Aprilia mencetak rekor langka di MotoGP Belanda 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kelas utama, satu pabrikan mengunci empat posisi terdepan pada sesi kualifikasi, dengan Jorge Martin memimpin sapuan bersih itu di Assen.
Momen ini langsung menempatkan Aprilia sebagai sorotan utama akhir pekan. Di tengah sengitnya Q2 dan drama pembatalan lap sejumlah rival, pabrikan asal Noale itu tampil paling konsisten hingga menutup sesi dengan dominasi penuh di baris terdepan.
Martin merebut pole position setelah mencatat waktu 1 menit 30,812 detik. Ia hanya unggul 0,011 detik atas Ai Ogura, sementara Marco Bezzecchi terpaut 0,033 detik dan Raul Fernandez menutup empat besar dengan selisih 0,103 detik.
Hasil itu bukan sekadar pole biasa bagi Martin. Catatan tersebut sekaligus menandai top four qualifying lockout pertama oleh satu pabrikan di MotoGP, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dominasi Aprilia juga terasa karena Ducati gagal menembus empat besar. Francesco Bagnaia menjadi pebalap Ducati terbaik di posisi kelima, sedangkan Marc Marquez harus puas memulai dari urutan ketujuh.
Q2 Berjalan Penuh Tekanan
Sesi Q2 langsung panas sejak awal. Bezzecchi sempat membuka jalannya persaingan dengan waktu 1 menit 30,853 detik, unggul sementara atas Martin, Pedro Acosta, Raul Fernandez, Bagnaia, Ai Ogura, Enea Bastianini, dan Fabio Di Giannantonio.
Di fase awal ini, peta persaingan masih terbuka lebar. Bezzecchi terlihat memegang kendali, tetapi tekanan terus datang dari sesama pebalap Aprilia dan para rival dari Ducati serta KTM.
Marc Marquez beberapa kali mencoba memperbaiki catatan waktunya. Namun dua lap cepat pebalap Ducati Lenovo itu dianulir steward karena melanggar batas lintasan di Tikungan 13.
Pembatalan itu berdampak besar pada peluang Marquez untuk masuk barisan depan. Saat rival-rival lain terus menajamkan waktu, ia kehilangan dua kesempatan penting yang seharusnya bisa mengangkat posisinya.
Memasuki enam menit terakhir, Bezzecchi masih bertahan di posisi teratas. Raul Fernandez saat itu naik ke posisi kedua, diikuti Martin, Acosta, Ogura, Fabio Quartararo, dan Bagnaia.
Namun situasi berubah drastis pada run penentuan. Martin berhasil mengambil alih posisi pertama dengan lap 1 menit 30,812 detik yang akhirnya tak mampu digeser hingga sesi usai.
Drama belum berhenti di situ. Pedro Acosta mengalami kendala teknis pada motornya di Tikungan 12 sehingga gagal memperbaiki waktunya pada saat-saat krusial.
Raul Fernandez juga sempat membuat kejutan dengan catatan tercepat. Namun waktunya dibatalkan karena melewati batas lintasan di Tikungan 18 atau final chicane, sehingga peluangnya untuk menantang pole menghilang.
Setelah seluruh pebalap menuntaskan lap terakhir, urutan teratas tetap tidak berubah. Martin bertahan di P1, Ogura mengunci P2, Bezzecchi bertahan di P3, dan Fernandez memastikan P4 untuk melengkapi dominasi Aprilia.
Tekanan untuk Rival Besar
Di belakang empat pebalap Aprilia, Bagnaia menempati posisi kelima dengan selisih 0,118 detik dari pole. Fabio Di Giannantonio berada di posisi keenam dengan gap 0,143 detik, sementara Marquez finis ketujuh dengan selisih 0,319 detik.
Pedro Acosta akhirnya harus puas di posisi kedelapan. Fabio Quartararo menutup Q2 di urutan kesembilan, disusul Joan Mir di posisi kesepuluh dan Enea Bastianini di posisi ke-11, sementara Alex Marquez tercatat tanpa waktu.
Hasil ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Assen. Meski selisih antarrider tidak besar, Aprilia mampu memaksimalkan momen dengan menempatkan empat motornya di depan seluruh lawan.
Q1 Juga Menyajikan Persaingan Ketat
Sebelum Q2, sesi Q1 lebih dulu berlangsung seru. Diogo Moreira sempat menjadi yang tercepat lewat waktu 1 menit 31,718 detik, dengan Franco Morbidelli dan Brad Binder mengikuti di belakangnya pada lima menit pertama.
Joan Mir kemudian mengambil alih posisi teratas dengan catatan 1 menit 31,315 detik. Persaingan makin memanas ketika sesi memasuki empat menit terakhir dan perebutan dua tiket Q2 semakin terbuka.
Fabio Quartararo lalu tampil impresif. Pebalap Yamaha itu membukukan waktu 1 menit 31,271 detik untuk naik ke posisi pertama, unggul 0,044 detik atas Mir.
Menjelang akhir sesi, Moreira masih berusaha mempertajam waktunya. Namun pebalap Brasil itu terjatuh di tikungan kiri sektor terakhir saat waktu tersisa kurang dari dua menit, sehingga gagal memperbaiki catatan dan harus finis keempat.
Hingga bendera finis dikibarkan, Quartararo tetap menjadi yang tercepat di Q1. Mir menyusul di posisi kedua, dan keduanya merebut dua tiket terakhir menuju Q2.
Q1 akhirnya ditutup dengan Quartararo dan Mir sebagai pebalap yang lolos. Di belakang mereka, Morbidelli berada di posisi ketiga, diikuti Moreira, Binder, Alex Rins, Luca Marini, Jack Miller, Maverick Viñales, Augusto Fernandez, Cal Crutchlow, dan Toprak Razgatlioglu.
Di tengah berbagai insiden dan pembatalan lap, catatan terbesar tetap menjadi milik Aprilia. Assen menjadi lokasi lahirnya rekor baru MotoGP ketika Martin, Ogura, Bezzecchi, dan Fernandez menempatkan pabrikan Italia itu di empat posisi terdepan kualifikasi.
Source: oto.detik.com






