Hyundai memastikan i30 hatchback tidak akan mendapat generasi baru di Eropa. Keputusan ini sekaligus mengakhiri perjalanan salah satu hatchback andalan merek tersebut di kawasan itu setelah bertahan sejak 2007.
Langkah ini penting karena i30 selama ini diposisikan sebagai penantang Volkswagen Golf di segmen hatchback kompak. Namun, model tersebut kini dipastikan berhenti di generasi ketiga tanpa penerus langsung.
Keputusan itu disampaikan CEO Hyundai Eropa, Xavier Martinet. Ia menilai segmen hatchback keluarga bermesin konvensional terus kehilangan daya tarik bisnis karena permintaannya menurun.
Menurut Martinet, basis pembeli i30 selama ini juga banyak datang dari konsumen armada atau perusahaan. Karakter pasar seperti ini dinilai menghasilkan margin keuntungan yang lebih rendah dibandingkan penjualan retail.
Pasar berubah cepat
Penyusutan pasar hatchback kompak di Eropa terjadi saat selera konsumen bergeser ke SUV dan crossover. Perubahan itu tidak hanya menekan i30, tetapi juga membuat nama-nama besar lain di kelas yang sama mulai menghilang.
Ford Focus, Renault Megane, hingga Kia Ceed disebut sebagai contoh model yang ikut tersingkir dari perubahan tren tersebut. Kini Hyundai i30 menjadi nama terbaru yang masuk ke daftar hatchback yang kehilangan tempat di pasar Eropa.
Perubahan arah ini menunjukkan bahwa persoalannya bukan semata usia produk. Hyundai melihat lanskap pasar sudah bergerak ke jenis kendaraan yang dianggap lebih sesuai dengan permintaan konsumen saat ini.
Di saat yang sama, industri otomotif global juga sedang mengalami transformasi besar. Fokus produsen makin bergeser ke SUV dan kendaraan listrik, dua area yang kini menjadi prioritas utama banyak pabrikan.
Tidak ada penerus langsung
Meski i30 hatchback akan ditinggalkan, Hyundai memberi sinyal bahwa kekosongan di segmen tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja. Pabrikan asal Korea Selatan itu mengisyaratkan akan menyiapkan solusi lain untuk pasar Eropa.
Namun, bentuk penggantinya kemungkinan bukan lagi hatchback konvensional. Hyundai belum mengungkap model apa yang nantinya akan mengambil peran i30 di kawasan tersebut.
Arah strategi perusahaan saat ini disebut lebih terpusat pada pengembangan SUV dan mobil listrik. Itu sejalan dengan upaya Hyundai menyesuaikan portofolio produknya dengan perubahan permintaan pasar dan transformasi industri.
Dengan demikian, akhir i30 hatchback di Eropa bukan sekadar penghentian satu model. Langkah ini juga mencerminkan reposisi Hyundai dalam membaca peta persaingan dan profitabilitas di segmen mobil penumpang.
Tetap diproduksi sampai siklus berakhir
Walau tidak akan mendapat generasi penerus, i30 hatchback belum langsung hilang dari pasar. Model itu masih akan diproduksi sampai siklus hidup generasi saat ini berakhir.
Artinya, penghentian i30 berlangsung secara bertahap, bukan secara mendadak. Setelah masa edar model sekarang selesai, barulah hatchback tersebut resmi dihentikan tanpa kehadiran generasi baru.
Keputusan untuk tidak melanjutkan i30 juga menegaskan bahwa Hyundai tidak lagi melihat hatchback kompak bermesin konvensional sebagai area pertumbuhan utama di Eropa. Kombinasi permintaan yang turun dan margin yang kurang menarik menjadi faktor kunci di balik keputusan tersebut.
Bagi pasar Eropa, i30 selama ini menjadi salah satu nama yang cukup dikenal di kelas hatchback keluarga. Kehadirannya sejak 2007 membuat model ini sempat menjadi bagian dari persaingan ketat di segmen yang dulu sangat penting bagi banyak pabrikan.
Nama i30 belum sepenuhnya hilang
Meski versi hatchback di Eropa akan berakhir, nama i30 belum sepenuhnya lenyap dari jajaran Hyundai. Di beberapa pasar lain seperti Australia, nama i30 masih dipakai untuk versi sedan.
Fakta itu menunjukkan bahwa penghentian yang dipastikan saat ini berfokus pada i30 hatchback di Eropa, bukan penghentian total seluruh penggunaan nama i30 secara global. Namun, untuk konsumen Eropa, akhir model ini tetap menjadi penanda jelas bahwa era hatchback kompak konvensional kian mendekati ujungnya.
