Gaikindo mendorong pemerintah agar insentif otomotif tidak berhenti pada mobil listrik saja. Asosiasi itu menilai stimulus perlu berlaku untuk semua tipe kendaraan bermotor agar seluruh industri otomotif mendapat dorongan yang sama.
Wacana insentif untuk mobil listrik memang sudah lama dibahas pemerintah, tetapi belum juga berjalan. Kabar yang beredar menyebut bantuan pembelian Electric Vehicle baru baru akan bergulir pada Agustus 2026.
Gaikindo sudah menyampaikan usulan kepada Kementerian Perindustrian RI untuk mendorong kebijakan stimulus bagi semua tipe kendaraan bermotor. Dalam pernyataannya pada Senin (29/06), Gaikindo menegaskan bahwa kebijakan itu seharusnya tidak hanya menguntungkan satu segmen.
Dorongan untuk semua teknologi kendaraan
Usulan Gaikindo mencakup mobil Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid Electric Vehicle (HEV), hingga Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Dengan cakupan itu, mereka berharap pembelian kendaraan di lebih banyak segmen bisa ikut terdorong.
Gaikindo menilai langkah tersebut akan menjaga perkembangan pasar otomotif di Indonesia. Asosiasi itu melihat perlakuan yang merata akan membantu seluruh rantai industri bergerak dalam kondisi yang lebih seimbang.
Industri otomotif juga disebut memiliki peran penting dalam perkembangan perekonomian nasional. Karena itu, Gaikindo menilai sinergi antara pemerintah dan pelaku industri perlu terus diperkuat.
Menjaga daya saing industri
Gaikindo meyakini penguatan kerja sama lintas pihak penting agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang kompetitif. Di saat yang sama, industri otomotif harus mampu menghadapi tantangan transformasi global yang terus berubah.
Anton Kumonty, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, menyampaikan bahwa asosiasi akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kerja sama erat antara pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan.
Menurut Anton, kolaborasi itu dibutuhkan agar industri otomotif bisa kembali bangkit. Ia menyebut periode 2026 sebagai masa yang penuh tantangan bagi sektor tersebut.
Tekanan biaya dan pasar
Gaikindo menyoroti sejumlah faktor yang dapat menekan industri otomotif, seperti kenaikan harga bahan baku plastik, melambungnya harga BBM, dan pelemahan nilai tukar rupiah. Kondisi itu dinilai bisa memengaruhi iklim usaha dan pergerakan pasar.
Dalam situasi seperti itu, bantuan atau insentif dari pemerintah dianggap cukup berarti bagi pelaku industri otomotif. Stimulus diyakini bisa membantu pasar kembali bergairah dan memberi ruang pemulihan yang lebih luas.
Gaikindo juga menilai insentif dapat menstimulasi daya beli masyarakat. Jika daya beli bergerak, penjualan mobil baru berpeluang terdorong hingga akhir tahun nanti.
Karena itu, Gaikindo menekankan bahwa insentif pemerintah bisa diberikan ke berbagai model kendaraan, bukan hanya mobil listrik. Dengan pendekatan itu, dorongan terhadap pasar otomotif diharapkan terasa lebih merata di tengah perubahan besar yang sedang dihadapi industri.
