Xpeng Menang Dua Gugatan Pencemaran Nama Baik, Jelang Debut Mona L03 Di China

Xpeng Group melalui Departemen Hukumnya mengumumkan kemenangan dalam dua perkara pencemaran nama baik di China. Putusan ini menegaskan bahwa perusahaan tidak akan membiarkan penyebaran informasi palsu, penghinaan, dan tuduhan yang merugikan reputasinya.

Departemen Hukum Xpeng menyampaikan sikap itu lewat pernyataan pada 30 Juni. Perusahaan menilai ruang digital tetap memiliki konsekuensi hukum, dan langkah hukum akan terus ditempuh untuk melindungi hak serta kepentingan yang sah.

Perintah maaf terbuka dari pengadilan

Pengadilan Internet Guangzhou menjatuhkan putusan tingkat pertama dalam perkara yang melibatkan Liu Hongbin dan Zhang Liang pada Maret 2026. Dalam putusan itu, Liu Hongbin diperintahkan menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui akun Toutiao, Sohu, dan NetEase miliknya yang memakai nama "Wo Shi Benbo Erba".

Zhang Liang juga diwajibkan menyampaikan permintaan maaf publik melalui akun Baijiahao "Longche Auto". Selain itu, Zhang Liang harus memberi kompensasi kepada Xpeng atas kerugian yang timbul, meski besar ganti rugi tersebut belum diumumkan.

Kasus ini memperlihatkan bahwa pengadilan di China semakin aktif menangani sengketa reputasi di ruang digital. Bagi Xpeng, putusan tersebut menjadi langkah penting untuk meredam dampak dari konten yang dinilai mencemarkan nama baik perusahaan.

Menjelang debut Mona L03

Pernyataan Xpeng juga dinilai sebagai upaya meredam penyebaran disinformasi menjelang debut SUV fastback Mona L03 pada 2 Juli di China. Model ini masuk ke pasar sebagai SUV kompak dengan dimensi 4.650 mm x 1.920 mm x 1.600 mm.

Untuk varian listrik murni atau BEV, Xpeng membekali mobil ini dengan motor listrik tunggal bertenaga 183 kW atau sekitar 245 dk. Pilihan baterainya terdiri dari paket LFP 56 kWh dan 69 kWh, dengan jarak tempuh menurut standar CLTC antara 505 km hingga 650 km.

Xpeng juga menyiapkan varian Extended Range Electric Vehicle atau EREV. Varian ini memakai motor listrik yang sama, lalu dipadukan mesin bensin 1,5 liter bertenaga 70 kW atau sekitar 94 dk sebagai generator.

Dalam mode listrik penuh, varian EREV diklaim mampu menempuh jarak hingga 257 km. Kehadiran dua opsi powertrain itu menunjukkan strategi Xpeng untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang berbeda di tengah persaingan mobil listrik yang ketat.

Tren sengketa reputasi di industri otomotif China

Kasus Xpeng bukan satu-satunya sengketa semacam ini di China. Sejumlah pengadilan di negara tersebut sebelumnya juga memerintahkan pihak yang terbukti mencemarkan nama baik BYD, Great Wall Motor, dan Xpeng untuk menghapus konten yang memfitnah, meminta maaf secara terbuka, serta membayar kompensasi hingga 2 juta yuan.

Pada Januari 2026, seorang blogger juga diputus bersalah setelah menyebarkan klaim menyesatkan terkait konsumsi bahan bakar SUV Denza B5. Dalam perkara itu, pengadilan memerintahkan pembayaran ganti rugi sebesar 2 juta yuan kepada BYD.

Kasus lain terjadi pada Februari 2026 ketika merek Maextro milik Huawei memenangkan gugatan pencemaran nama baik terhadap seorang influencer otomotif di China. Pengadilan menetapkan kompensasi 300.000 yuan dalam perkara tersebut.

Pada bulan yang sama, Xiaomi Auto mencatat kemenangan hukum dengan nilai kompensasi terbesar, yakni 5 juta yuan. Deretan putusan itu memperlihatkan bahwa produsen mobil di China makin agresif melawan konten yang dianggap merusak reputasi mereka.

Source: voi.id

Terkait