Li Auto kembali menarik perhatian pasar setelah meluncurkan Li L8 generasi baru dengan harga yang lebih agresif dari perkiraan analis. Deutsche Bank memperkirakan model ini sanggup membukukan rata-rata penjualan bulanan sekitar 5.000 unit, sebuah level yang dinilai cukup kuat di tengah persaingan SUV keluarga premium.
Penilaian itu muncul bersamaan dengan strategi harga yang dipandang lebih tajam dibanding ekspektasi pasar. Analis juga mengaitkan langkah tersebut dengan melemahnya pesanan Li L9 pada Juni, sehingga Li Auto tampak mencoba menjaga momentum di lini extended-range andalannya.
Harga baru, posisi baru
Li L8 terbaru hadir dalam dua varian, Ultra dan Livis. Harga resminya masing-masing 369.800 yuan dan 429.800 yuan, lalu turun menjadi 359.800 yuan dan 419.800 yuan setelah insentif peluncuran terbatas.
Model ini juga ditawarkan dengan skema pembiayaan dua tahun tanpa bunga dan tanpa uang muka. Dengan konfigurasi lima kursi, Li L8 diposisikan berbeda dari Li L9 yang menjadi flagship enam kursi.
Secara teknis, Li L8 berbagi platform dengan Li L9. Paketnya mencakup baterai 72,7-kWh, platform kokpit cerdas Qualcomm 8797, serta suspensi aktif penuh 800V.
Target volume di tengah tekanan Li L9
Deutsche Bank yang dipimpin Wang Bin menilai harga baru Li L8 lebih rendah dari ekspektasi pasar. Tim itu memproyeksikan rata-rata penjualan bulanan sekitar 5.000 unit untuk generasi barunya.
Mereka juga melihat model ini akan bersaing dengan Aito M7, Changan Avatr 11, dan Nio ES8 lima kursi yang akan datang. Dalam pandangan analis, Li L8 baru bisa menjadi salah satu penopang volume penting bagi Li Auto di segmen SUV extended-range.
Tekanan pada Li L9 ikut memberi konteks pada strategi tersebut. Berdasarkan data dealer yang dikutip Deutsche Bank, Li L9 meraih sekitar 16.000 pesanan baru pada Mei, tetapi trennya turun tajam pada Juni.
Pergerakan pesanan Li L9 melemah
Dealer memperkirakan Li L9 hanya mencatat sekitar 1.300 pesanan pada paruh pertama Juni. Angka itu diproyeksikan mencapai sekitar 3.000 pesanan untuk sepanjang bulan, jauh di bawah target pengiriman bulanan perusahaan sebesar 6.000 hingga 8.000 unit.
Jumlah itu juga masih di bawah kapasitas pasokan jangka pendek Li L9 yang diperkirakan 4.000 hingga 5.000 unit per bulan. Kondisi ini membuat harga agresif Li L8 terlihat sebagai bagian dari upaya menjaga daya saing portofolio Li Auto.
Peta produk masih terus bergerak
Di sisi lain, Deutsche Bank menilai Li Auto akan memperbarui Li i8 dan Li Mega pada September. Perusahaan juga disebut sedang mengosongkan inventaris dengan diskon lebih dalam untuk menyiapkan penyegaran dua model tersebut.
Mulai 15 Juni, Li i8 mendapat diskon tunai 10.000 yuan tambahan di atas subsidi asuransi 10.000 yuan yang sudah ada. Li Mega juga menerima perubahan insentif, dari subsidi asuransi 25.000 yuan menjadi subsidi tunai 40.000 yuan.
Analis turut mencatat bahwa Li i6 diperkirakan mengumpulkan sekitar 16.000 pesanan baru secara nasional pada Juni. Waktu tunggunya kini turun menjadi tiga hingga lima minggu dari empat hingga enam minggu pada Mei, sehingga pengiriman Juni dan Juli diperkirakan mencapai sekitar 20.000 unit dan 16.000 unit.
Langkah lanjut ke 2026 dan 2027
Li Auto berencana menyegarkan keempat model extended-range yang ada pada 2026, yaitu Li L9, Li L8, Li L7, dan Li L6. Upgraded Li L9 sudah diluncurkan pada 15 Mei, sementara upgraded Li L6 dijadwalkan meluncur pada Juli, sedangkan belum ada informasi untuk Li L7 baru.
Perusahaan juga menyiapkan ekspansi ke segmen pure-electric. Rencana itu mencakup peluncuran SUV flagship Li i9 pada kuartal keempat 2026, serta SUV enam kursi Li i7 pada 2027.
Selain itu, Li Auto juga disebut akan menghadirkan MPV listrik murni berukuran besar pada 2027. Model itu akan sedikit lebih ringkas dibanding Li Mega yang saat ini ada di pasar, sementara satu SUV lebih besar berkode “LX” juga diproyeksikan hadir pada 2027.
