BYD sedang menyiapkan penyegaran besar untuk Atto 2, dan bagian paling menarik dari ubahan ini bukan sekadar tampilan baru. SUV kompak yang juga dikenal sebagai BYD Yuan Up di China itu akan berpindah dari penggerak roda depan menjadi roda belakang, sebuah perubahan yang langsung menempatkannya lebih dekat ke kelas kendaraan yang lebih serius di mata pasar global.
Langkah itu muncul bersamaan dengan pembaruan desain, teknologi, dan kabin yang lebih lega. Sejumlah unit bahkan sudah terlihat diuji di jalanan China dengan balutan kamuflase, menandakan versi baru ini sedang menuju peluncuran resmi di sejumlah negara.
Tampilan lebih segar, fungsi lebih praktis
Secara visual, BYD memberi Atto 2 tema warna turquoise agar tampil lebih segar. Aksen mewah juga disematkan pada bumper, gagang pintu, spion samping, dan side skirt.
Meski demikian, perubahan kosmetik tidak dilakukan secara berlebihan. Bagian interior masih banyak dipertahankan, sementara ciri paling mudah dikenali untuk pasar global adalah logo “Yuan” yang dipakai khusus pada Atto 2 versi ekspor.
Ada satu ubahan kecil yang justru terasa penting bagi pengguna harian. Posisi lubang pengisian daya dipindahkan dari spatbor depan kanan ke area yang lebih mudah diakses, mengikuti keluhan umum pemilik mobil di China yang kerap parkir mundur di area pengisian daya.
Pindah ke RWD, wheelbase ikut memanjang
Perubahan paling besar justru terjadi di sektor penggerak. Atto 2 yang sebelumnya memakai sistem FWD kini beralih ke RWD karena mengadopsi platform terbaru e-Platform 3.0 Evo, platform yang juga digunakan pada BYD Sea Lion 07.
BYD ingin perubahan ini menghadirkan rasa berkendara yang lebih dinamis. Untuk pasar global, Atto 2 baru disiapkan dengan opsi motor listrik belakang 100 kW dan 120 kW, atau setara sekitar 134 hp dan 161 hp.
Selain itu, BYD juga menyiapkan opsi motor depan 130 kW dan 150 kW yang setara 174 hp dan 201 hp. Perubahan ke RWD turut membuat jarak sumbu roda bertambah 150 mm, dari 2.620 mm menjadi 2.770 mm, sehingga ruang kaki penumpang belakang ikut lebih lapang.
LiDAR jadi senjata pembeda
Di sisi teknologi, Atto 2 terbaru dibekali sistem pintar dengan LiDAR. Kehadiran fitur ini menjadi pembeda penting dibandingkan rival di kelasnya seperti Geely EX2, Changan Nevo Q05, dan MG4 Urban yang masih mengandalkan bantuan mengemudi berbasis kamera dan radar biasa.
BYD juga membekali model ini dengan paket baterai LFP berkapasitas 42 kWh dan 52 kWh. Dengan paket tersebut, jarak tempuh Atto 2 diklaim berada di kisaran 410 hingga 505 km dalam sekali pengisian penuh.
Perpaduan teknologi itu membuat Atto 2 tampil lebih siap untuk bersaing di pasar yang semakin padat. Di tengah tren SUV listrik kompak yang makin agresif, BYD tampaknya ingin menjadikan Atto 2 sebagai paket yang lebih lengkap antara efisiensi, ruang, dan fitur bantuan berkendara.
Siap menyapa pasar global dan domestik
Dari sisi distribusi, Atto 2 sudah disebut dikirim sekitar 17.043 unit untuk pasar global, dengan peluncuran resmi yang dimulai sejak Mei 2026. Harga jualnya berada di kisaran US$ 17.600 atau sekitar Rp314 juta.
Untuk pasar domestik China, BYD menyiapkan 38.751 unit versi penyegaran ini. Langkah itu diambil setelah Atto 2 sempat kalah saing dengan Geely EX2 yang terjual dua kali lebih laku pada periode yang sama.
Melalui perombakan sistem penggerak dan penyematan LiDAR, BYD ingin Atto 2 kembali punya daya tarik kuat di dua pasar sekaligus. Jika semua pembaruan ini berjalan mulus, SUV kompak tersebut punya modal lebih besar untuk mengejar kompetitor yang selama ini bergerak cepat di segmen mobil listrik perkotaan.
