Kabar tentang kebangkitan Mitsubishi Pajero makin kuat setelah pabrikan mulai membuka petunjuk baru soal SUV andalan itu. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah kembalinya fitur ikonis bernama Multi Meter, yang sejak awal diposisikan sebagai simbol kemampuan Pajero di medan berat.
Bagi penggemar offroad, sinyal ini terasa penting karena Pajero sebelumnya disuntik mati pada 2021. Kehadirannya kembali juga membuat ekspektasi pasar menguat, apalagi Mitsubishi tampak tidak sekadar menghidupkan nama besar, tetapi juga membawa kembali identitas teknis yang sudah melekat pada beberapa generasi sebelumnya.
Fitur ikonis yang kembali dibawa
Multi Meter hadir dalam pendekatan digital dan menampilkan tiga indikator utama. Mitsubishi menyebut fitur ini sebagai penghormatan terhadap elemen ikonis Pajero yang pernah ada di generasi sebelumnya.
Fungsi Multi Meter tidak berhenti pada tampilan visual. Sistem ini menyajikan informasi seperti ketinggian, arah kompas, suhu sekitar, sudut kemiringan kendaraan, hingga distribusi torsi kiri-kanan.
Keberadaan data tersebut membuat pengemudi bisa membaca kondisi mobil secara real-time. Ini sangat relevan saat Pajero melintasi jalur berkelok, tanjakan curam, jalur hutan sempit, hingga medan bebatuan.
Sinyal kuat menuju kemampuan offroad
Penyajian informasi yang berbasis kondisi sesungguhnya memberi gambaran bahwa Mitsubishi masih menjaga karakter Pajero sebagai SUV penjelajah. Pendekatan ini juga membantu pengemudi lebih percaya diri saat membawa mobil ke alam liar.
Langkah Mitsubishi menonjolkan Multi Meter mempertegas arah pengembangan Pajero terbaru. Mobil ini tampaknya tidak hanya mengejar tampilan modern, tetapi juga mempertahankan atribut fungsional yang selama ini dicari pengguna SUV tangguh.
Platform ladder-frame dan mesin yang diperkirakan serupa
Debut global Pajero terbaru disebut akan berlangsung pada musim gugur ini. Laporan terbaru juga menyebut SUV tersebut dibangun di atas platform ladder-frame seperti Triton.
Meski spesifikasi lengkapnya belum dibuka, ada dugaan kuat Pajero akan memakai mesin yang serupa dengan saudara pikapnya. Opsi yang disebut adalah mesin 2.4L twin-turbo diesel dengan tenaga sampai 201 hp dan torsi 470 Nm.
Jika benar memakai paket tersebut, Pajero akan masuk ke jalur yang konsisten dengan karakter SUV besar berorientasi medan berat. Kombinasi itu juga selaras dengan reputasinya sebagai model yang sejak lama dikenal tangguh di luar jalan aspal.
Dukungan AWD dan mode berkendara untuk berbagai medan
Kemampuan lintas medan Pajero terbaru juga akan ditopang sistem penggerak semua roda atau AWD. Sistem ini dipadukan dengan sejumlah mode berkendara yang disiapkan untuk berbagai kondisi permukaan.
Mode yang disebut meliputi Normal, Eco, Gravel, Snow, Mud, Sand, dan Rock. Ragam mode itu menunjukkan bahwa Mitsubishi menyiapkan Pajero untuk menghadapi situasi jalan yang sangat beragam, dari permukaan licin sampai jalur berbatu.
Dengan bekal tersebut, Pajero terbaru mulai terlihat sebagai model yang mencoba menyatukan warisan lama dan teknologi baru. Petunjuk yang dibuka Mitsubishi memberi gambaran bahwa kebangkitannya bukan sekadar menghidupkan nama besar, tetapi juga mengembalikan perangkat yang paling identik dengan DNA petualangannya.
Source: www.bincangbincangmobil.com






