Bagi pencari sedan bekas bertenaga, Mitsubishi Galant kembali menarik perhatian karena harga unit tertentu sudah mulai di kisaran 30 jutaan rupiah. Daya tarik utamanya bukan sekadar harga, melainkan kombinasi mesin V6 dan reputasi performa yang dulu membuat namanya disegani.
Namun, harga beli yang kini terasa terjangkau tidak otomatis membuat Galant jadi pilihan aman untuk semua orang. Sedan ini justru menuntut kesiapan biaya perawatan dan pemahaman karakter mobil yang lebih cocok untuk pencinta performa daripada pembeli pemula.
Mitsubishi Galant punya jejak panjang di Indonesia. Model ini pertama kali masuk ke pasar domestik pada 1977 melalui Galant Sigma, lalu terus berevolusi hingga sempat melahirkan varian seperti Eterna sebelum kembali memakai nama Galant pada 1993.
Perjalanan itu berakhir ketika produksinya di Indonesia resmi dihentikan pada 2005. Sejak itu, Galant berubah status dari sedan eksekutif populer menjadi barang incaran tersendiri di pasar mobil bekas.
Harga bekas mulai belasan juta, kondisi layak pakai umumnya 30 jutaan ke atas
Di pasar mobil bekas, harga Galant sangat bergantung pada tahun produksi dan kondisi unit. Galant lawas keluaran 1994 bisa ditemukan mulai dari belasan juta hingga 20 jutaan rupiah.
Meski begitu, unit dengan kondisi yang lebih segar dan dinilai layak pakai umumnya berada di kisaran 30 jutaan hingga 80 jutaan rupiah. Rentang harga yang lebar ini menunjukkan bahwa calon pembeli perlu jeli membedakan antara mobil murah di atas kertas dan mobil yang benar-benar siap digunakan.
Bagi banyak pemburu mobil bekas, titik masuk di angka 30 jutaan memang terdengar menggoda. Apalagi, banderol itu membuka akses ke sedan bermesin V6 yang dulu identik dengan prestise dan performa.
Dua generasi yang paling dikenal
Galant yang beredar di Indonesia dikenal luas lewat dua generasi ikonik, yaitu Galant “Paus” dan Galant “Hiu”. Nama julukan ini lahir dari desain bodi yang sangat khas dan mudah dikenali.
Galant Paus hadir pada periode 1993-1994 dengan bentuk bodi lebih membulat dan aerodinamis. Generasi ini menawarkan pilihan mesin 4 silinder segaris serta V6 2.000 cc.
Sementara itu, Galant Hiu yang hadir pada 1998-2005 lebih populer di kalangan penggemar. Desainnya lebih agresif, lebih mengotak, dan memiliki moncong tajam yang membuat julukan “Hiu” melekat kuat.
Untuk urusan performa, Galant Hiu membawa mesin V6 2.500 cc. Tenaganya disebut mencapai 167 dk, angka yang cukup menjelaskan mengapa mobil ini punya citra sebagai sedan kencang.
Meski pada generasi Hiu terjadi perubahan dari DOHC ke SOHC, kapasitas silinder yang besar tetap membuat karakter tenaganya kuat. Di kalangan pengguna, performa itu bahkan kerap dijuluki sebagai “tenaga badak”.
Yang harus diperhatikan sebelum dibawa pulang
Poin terpenting sebelum membeli Galant bukan hanya soal harga atau tenaga mesin. Yang lebih krusial adalah memahami bahwa sedan ini bukan mobil yang bisa diperlakukan sembarangan tanpa perawatan rutin yang disiplin.
Karakter Galant memang dibangun untuk performa tinggi. Konsekuensinya, kebutuhan perhatian dari pemilik juga lebih besar dibanding mobil yang orientasinya sekadar keandalan harian.
Peringatan itu juga datang dari pakar otomotif Koh Lung-lung dalam diskusi di Denkus Channel. Ia menyebut Galant sebagai mobil yang high maintenance dan menilai keunggulan utamanya ada pada performa, bukan pada ketahanan yang murah dirawat.
Dalam penjelasannya, Koh Lung-lung menekankan bahwa Galant cocok bagi mereka yang mencari mobil kencang. Sebaliknya, bagi pembeli yang lebih mengutamakan daya tahan dan kemudahan perawatan, ia menyarankan pilihan lain seperti Corolla atau Accord Maestro dari era serupa.
Pandangan itu penting karena sering ada anggapan bahwa harga beli murah berarti ongkos kepemilikan juga ringan. Pada kasus Galant, logikanya justru bisa berbalik karena biaya perawatan dapat menjadi faktor yang jauh lebih menentukan daripada harga masuk.
Karena itu, calon pemilik perlu melihat mobil ini dengan kacamata yang tepat. Galant lebih pas diposisikan sebagai sedan performa bekas dengan harga menarik, bukan sebagai kendaraan harian murah tanpa risiko biaya lanjutan.
Di satu sisi, inilah yang membuat Galant tetap punya pesona. Sedan ini menawarkan sensasi mesin besar, citra prestise lama, dan karakter berkendara yang sulit didapat pada harga serupa.
Di sisi lain, pesona itu datang bersama tuntutan perawatan yang tidak kecil. Bagi penghobi yang siap, Galant bisa jadi pilihan menarik, tetapi bagi pembeli yang hanya tergiur label mesin V6 mulai 30 jutaan, memahami sisi high maintenance menjadi langkah yang tidak boleh dilewatkan.
Source: www.suara.com






