Pasar motor listrik di Solo Raya kembali memanas setelah PT Indomobil Emotor Internasional merilis dua lini yang menyasar kebutuhan sangat berbeda. Di satu sisi ada QT Series untuk mobilitas harian perkotaan, di sisi lain hadir Tyranno X yang dibawa sebagai skutik adventure dengan daya jelajah lebih jauh.
Peluncuran regional di Paragon Mall, Solo, menunjukkan strategi yang lebih tajam dari sekadar menambah model baru. Indomobil melihat motor listrik kini mulai bergeser dari kendaraan pelengkap menjadi pilihan utama, termasuk bagi konsumen muda yang baru mulai bekerja.
Pius Wirawan mengatakan pengenalan QT, QT Pro, dan Tyranno X di Solo menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan solusi mobilitas listrik yang sesuai kebutuhan konsumen Indonesia. Menurut dia, QT dan QT Pro ditujukan sebagai motor listrik yang compact, stylish, dan efisien untuk penggunaan harian, sedangkan Tyranno X dikembangkan dengan fokus pada peningkatan daya jelajah, kenyamanan, dan fleksibilitas di berbagai kondisi jalan.
Perubahan pasar itu juga terlihat dari penjualan nasional Indomobil Emotor. Pius menyebut penjualan secara nasional naik sekitar lima kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Ia menilai perubahan perilaku konsumen kini makin jelas. Jika sebelumnya motor listrik kerap diposisikan sebagai motor ketiga atau keempat, sekarang mulai muncul konsumen yang menjadikan motor listrik sebagai kendaraan pertama.
QT Series jadi incaran penggunaan harian
Di segmen urban, QT Series menjadi model yang paling banyak diburu. Seri ini ditawarkan mulai Rp15 jutaan dan membawa sejumlah fitur yang biasa ditemukan pada motor dengan positioning lebih tinggi.
Fitur yang disematkan meliputi Traction Control System, Keyless System dengan NFC tag, dan Hill Start Assist untuk varian QT Pro. Kombinasi ini membuat QT Series diarahkan sebagai skutik harian dengan pendekatan praktis, efisien, dan tetap memberi rasa aman.
Menurut Pius, permintaan tertinggi saat ini datang dari tipe QT. Momentum kenaikan kelas sekolah ikut mendorong penjualan karena banyak orang tua memilih model ini untuk anak bersekolah.
Alasannya bukan hanya faktor harga. Kecepatan QT dibatasi sekitar 70 km/jam, sehingga dinilai cukup nyaman untuk penggunaan harian sekaligus membuat orang tua lebih tenang.
Tingginya minat itu langsung berdampak pada ketersediaan unit. Indomobil mengakui stok yang sebelumnya siap kirim kini berubah menjadi inden sekitar satu sampai dua minggu.
Tyranno X tawarkan jarak tempuh lebih jauh
Jika QT Series bermain di kebutuhan komuter, Tyranno X hadir untuk pembeli yang mencari motor listrik dengan karakter penjelajah. Model ini dibekali motor listrik 3 kW dengan torsi 180 Nm.
Tyranno X menggunakan baterai lithium berkapasitas 3,456 kWh. Dengan paket tersebut, skutik ini diklaim mampu menempuh hingga 160 km dalam sekali pengisian daya.
Angka jarak tempuh itu menjadi salah satu daya tarik utama di tengah kekhawatiran soal range anxiety. Indomobil mencoba menjawab kekhawatiran tersebut dengan menyiapkan fasilitas pengisian cepat gratis di area Solo Raya.
Pius menyebut program free fast charging tersedia di dealer dan beberapa titik, yakni Solo Baru, Karanganyar, Sragen, dan Alun-alun. Dengan fast charging, pengisian hingga penuh disebut hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam.
Kehadiran infrastruktur ini membuat peluncuran Tyranno X tidak berhenti pada spesifikasi produk semata. Indomobil juga mencoba menegaskan bahwa pengalaman memakai motor listrik bergantung pada dukungan ekosistem yang mudah dijangkau.
Solo Raya dinilai siap menerima transisi
Indomobil menempatkan Solo Raya sebagai wilayah strategis untuk ekspansi kendaraan listrik. Perusahaan menilai karakter konsumennya sudah cukup teredukasi dalam melihat peralihan dari motor bensin ke motor listrik.
Menurut Pius, masyarakat Solo sudah sangat terbuka terhadap teknologi ini. Di pasar seperti itu, konsumen dinilai tidak lagi terlalu banyak mempertanyakan konsep dasar motor listrik, melainkan lebih fokus memilih model dan warna yang sesuai kebutuhan.
Respons pasar disebut sudah terlihat sejak awal pameran. Dalam satu minggu, sekitar 50 unit motor listrik Indomobil terjual di area tersebut.
Dengan hasil itu, Indomobil Emotor memasang target 500 unit penjualan di Solo Raya dalam satu tahun ke depan. Target tersebut didorong oleh respons positif pasar dan ketersediaan lini produk yang makin lengkap.
Perusahaan juga melihat pola penggunaan yang makin beragam di tingkat rumah tangga. Dari Adora, Sprinto, QT, hingga Tyranno, muncul kecenderungan satu keluarga memakai model berbeda sesuai peran dan kebutuhan masing-masing karena pertimbangan efisiensi biaya operasional.
Harga OTR Solo dan Jawa Tengah
Indomobil turut mengumumkan harga OTR untuk wilayah Solo dan Jawa Tengah. QT dipasarkan seharga Rp15.350.000, QT Pro Rp19.150.000, dan Tyranno X Rp33.150.000.
Dengan rentang harga itu, peluncuran di Solo menempatkan Indomobil pada dua ceruk sekaligus. QT Series mengejar pasar komuter yang mencari skutik harian berfitur premium, sementara Tyranno X menyasar pengguna yang membutuhkan motor listrik dengan karakter adventure dan daya jelajah lebih panjang.
