Jaecoo Punya Modal Kuat Dari J5 EV, Penjualan Tembus 13 Ribu Unit Hingga Mei 2026

Jaecoo tampaknya punya alasan kuat untuk puas dengan kiprah J5 EV di Indonesia. Dalam beberapa bulan terakhir, SUV listrik ini masih memimpin pasar mobil listrik dan menembus penjualan 13 ribu unit hingga Mei 2026.

Capaian itu terasa menonjol karena J5 EV tergolong model baru. Mobil ini baru diluncurkan sekitar akhir tahun lalu, tetapi langsung menjadi primadona baru di segmen BEV yang persaingannya makin ketat.

Jadi andalan Jaecoo di pasar listrik

Jaecoo baru menjual tiga model di Indonesia, dan J5 EV jadi yang paling menonjol. Di tengah lini produk yang masih pendek, model ini justru muncul sebagai penopang utama penjualan merek tersebut.

Performa J5 EV juga memberi ruang bagi Jaecoo untuk melangkah lebih jauh di pasar kendaraan energi baru. Pabrikan asal Tiongkok itu melihat pasar NEV di Indonesia berkembang pesat, dan J5 EV menjadi bukti bahwa produknya bisa diterima konsumen.

Menjaga posisi di tengah persaingan ketat

J5 EV bukan satu-satunya pemain di arena mobil listrik Indonesia. Model ini harus berhadapan dengan banyak rival dari negeri asal yang sama, seperti BYD, Geely, GAC Aion, dan Chery.

Tantangannya juga datang dari fakta bahwa banyak pesaing menjual lebih dari satu model. Meski begitu, J5 EV masih mampu mempertahankan posisi teratasnya di antara para kompetitor, termasuk dari BYD M6 yang terus membuntuti.

Di sisi lain, Atto 1 yang sempat menjadi mobil listrik terlaris tahun lalu justru tercatat hanya terjual sekitar 5 ribu unit sejauh ini. Penjualan bulan Mei bahkan hanya mencapai 26 unit karena adanya transisi ke produksi lokal yang membuat jumlah unit CBU harus dikurangi.

Bukan cuma soal harga murah

Daya tarik J5 EV tidak berhenti pada label sebagai mobil listrik yang relatif terjangkau. SUV kompak ini juga disebut menawarkan biaya operasional yang rendah, jarak tempuh yang cukup jauh, fitur yang lengkap, dan desain yang menarik.

Karakter itu membuatnya menonjol di pasar yang kini dibanjiri banyak mobil listrik entry level. J5 EV berada di segmen harga yang masih masuk akal, tetapi membawa kesan kualitas yang mendekati mobil kelas menengah.

Kombinasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa J5 EV menarik minat konsumen dalam jumlah besar. Di tengah pilihan yang makin banyak, faktor nilai guna tampaknya memberi pengaruh besar terhadap keputusan pembelian.

Masih unggul dibanding saudara satu merek

Jika dibandingkan dengan J7 dan J8 SHS, jarak penjualannya sangat jauh. J5 EV mampu terjual ribuan unit per bulan, sedangkan J7 dan J8 hanya berada di kisaran ratusan unit per bulan.

Perbedaan itu menunjukkan bahwa pasar BEV masih jauh lebih ramai daripada pasar PHEV. Bahkan model terlaris Jaecoo di jalur PHEV, yakni Chery Tiggo 8 CSH, baru terjual ribuan unit sejauh ini.

Kondisi ini juga menjelaskan mengapa Jaecoo belum terburu-buru menambah versi PHEV dari J5. Sebelumnya sempat ada pembahasan soal J5 versi PHEV, tetapi versi BEV masih menyerap permintaan yang besar sehingga fokus perusahaan belum bergeser.

Pasar masih terbuka lebar

Meski pasar mobil listrik di Indonesia semakin padat, ruang pertumbuhannya masih besar. Pilihan model kini tidak hanya SUV, tetapi juga MPV, sedan, hatchback, hingga city car.

Dalam lanskap seperti itu, J5 EV menjadi contoh bagaimana sebuah SUV listrik kompak bisa tampil menonjol. Jaecoo pun melihat hasil ini sebagai bekal penting untuk menjaga momentum dan terus menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Source: ridertua.com

Terkait