Nissan berpeluang membangkitkan kembali nama Evalia lewat model generasi terbaru, tetapi arah pasar yang dibidik tampaknya tidak lagi Indonesia. Kabar yang beredar justru mengarah ke peluncuran di China, dengan jadwal sekitar bulan Oktober mendatang.
Nama Evalia memang masih lekat di ingatan pasar Indonesia karena dulu sempat hadir sebagai MPV boxy sebelum menghilang tanpa banyak jejak. Kini, model itu tetap hidup di pasar global dengan nama NV200, terutama sebagai mobil niaga yang juga dipakai untuk blind van dan minibus.
Desain dibuat jauh lebih modern
Unit yang terlihat lewat sejumlah spyshot menunjukkan perubahan besar pada tampilan Evalia baru. Bodinya masih mempertahankan siluet boxy khas NV200, tetapi tampilannya terlihat lebih modern dan jauh dari kesan model lama yang dinilai sudah tertinggal zaman.
Gaya jendela samping tetap dipertahankan, termasuk kaca samping yang bisa dibuka turun-naik seperti jendela di sisi depan mobil. Nissan juga memberi pelek alloy baru dan handle pintu dengan desain berbeda agar tampilannya terasa lebih segar.
Perubahan serupa juga terlihat di bagian fascia. Grille dibuat lebih simpel dan menyatu dengan bentuk lampu depan yang berukuran cukup besar untuk sebuah MPV boxy, sehingga kesan futuristiknya tetap muncul tanpa meninggalkan bentuk dasar mobil.
Kabin ikut dipoles agar lebih mewah
Bagian interior juga ikut mendapat perhatian besar. Dasbornya sudah memakai headunit model floating, setir dua palang, panel instrumen digital, serta beberapa tombol untuk mengatur fitur.
Nuansa kabin itu membuat Evalia baru terlihat lebih mewah dari kesan mobil komersial pada umumnya. Langkah ini penting karena pasar China dikenal sangat kompetitif dan menuntut mobil tampil modern meski tetap dibanderol terjangkau.
Model seperti ini memang harus menyesuaikan selera pasar yang keras. Di sana, tampilan mewah sering berjalan beriringan dengan harga yang tetap masuk akal, termasuk pada segmen kendaraan serbaguna dan komersial ringan.
Mesin lama ditinggalkan
Evalia sebelumnya memakai mesin bensin 1.600 cc naturally-aspirated. Untuk model generasi baru, Nissan disebut harus beralih ke mesin plug-in hybrid atau PHEV agar lebih ramah lingkungan.
Namun, spesifikasi mesin PHEV itu belum diketahui. Selain itu, ada juga pilihan mesin bensin 2.000 cc yang disiapkan untuk konsumen yang mencari mobil komersial ringan atau LCV.
Perubahan mesin ini menandakan arah baru bagi model tersebut. Dari mobil penumpang yang dulu dikenal di Indonesia, Evalia kini bergerak ke format yang lebih relevan untuk kebutuhan pasar niaga dan elektrifikasi.
Hanya untuk China, belum ada tanda masuk pasar lain
Rencana peluncurannya disebut ada sekitar bulan Oktober. Meski begitu, model ini dikabarkan hanya akan dijual di China dan belum ada kepastian soal potensi distribusi ke negara lain.
Bagi Indonesia, peluangnya terlihat sangat kecil. Penjualan Evalia di Tanah Air sudah lebih dulu dihentikan, dan pasar MPV Nissan juga telah mendapat sorotan lewat kehadiran Serena e-Power sekitar dua tahun lalu.
Di sisi lain, arah pengembangan seperti ini menunjukkan bahwa Nissan masih melihat nilai dari nama Evalia di segmen berbeda. Jika benar meluncur sesuai rencana, model tersebut akan hadir bukan sebagai MPV keluarga biasa, melainkan sebagai kendaraan serbaguna dengan pendekatan yang lebih modern dan fokus pasar yang jauh lebih spesifik.
