Pasar mobil plug-in hybrid di Indonesia tiba-tiba bergerak jauh lebih cepat. Sepanjang lima bulan pertama tahun ini, penjualannya tembus 2.601 unit, atau melonjak 400 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya 504 unit.
Kenaikan itu menarik karena pangsa PHEV masih sekitar satu persen dari pasar secara keseluruhan. Namun, kehadiran lebih banyak model membuat segmen ini mulai punya daya tarik baru, terutama bagi merek-merek asal China yang agresif menambah pilihan.
Chery masih memimpin, tetapi tekanannya mulai terasa
Di daftar mobil PHEV terlaris, Chery masih duduk di posisi paling atas. Tiggo 8 CSH mencatat 1.190 unit, sedangkan Tiggo 9 CSH berada di angka 300 unit.
Selisih keduanya cukup jauh, dan Tiggo 8 CSH disebut kuat bukan hanya karena fitur yang lengkap. Harga yang lebih terjangkau ikut membuat model itu lebih mudah diterima pasar.
Meski tidak setara Tiggo 8 CSH, Tiggo 9 CSH tetap memberi kontribusi penting. Model ini membantu memperkuat posisi Chery di segmen yang kini mulai ramai oleh pemain baru.
Wuling langsung mengejar lewat Darion dan Eksion
Di belakang Chery, Wuling mulai menunjukkan kekuatan lewat dua model PHEV baru. Darion terjual 255 unit, sementara Eksion mencatat 258 unit, hanya terpaut tiga unit.
Kedua model itu langsung masuk papan atas meski tergolong baru di pasar. Eksion bahkan baru dijual sejak Mei lalu, tetapi sudah mampu menyamai Darion dalam waktu singkat.
Langkah Wuling ini menjadi bagian dari strategi memperluas lini kendaraan ramah lingkungan. Selama ini portofolio mereka lebih diisi model BEV seperti Air EV, Binguo, dan Cloud EV, sehingga kehadiran Darion dan Eksion menandai masuknya Wuling ke segmen PHEV di Indonesia.
Persaingan makin padat di belakang dua besar
Selain Chery dan Wuling, Geely juga ikut meramaikan pasar melalui Starray EM-i. Model itu terjual 210 unit, sementara Geely baru memiliki satu mobil PHEV yang dijual di Indonesia.
Penjualan Geely sendiri masih banyak ditopang hatchback listrik EX2. Di sisi lain, lini yang tersedia juga masih terbatas pada Starray, EX5, dan EX2 untuk saat ini.
Jaecoo juga belum mampu mendekati angka Chery. J7 SHS terjual 150 unit dan J8 SHS mencatat 169 unit, angka yang masih jauh dari Tiggo 8 CSH.
Perbedaan itu kemungkinan juga dipengaruhi target pasar dan banderol harga masing-masing model. Seperti Geely, penopang penjualan Jaecoo juga masih datang dari mobil listrik J5 EV.
Segmen premium ikut mengisi daftar
Dari merek Jepang, Mazda CX-80 dan Lexus RX 450h+ ikut masuk daftar dengan masing-masing 41 unit dan 20 unit. Volvo XC90 menyusul dengan enam unit dan menjadi satu-satunya merek Eropa yang masuk 10 besar PHEV periode Januari-Mei 2026.
Ketiga model tersebut berada di kelas premium, tetapi tetap mencatat penjualan yang layak di tengah pasar yang masih berkembang. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa PHEV tidak hanya bergerak di segmen massal, tetapi juga mulai punya ruang di kelas atas.
Namun, angka dari merek premium itu masih belum cukup untuk mendekati dominasi Chery. Dengan Tiggo 8 CSH yang menembus lebih dari 1.000 unit, pasar PHEV kini tampak mulai bergeser dari sekadar segmen kecil menjadi arena persaingan yang semakin serius.
Source: ridertua.com






