambah nilai transaksi. Fasilitas ini penting karena memberi bantuan saat kendaraan mengalami masalah di jalan, dan kehadirannya jarang ditemukan dalam transaksi mobil bekas konvensional.
Pada akhirnya, pasar mobil bekas kini bergerak bukan semata karena harga murah. Konsumen memburu unit seperti Raize, WR-V, Ioniq hingga model lain karena kombinasi harga, fitur, kondisi, dan jaminan purna jual yang semakin mendekati standar mobil baru.







