Persaingan motor dual purpose bergaya retro-modern memanas setelah dua model baru hadir hampir bersamaan di Jakarta Fair 2026. Kawasaki KLX150 XPL dan WMoto Letbe Flygon 250 langsung jadi bahan perbandingan karena bermain di harga Rp40 jutaan, tetapi menawarkan karakter yang sangat berbeda.
Selisih banderol keduanya hanya Rp1 juta. Karena itu, perhatian pasar bergeser dari harga ke soal pendekatan produk: apakah lebih memilih motor ringan dengan orientasi trail, atau model retro adventure dengan mesin lebih besar.
Kawasaki memperkenalkan KLX150 XPL pada 11 Juni 2026. Dua hari kemudian, PT MForce Indonesia menghadirkan WMoto Letbe Flygon 250 pada 13 Juni.
KLX150 XPL dijual dengan harga Rp44,8 juta OTR Jakarta. Sementara itu, Flygon 250 dibanderol Rp43,8 juta OTR Jabodetabek.
Di atas kertas, WMoto Letbe Flygon 250 unggul jauh dalam urusan performa mesin. Model ini memakai mesin 231 cc silinder tunggal berpendingin udara dengan oil cooler, dengan tenaga 17,5 kW pada 7.500 rpm dan torsi 23 Nm pada 6.000 rpm.
Angka itu nyaris dua kali lipat dibandingkan Kawasaki KLX150 XPL. Motor ini mengandalkan mesin 144 cc SOHC dua katup, dengan tenaga 12 dk dan torsi 11,3 Nm.
Namun, perbedaan keduanya bukan semata soal besar-kecil tenaga. KLX150 XPL diarahkan untuk pengendara yang mencari motor sederhana, ringan, dan mudah dikendalikan.
Pendekatan itu membuat KLX150 XPL lebih dekat dengan kebutuhan eksplorasi ringan. Motor ini juga cocok untuk jalur harian atau penggunaan hobi tanpa tuntutan tenaga besar.
Sebaliknya, Flygon 250 tampil sebagai opsi bagi pengendara yang menginginkan dorongan mesin lebih kuat. Karakternya lebih mengarah pada kombinasi gaya retro modern dan performa yang lebih berisi.
Dua Gaya Petualangan
Secara desain, keduanya sama-sama bermain di ranah petualangan bernuansa klasik. Meski begitu, eksekusinya berbeda dan mempertegas posisi masing-masing.
Flygon 250 hadir dengan gaya scrambler-trail modern. Ciri utamanya terlihat dari lampu bulat klasik dan tampilan yang menonjolkan kesan tangguh.
KLX150 XPL justru mengusung konsep overland style. Motor ini dibekali kaca depan tinggi, hand cover, skid plate, serta lampu LED bulat yang menegaskan aura petualangan.
Perbedaan desain itu ikut memengaruhi kesan penggunaan. Flygon tampak lebih ramah untuk pengendara yang mengejar gaya retro modern, sedangkan KLX tampil lebih fungsional untuk kebutuhan trail ringan.
Ergonomi dan Kesiapan Medan
Aspek dimensi juga memperlihatkan arah pengembangan yang berbeda. Flygon 250 memiliki tinggi jok 780 mm, angka yang dinilai ramah untuk postur rata-rata pengendara Indonesia.
KLX150 XPL punya tinggi jok 865 mm. Karakter ini lebih dekat dengan motor trail yang menuntut posisi duduk lebih tinggi.
Di sisi lain, Kawasaki menawarkan keunggulan pada ground clearance. KLX150 XPL memiliki jarak terendah ke tanah 295 mm, sementara Flygon 250 berada di angka 230 mm.
Selisih ini penting untuk pembacaaan karakter kedua motor. Ground clearance yang lebih tinggi membuat KLX150 XPL lebih siap menghadapi jalur berbatu atau medan yang lebih sulit.
Flygon 250 tetap menawarkan daya tarik pada aksesibilitas postur dan tenaga mesin. Kombinasi itu membuatnya lebih mudah dilirik oleh konsumen yang ingin tampil beda tanpa harus masuk ke karakter trail yang terlalu spesifik.
Pilihan Ditentukan Karakter, Bukan Harga
Dengan harga yang nyaris setara, keduanya tidak sedang menawarkan hal yang sama. Flygon 250 menonjol lewat spesifikasi mesin yang lebih besar dan pendekatan fitur yang lebih lengkap.
KLX150 XPL menjual hal berbeda. Model ini mengedepankan reputasi keluarga KLX yang sudah lama dikenal di pasar Indonesia, sekaligus mempertahankan identitas sebagai motor yang ringan dan relevan untuk penggemar petualangan.
Pada akhirnya, perbandingan dua model ini memperlihatkan satu hal penting di segmen dual purpose retro-modern. Konsumen tidak lagi hanya disodori pilihan berdasarkan harga, melainkan juga berdasarkan gaya berkendara, kebutuhan medan, dan karakter mesin yang benar-benar berbeda.







