BYD Bangkit Dari Titik Terendah 2 Tahun, Penjualan Juni Akhiri Kekhawatiran Pasar

Author: Qoo Media

Saham BYD melonjak sekitar 9% setelah perusahaan itu melaporkan penjualan NEV Juni yang kembali tumbuh secara tahunan untuk bulan kedua berturut-turut. Kabar ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap prospek pertumbuhan produsen kendaraan energi baru asal China tersebut.

Pada saat perdagangan, saham BYD di Hong Kong sudah naik sekitar 9%. Sebelumnya, saham itu sempat jatuh ke level terendah sejak September 2024.

Lonjakan yang didorong pasar luar negeri

Data penjualan Juni menunjukkan pemulihan yang makin jelas, terutama dari pasar luar negeri. BYD menjual 403.472 NEV secara wholesale pada Juni, naik 5,46% dari tahun sebelumnya dan 5,22% dari bulan sebelumnya.

Kinerja itu menandai pertumbuhan tahunan dua bulan beruntun. Pada Mei, pertumbuhan BYD masih sangat tipis, hanya 0,26%, sehingga akselerasi di Juni menjadi sinyal yang lebih kuat bagi investor.

Ekspor dan penjualan luar negeri menjadi sorotan utama. BYD mencatat penjualan luar negeri 175.349 unit pada Juni, naik 94,73% secara tahunan dan menjadi rekor bulanan baru.

Angka tersebut menyumbang 43,46% dari total penjualan NEV bulan itu. Porsi yang besar ini membuat pasar luar negeri semakin terlihat sebagai mesin pertumbuhan penting bagi BYD.

Pasar domestik masih tertinggal

Meski penjualan keseluruhan membaik, pasar dalam negeri belum sepenuhnya pulih. Penjualan domestik BYD pada Juni mencapai 228.123 unit, turun 22,02% secara tahunan, meski naik 2,39% dari bulan sebelumnya.

Perbedaan antara pasar luar negeri dan domestik memperlihatkan arah pemulihan yang belum merata. Kenaikan dari luar China saat ini menutup sebagian tekanan yang masih terasa di pasar domestik.

Dari sisi jenis penggerak, penjualan BEV penumpang tercatat 201.472 unit pada Juni, turun 2,62% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan PHEV penumpang mencapai 195.820 unit, naik 14,69% secara tahunan.

Kinerja PHEV yang kuat membantu mengimbangi pelemahan model listrik murni. Kombinasi ini membuat total penjualan BYD tetap tumbuh positif pada bulan tersebut.

Pemulihan produksi mulai terasa

Pemulihan penjualan juga terkait dengan transisi teknologi yang sempat menekan pengiriman. BYD sebelumnya beralih dari generasi pertama Blade Battery ke produk generasi kedua yang memiliki kemampuan flash charging.

Peralihan itu sempat memperpanjang siklus pengiriman untuk sejumlah model utama. Namun, setelah peningkatan lini produksi mereda dalam beberapa bulan terakhir, hambatan kapasitas mulai berkurang.

Kondisi itu ikut mendukung lonjakan pengiriman pada Juni. Pasar pun menangkap sinyal bahwa tekanan operasional yang sempat membebani BYD mulai melonggar.

Tantangan di paruh pertama tahun ini belum hilang

Walau Juni membaik, kinerja akumulatif BYD sepanjang paruh pertama tahun ini masih menunjukkan penurunan tahunan. Dari Januari hingga Juni, penjualan NEV kumulatif BYD mencapai 1.808.511 unit, turun 15,72% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, bisnis luar negeri tampil jauh lebih kuat. Penjualan kumulatif luar negeri BYD pada paruh pertama mencapai 792.256 unit, naik 70,65% secara tahunan.

Di sektor otomotif yang lebih luas, pergerakan saham juga ikut menguat. Xiaomi naik lebih dari 4%, sementara Li Auto dan Leapmotor sama-sama menguat lebih dari 3%, sedangkan Nio justru turun 2% setelah pengiriman kuartal keduanya sedikit di bawah panduan.

Source: cnevpost.com
Terbaru