Ajang Daihatsu Kumpul Sahabat 2026 di Depok tak hanya menjadi ruang berkumpul komunitas, tetapi juga panggung untuk karya modifikasi yang mencuri perhatian. Salah satu yang paling ramai dibicarakan adalah sebuah Daihatsu Ceria lawas milik Kris, warga Depok, yang tampil bak Kei Car langsung dari jalanan Tokyo.
Mobil itu awalnya adalah Daihatsu Ceria tipe KXR keluaran 2003. Namun tampilannya berubah total setelah Kris menggarapnya dengan pendekatan full JDM, memakai komponen asli Daihatsu Mira yang dikenal sebagai kembaran Ceria untuk pasar domestik Jepang.
Dirombak dari bodi sampai mesin
Ubahan pada mobil ini tidak berhenti di sisi kosmetik. Kris mengubah sektor bodi dan mesin sekaligus, lalu menyusun ulang berbagai detail agar mobil tampil dan bekerja seperti Daihatsu Mira JDM.
Di balik kap mesin, terpasang jantung pacu turbo orisinil Daihatsu Mira JDM. Bagian eksteriornya juga memakai kap mesin turbo, spoiler, sepatbor, spion, dan lampu orisinil Mira.
Sektor kaki-kaki ikut disesuaikan dengan pelek Enkei ring 14. Kombinasi itu membuat proporsi mobil kecil ini terlihat lebih rapat, padat, dan mendekati karakter kei car Jepang.
Berburu part selama setahun
Kris memilih jalur restorasi JDM ketimbang sekadar modifikasi tampilan dengan part aftermarket. Ia menegaskan bahwa seluruh komponen utama yang dipakai berasal dari Daihatsu Mira dan dikirim langsung dari Jepang.
Proses mengumpulkan parts itu tidak singkat. Kris menyebut pengadaan komponen dilakukan bertahap selama satu tahun sebelum mobil akhirnya selesai dirakit.
Kesamaan struktur antara sasis Daihatsu Ceria dan Daihatsu Mira membantu proses pemasangan. Basis Ceria yang juga dikenal sebagai Perodua Kancil di Malaysia disebut punya kecocokan bentuk yang membuat bodi dan mesin bisa dipasang tanpa kendala struktur yang berarti.
Tantangan terbesar ada di kelistrikan
Meski urusan bodi dan mesin relatif mulus, pekerjaan paling rumit justru muncul pada instalasi kabel. Kris harus melakukan rewiring karena ia juga memboyong dasbor dan speedometer digital milik Mira ke dalam kabin.
Selain itu, ada penyesuaian PCD untuk pelek Enkei ring 14 yang disebut terbilang langka. Detail seperti ini menjadi salah satu alasan proyek tersebut tidak bisa dikerjakan secara instan.
Habiskan hampir Rp100 juta, hasilnya justru berbuah prestasi
Seluruh proyek modifikasi itu disebut menghabiskan dana hampir menyentuh Rp100 juta. Namun hasil akhirnya sepadan karena mobil ini kerap mencuri perhatian di ajang kontes modifikasi.
Keunikan dan kerapihan pengerjaannya membuat mobil ini sering meraih berbagai kategori. Di antaranya Best K-Car, juara kategori mesin, hingga penghargaan untuk kualitas pengecatan.
Di tengah riuh acara Kumpul Sahabat Depok, kehadiran Ceria bergaya Mira JDM ini memberi warna berbeda. Mobil mungil tersebut menunjukkan bahwa modifikasi ekstrem tidak selalu soal bodi besar atau tampilan mencolok, melainkan juga soal ketelitian, konsistensi, dan keberanian membangun karakter mobil dari komponen orisinil.
