5 Negara Ini Membuktikan Kerja Tak Harus Mengorbankan Hidup, Selandia Baru Masih Nomor 1

Author: Qoo Media

Work-life balance kini bukan lagi sekadar tren, melainkan ukuran penting tentang bagaimana sebuah negara menjaga kualitas hidup warganya. Di tengah ritme kerja yang makin cepat, lima negara ini menonjol karena mampu menggabungkan produktivitas, perlindungan pekerja, dan ruang hidup pribadi yang lebih sehat.

Peringkat terbaru menunjukkan bahwa negara-negara dengan kebijakan kerja yang jelas, cuti yang manusiawi, serta perlindungan sosial yang kuat cenderung memberi pengalaman hidup yang lebih seimbang. Dari Selandia Baru hingga Norwegia, tiap negara punya pendekatan berbeda, tetapi semuanya sama-sama menempatkan kesejahteraan pekerja sebagai prioritas.

Selandia Baru masih di puncak

Selandia Baru menempati posisi pertama dengan skor 86,87 dan berhasil bertahan di urutan teratas selama tiga tahun berturut-turut. Negara ini menawarkan kombinasi jam kerja yang wajar, lingkungan kerja suportif, dan kualitas hidup tinggi.

Pemerintahnya juga baru menaikkan upah minimum, sehingga Selandia Baru menjadi negara dengan upah minimum tertinggi kedua dalam daftar. Budaya kerja fleksibel dan alam yang indah ikut mendukung keseimbangan hidup yang lebih mudah tercapai.

Irlandia unggul di Eropa

Irlandia berada di posisi kedua dengan skor 81,17 dan menjadi negara dengan peringkat tertinggi di Eropa dalam daftar ini. Capaian itu mencerminkan perhatian serius terhadap kesejahteraan pekerja.

Salah satu landasan utamanya adalah Work-Life Balance and Miscellaneous Provisions Act 2023. Aturan ini mencakup hak bekerja jarak jauh dan cuti bagi korban kekerasan dalam rumah tangga, sehingga memberi kerangka kerja modern untuk kenyamanan pekerja.

Belgia kuat lewat perlindungan batas kerja

Belgia menempati posisi ketiga dengan skor 75,91 dan dikenal lewat aturan yang menegaskan batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Salah satunya adalah hak untuk memutuskan hubungan kerja di luar jam kantor.

Pegawai negeri di Belgia bahkan diperbolehkan mengabaikan email atau panggilan kerja setelah jam kerja tanpa konsekuensi. Kebijakan ini membantu membangun budaya kerja yang lebih menghargai waktu pribadi.

Jerman naik berkat dukungan keluarga

Jerman berada di urutan keempat dengan skor 74,65 setelah naik dua peringkat dari tahun sebelumnya. Lonjakan ini didorong oleh kebijakan cuti sakit berbayar untuk anak yang dinilai sangat membantu keluarga pekerja.

Pada 2025, orang tua mendapat 15 hari per anak untuk mendampingi anak yang sakit, sementara orang tua tunggal mendapat 30 hari. Sistem jaminan sosial dan perlindungan kerja yang kuat juga ikut memperkokoh posisi Jerman.

Norwegia kembali masuk lima besar

Norwegia menutup daftar di posisi kelima dengan skor 74,20 setelah naik dari peringkat kesembilan. Negara ini menawarkan salah satu cuti orang tua paling dermawan di dunia, yakni 49 minggu dengan gaji penuh.

Selain itu, kualitas hidup di Norwegia ditopang oleh sistem pendidikan dan layanan kesehatan publik yang unggul. Kombinasi ini membuat keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi tetap terjaga, meski tekanan kerja di banyak negara terus meningkat.

Terbaru