China menekan produsen baterai daya dan baterai penyimpanan energi untuk membayar pemasok lebih cepat. Dorongan ini menjadi sinyal terbaru bahwa Beijing ingin meredam persaingan berlebihan yang selama ini menekan rantai pasok baterai.
Langkah itu juga membawa perubahan praktis yang langsung terasa bagi pemasok kecil dan menengah. Aturan baru meminta pembayaran dilakukan paling lambat 60 hari kalender setelah barang dikirim atau lolos pemeriksaan, dengan penundaan hanya jika jatuh pada hari libur publik.
Dorongan baru untuk disiplin pembayaran
China Automotive Battery Innovation Alliance dan China Energy Storage Alliance secara bersama-sama merilis inisiatif publik yang mendorong perusahaan baterai mempercepat pembayaran. Sebelas produsen besar sudah menyatakan dukungan dan membuat komitmen.
Di antara perusahaan yang ikut mendukung ada CATL, FinDreams Battery milik BYD, CALB, Eve Energy, dan Sunwoda. CATL menyebut kesehatan dan stabilitas rantai pasok sebagai fondasi perkembangan berkualitas tinggi industri, sekaligus menegaskan bahwa melindungi hak sah pemasok adalah kewajiban perusahaan.
Inisiatif ini dibuat untuk menerapkan Regulasi China tentang Jaminan Pembayaran kepada Usaha Kecil dan Menengah. Praktik perusahaan besar yang memanfaatkan posisi dominan untuk menunda pembayaran kepada pemasok sudah lama menuai kritik.
Aturan lebih ketat dari penerimaan barang hingga metode bayar
Selain tenggat 60 hari, inisiatif itu juga memuat aturan rinci untuk tahap pemeriksaan. Untuk material dan komponen, pembeli pada prinsipnya harus menyelesaikan inspeksi dalam tujuh hari kerja.
Soal metode pembayaran, inisiatif ini mendorong penggunaan pembayaran tunai, termasuk transfer bank dan transfer kawat. Untuk pemasok kecil dan menengah, aturan itu bahkan menganjurkan pembayaran seluruhnya dalam bentuk tunai.
Inisiatif tersebut juga meminta pengurangan bertahap penggunaan commercial acceptance bills dan electronic payment vouchers. Instrumen semacam itu dinilai cenderung memperpanjang waktu yang dibutuhkan pemasok untuk benar-benar menerima pembayaran.
Tekanan pada pemasok di tengah kompetisi yang keras
Pejabat dari departemen industri peralatan pertama Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China atau MIIT menyatakan dukungan atas langkah ini. Menurut pejabat tersebut, respons dari 11 perusahaan baterai utama mencerminkan tanggung jawab korporasi dan komitmen.
Pejabat itu juga menyoroti bahwa industri baterai daya dan penyimpanan energi masih berada dalam fase pertumbuhan. Jalur teknologi berubah cepat, lanskap pasar bergeser besar, dan mekanisme koordinasi antartahap rantai pasok belum berkembang dengan baik.
Kondisi itu membuat perusahaan hulu menghadapi tekanan ganda dari pengeluaran riset dan pengembangan yang terus berjalan serta siklus pembayaran yang makin panjang. Periode pembayaran yang terlalu lama memperburuk arus kas pemasok dan melemahkan kemampuan mereka berinvestasi dalam penelitian teknologi.
Bagian dari upaya yang lebih luas
Langkah terbaru ini melanjutkan nada kebijakan China untuk menekan persaingan berlebihan di industri baterai. Pada November 2025, Menteri MIIT Li Lecheng mengumpulkan para pelaku industri dan meminta mereka menahan kompetisi yang tidak rasional.
Dalam pertemuan itu, China juga berjanji memperkuat pemantauan kapasitas, sistem peringatan dini, dan regulasi di industri baterai. MIIT turut menyatakan akan meningkatkan pengawasan serta inspeksi atas konsistensi produksi dan kualitas produk.
Ekspansi cepat industri kendaraan listrik China selama beberapa tahun terakhir ikut mendorong pertumbuhan kapasitas baterai secara tajam. Perang harga yang ketat kemudian menekan margin keuntungan di seluruh rantai pasok.
Inisiatif baru ini juga mendorong pembeli dan penjual membangun kemitraan jangka panjang yang stabil. Dengan bertumpu pada kontrak pengadaan yang sudah ada, perusahaan dapat menandatangani perjanjian kerangka kerja jangka panjang untuk menjaga stabilitas pasokan.
MIIT menyebut akan memanfaatkan mekanisme koordinasi antardepartemen untuk menyelesaikan masalah implementasi dengan cepat. Regulator ingin membangun ekosistem pengembangan yang kolaboratif dan saling menguntungkan di seluruh rantai pasok baterai daya dan penyimpanan energi.
Source: cnevpost.com






