BAIC T1 Sudah Tiba, Mobil Listrik Rp 300 Jutaan Ini Siap Mengusik Kelas Menengah EV

Author: Qoo Media

Mobil listrik BAIC T1 sudah tiba di Indonesia dan penampakannya disebut telah berada di salah satu diler BAIC di Jakarta. Kehadiran unit ini memperkuat sinyal bahwa peluncuran model listrik murni pertama BAIC untuk pasar Indonesia sudah semakin dekat.

BAIC sebelumnya memang telah memberi petunjuk soal jadwal kemunculan T1. Chief Operating Officer BAIC Indonesia Dhani Yahya mengatakan model ini diharapkan meluncur di awal Juli, baik saat atau sebelum GIIAS.

Dhani menyebut rencana peluncuran sebelum GIIAS ditujukan lebih dulu untuk media. Sementara perkenalan kepada konsumen direncanakan berlangsung di ajang GIIAS pada akhir Juli.

Kabar kedatangan BAIC T1 menarik perhatian karena model ini akan menjadi langkah penting BAIC di segmen kendaraan listrik nasional. Selama ini, BAIC di Indonesia baru memiliki satu model elektrifikasi, yakni BJ30 HEV.

Model lain yang saat ini dipasarkan BAIC, seperti BJ40 Plus dan X55 II, masih menggunakan mesin bensin. Karena itu, T1 akan membuka babak baru sebagai mobil listrik penuh pertama BAIC yang dijual di Tanah Air.

Dari sisi posisi pasar, BAIC T1 dipersiapkan untuk masuk ke rentang harga yang cukup kompetitif. Dhani mengatakan mobil ini akan berada di kisaran Rp 300 jutaan dan di bawah Rp 400 jutaan.

Rentang harga tersebut membuat T1 berpotensi menarik perhatian konsumen yang mencari mobil listrik dengan ukuran lebih besar dari city car. BAIC juga menekankan bahwa T1 memang berjenis hatchback, tetapi dimensinya tergolong cukup besar.

Panjang mobil ini sekitar 4,3 meter. Secara detail, BAIC T1 memiliki panjang 4.337 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.572 mm.

Dimensi dan fokus kabin

Salah satu nilai jual utama BAIC T1 ada pada ruang kabin. Mobil ini memiliki wheelbase 2.770 mm, yang diklaim sebagai jarak sumbu roda terpanjang di kelasnya.

Konfigurasi tersebut disebut mendukung ruang dalam yang lebih lapang. BAIC menonjolkan kenyamanan ekstra bagi pengemudi maupun penumpang sebagai salah satu karakter utama T1.

Keunggulan akomodasi itu diperkuat oleh banyaknya ruang penyimpanan. Di dalam kabin, tersedia 32 kompartemen penyimpanan.

BAIC juga menyematkan skyroof yang diklaim terbesar di kelasnya. Selain memberi kesan lebih lega, fitur ini ikut mengangkat nuansa kabin yang lebih premium.

Di pasar China, model ini berada di bawah merek Arcfox. Arcfox merupakan divisi kendaraan listrik milik BAIC yang berfokus pada pengembangan produk energi baru.

Untuk Indonesia, BAIC memilih menggunakan nama BAIC T1 dan tidak mempertahankan identitas Arcfox secara penuh. Strategi penamaan ini menandakan pendekatan merek yang disesuaikan dengan pasar lokal.

Fitur yang dibawa

Di negara asalnya, BAIC T1 diklaim masuk kategori High-End Smart NEV atau New Energy Vehicle. Posisi tersebut tercermin dari interior yang mengusung konsep Premium Cabin Experience.

BAIC menyebut kekedapan kabin menjadi salah satu perhatian utama. Perlindungan body soundproof diklaim mencapai 85 persen.

Untuk pengisian daya, T1 sudah dibekali teknologi fast charging. Pengisian baterai dari 30 persen ke 80 persen disebut membutuhkan waktu sekitar 25 menit.

Mobil ini juga dilengkapi fitur self-parking otomatis. Di sektor keselamatan, BAIC T1 membawa 12 fitur keselamatan canggih yang terintegrasi dalam ADAS Level 2.

Kombinasi dimensi besar, kabin lapang, dan fitur modern membuat T1 diposisikan bukan sekadar hatchback listrik biasa. BAIC tampak ingin menempatkannya sebagai produk yang menawarkan pengalaman berkendara lebih premium di segmen harga menengah.

Kehadiran unit T1 di diler Jakarta menjadi perkembangan penting menjelang peluncuran resminya. Jika sesuai rencana BAIC Indonesia, publik tidak perlu menunggu lama untuk melihat debut resmi mobil listrik ini, sebelum kemudian diperkenalkan lebih luas kepada konsumen di GIIAS akhir Juli.

Source: otomotif.kompas.com
Terbaru