Usul AHY untuk Ojol Biar Lebih Sejahtera, Aplikator Juga Harus Tetap Sehat Finansial

Author: Qoo Media

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengusulkan satu syarat utama agar hidup pengemudi ojek online di Indonesia bisa lebih sejahtera. Menurut dia, perusahaan aplikator harus tetap sehat secara finansial agar keberlangsungan kerja para mitra tetap terjaga.

Pandangan itu disampaikan AHY saat menyinggung kesejahteraan dan keselamatan mitra pengemudi. Ia menilai peningkatan penghasilan driver penting, tetapi harus berjalan beriringan dengan kondisi bisnis perusahaan yang juga kuat.

AHY mengatakan keseimbangan itu menjadi kunci dalam ekosistem transportasi daring. Jika perusahaan sehat, peluang mitra untuk terus bekerja dan menghimpun penghasilan dinilai akan lebih aman.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam acara Konferensi Pers Peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia, seperti dikutip CNBC Indonesia, Selasa (30/6). Dalam forum itu, AHY juga menyoroti dua isu utama yang berkaitan langsung dengan pengemudi, yakni kesejahteraan dan keselamatan.

Potongan komisi dan biaya operasional jadi sorotan

Salah satu kebijakan yang disebut AHY untuk mendorong kesejahteraan driver adalah penetapan batas maksimal pemotongan komisi ojek online menjadi 8 persen. Kebijakan ini menjadi perhatian karena langsung berkaitan dengan besaran pendapatan yang diterima mitra dari setiap order.

Di sisi lain, ada pula upaya menekan beban biaya awal yang kerap dihadapi pengemudi. Penyedia layanan disebut menyiapkan skema sewa kendaraan listrik agar kebutuhan modal awal pengemudi bisa lebih ringan.

Kebijakan itu menunjukkan bahwa isu kesejahteraan driver tidak hanya menyangkut tarif atau insentif. Struktur biaya kerja harian dan biaya masuk ke ekosistem juga ikut menentukan seberapa besar penghasilan bersih yang bisa dibawa pulang pengemudi.

Dalam pandangan AHY, tujuan akhirnya bukan sekadar memperbesar keuntungan salah satu pihak. Ia menekankan perlunya keseimbangan antara upaya meningkatkan keuntungan perusahaan dan meningkatkan kesejahteraan mitra ojol.

Keselamatan juga masuk agenda

Selain aspek pendapatan, AHY juga menyinggung sisi keselamatan pengemudi. Ia menyebut penyusunan pedoman keselamatan kebakaran pada instalasi SPKLU dan angkutan transportasi sebagai bagian dari perhatian pemerintah.

Langkah itu menjadi relevan seiring dorongan penggunaan kendaraan listrik dalam sektor transportasi. Ketika adopsi kendaraan listrik diperluas, infrastruktur pengisian daya dan standar keselamatannya ikut menjadi faktor penting bagi pengemudi di lapangan.

Bagi mitra ojol yang beroperasi setiap hari, keselamatan bukan hanya soal berkendara di jalan. Kesiapan ekosistem pendukung, termasuk SPKLU, juga menjadi bagian dari rasa aman dalam bekerja.

Insentif kendaraan listrik disiapkan

AHY juga menjelaskan sejumlah kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kepemilikan kendaraan listrik. Di antaranya adalah insentif pembelian kendaraan listrik dan insentif pajak penjualan atas barang mewah yang ditujukan untuk meringankan kepemilikan.

Selain itu, ada insentif pajak kepemilikan yang dapat berupa pengurangan atau pembebasan pajak kendaraan bermotor. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu menekan biaya yang harus ditanggung pengguna kendaraan listrik, termasuk pengemudi transportasi online.

Dukungan pemerintah tidak berhenti pada sisi insentif fiskal. AHY mengatakan pemerintah juga mendorong pembangunan ekosistem dengan menarik investor dari dalam dan luar negeri untuk membangun industri kendaraan bermotor listrik.

Dorongan terhadap industri ini dinilai penting karena akan memengaruhi ketersediaan kendaraan, infrastruktur, dan rantai pasok pendukung lainnya. Semakin kuat ekosistemnya, semakin besar pula peluang kendaraan listrik menjadi pilihan yang lebih terjangkau dan praktis bagi mitra pengemudi.

SPKLU masih terkonsentrasi di Jawa

AHY mengakui infrastruktur SPKLU saat ini masih paling banyak berada di Jawa. Namun, ia berharap ke depan semakin banyak SPKLU dibangun di ruas-ruas jalan agar pengembangan industri kendaraan listrik bisa berjalan lebih luas.

Perluasan jaringan SPKLU menjadi elemen penting jika kendaraan listrik ingin benar-benar digunakan secara masif oleh pengemudi ojol. Tanpa infrastruktur pengisian yang memadai, manfaat insentif dan skema pembiayaan akan sulit dirasakan optimal.

Karena itu, usul AHY soal kesejahteraan driver tidak berhenti pada pemotongan komisi atau bantuan kepemilikan kendaraan. Gagasan yang ia dorong mencakup keseimbangan bisnis aplikator, perlindungan keselamatan, insentif kendaraan listrik, dan pembangunan ekosistem pengisian daya yang lebih merata.

Dengan pendekatan itu, kesejahteraan pengemudi diposisikan sebagai bagian dari sistem yang saling terkait. Penghasilan mitra, kesehatan finansial perusahaan, dan kesiapan infrastruktur disebut harus bergerak bersama agar kehidupan ojol di Indonesia bisa lebih sejahtera.

Source: oto.detik.com
Terbaru